Batam – Tim Ditpolairud Polda Kepri menggagalkan penyelundupan benih Lobster sebanyak 44 box atau 214.100 ekor benih lobster jenis mutiara dan lobster pasir di perairan Berakit Kabupaten Bintan Provinsi Kepri pada Kamis (7/11/2019)

Penangkapan terhadap penyelundupan lobster tersebut dilakukan penyelidikan selama kurang lebih satu bulan.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga mengatakan bahwa pelaku dan barang bukti berangkat dari daerah kuala tungkal Provinsi Jambi dengan menggunakan Speedboat warna abu-abu bermesin tempel merk Mercury 4×300 PK.

“Diperairan berakit Kabupaten Bintan, empat orang pelaku dengan inisial NH (tekong), MZ, RK, JA sebagai ABK berhasil diamankan oleh tim Ditpolairud Polda Kerlpro yang menghadang laju speed boat para pelaku. Dimana kita melakukan penyelidikan kurang lebih satu bulan,” kata Erlangga, Jumat (8/11/2019)

Barang bukti yang diamankan polda kepri (Foto : Istimewa)

Ditempat yang sama Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta menerangkan bahwa upaya penangkapan berlangsung dramatis dengan mengerahkan dua unit Speed Boat Sea Rider yang selanjutnya dibagi menjadi dua tim.

Untuk tim pertama bergerak sebagai pendahulu yang memotong jalur speed boat para pelaku yang berkecepatan 55 Knot.

“Pengejaran terus terjadi selama 45 menit dari perairan Kijang sampai dengan memasuki perairan berakit, selanjutnya tim kedua melakukan pengejaran dan mencoba memberhentikan speed boat tersebut namun tidak diindahkan selanjutnya tim memberikan tiga kali tembakkan peringatan dan pelaku behasil dihentikan tepatnya di koordinat 01-14-652” N-104-43-657″,” terang Benyamin.

Lalu pelaku beserta barang bukti benih lobster dan Speedboat dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan pelaku menerima upah sebanyak Rp. 150.000.000 sekali melakukan pengiriman.

“Kita langsung melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Batam untuk melepas liarkan benih lobster tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kota Batam, Anak Agung Gede Eka Susila mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas kinerja Polda Kepri yang berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster.

“Untuk Barang bukti lobster telah dilakukan pencacahan dan penyegaran melalui reoksigen terhadap benih, dengan hasil pencacahan 44 dus, pada masing-masing dus terdapat 28 kantong plastik dan setiap plastik berisi 200 ekor benih, total keseluruhan 214.100 ekor benih, yang terdiri dari 18.000 ekor jenis lobster mutiara dan 196.000 jenis lobster pasir,” beber Agung.

Kerugian Negara dari hasil penyelundupan benih lobster diperkirakan sekitar 33 Miliar Rupiah lebih dengan harga pasar benih lobster jenis mutiara mempunyai nilai ekonomis antara Rp 250.000 sd Rp 300.000/ ekor, sedangkan jenis lobster pasir antara Rp 150.000 sd Rp 200.000 ekor.

Selanjutnya benih lobster baik jenis mutiara maupun lobster jenis pasir akan dilepas liarkan di perairan Pulau Abang Batam.

Barang Bukti yang diamankan 1 unit Speed Boat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk mercury 3×300 PK dan benih lobster sebanyak 44 kotak atau sebanyak 214.100 ekor.

Untuk pelaku dijerat dengan pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia no 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp1,5 miliar.

Penulis : KRI
Editor : Agedas