Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Polres

Polda Kepri Selamatkan 142 Korban PMI Ilegal, Satu Tersangka DPO

Konferensi pers tersangka | Foto : Istimewa

KUTIPAN.CO – Sebanyak 142 orang korban Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal berhasil diselamatkan oleh Ditreskrimum Polda Kepri dan Sat Reskrim Polresta Barelang.

Berawal dari informasi masyarakat adanya tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal di Komplek Ruko Prima Sejati Batam Center, Kota Batam yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan Laporan Polisi no : LP-A/22/2020/Resta Barelang, Tanggal 09 Februari 2020 langsung dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Kepri bersama Sat Reskrim Polresta Barelang

“Setalah kelokasi diketahui bahwa benar di tempat tersebut ditemukan 142 orang korban Pekerja Migran Indonesia Ilegal yang terdiri dari 75 laki-laki dan 67 perempuan yang akan dipekerjakan di Malaysia sebagai Pekerja Ilegal,” kata Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, pada konferensi pers di Media Centre Polda Kepri, Rabu (12/2/2020).

Konferensi pers

Lebih lanjut AKBP Ruslan mengatakan, modus operandi yang dilakukan oleh terduga tersangka yaitu melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara illegal melalui pengurusan, proses pemberangkatan, pembuatan paspor dan sebagai nya, serta menyediakan sarana tempat penampungan secara illegal.

“Ruko yang digunakan tersebut tidak terdaftar sebagai tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia. Dari tiap calon PMI ilegal mengeluarkan biaya sekitar 5 sampai dengan 10 juta perorang untuk mengurus keberangkatan ke Malaysia,” beber AKBP Ruslan.

Lebih detail diungkapkan AKBP Ruslan, tersangka inisial ND berperan sebagai mengantar pekerja Migran dari penampungan ke Pelabuhan Internasional Batam Center, tersangka insial YD berperan mengumpulkan paspor dipenampungan dan mengantar paspor ke pelabuahan Batam Center, sedangka tersangka inisial AG berperan menerima PMI Ilegal di Pelabuhan Batam Center, sementara satu orang tersangka inisial BS yang berperan sebagai pengurus masih dalam pencarian (DPO).

Barang bukti

“Barang Bukti yang berhasil diamankan yaitu beberapa lembar Boarding Pass dan 7 (tujuh) buah paspor. Dan para tersangka telah melanggar Pasal 81 Undang Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah),” kata AKBP Ruslan Abdul Rasyid.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, dan Wakasat Reskrim Polresta Barelang.(*)

Editor : Fikri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply