Connect with us

Batam

Polda Kepri Rebus Sabu Sebanyak 47 Kilogram

Published

on

Polda Kepri Rebus Sabu Sebanyak

KUTIPAN.CO – Polda Kepri musnahkan narkotika jenis sabu sebanyak 47 Kilogram dengan cara direbus di Mapolda Kepri, Senin (8/2/2021).

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum mengatakan, narkotika jenis sabu yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti yang didapatkan dari empat TKP yang berbeda yakni di parkiran J8 Food Court jalan Duyung Kelurahan Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, di pinggir jalan Pelabuhan Sagulung, dan terakhir di Belakang Padang.

“Hampir 47 Kg Narkotika jenis sabu kita musnahkan hari ini yang didapat dari empat orang tersangka berinisial N, MD, MY dan M,” ujar Brigjen Pol Drs. Darmawan

Ditambahkannya, pemusnahan tersebut merupakan pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri pada tanggal 17-18 januari 2021 yang lalu dengan tiga orang tersangka Inisial N alias N, MD alias A dan MY alias PH.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Muji Supriyadi menambahkan, untuk perkembangan kasusnya hingga saat ini masih berkoordinasi dengan pihak Narkotik Malaysia.

“Mereka masih mencari tau nama yang kita duga sebagai bandar, karena barang tersebut didapat dari inisial A yang masih kita telusuri. Semoga ada titik terang disini,” jelas Kombes Pol Muji Supriyadi.

Polda Kepri Rebus Sabu Sebanyak

Empat orang tersangka juga turut dihadirkan pada pemusnahan sabu tersebut

“Kasus sudah di kejaksaan dan sudah penetapan, maka nya sudah bisa musnahkan. Untuk hukuman maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

Baca :  Ini Harapan Kemenag Lingga di HAB ke 74

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin oleh Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Drs. Darmawan, M. Hum didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S.Ik., M.H, dan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Henry Andar H Sibarani, S.Ik., serta dihadiri perwakilan dari Pengadilan Negeri Kota Batam, Kejaksaan Negeri Kota Batam, LSM Granat, Pengacara dan BPOM.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Batam

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

Published

on

Panti Asuhan di Bengkong

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial Kota Batam.

Dari pantauan awak media di lokasi, terlihat beberapa petugas dari tim terpadu Pemerintah Kota Batam melakukan penjemputan terhadap puluhan anak-anak tersebut, serta sejumlah personel Polsek Bengkong hadir untuk melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Diketahui sebelumnya, yayasan tersebut tersandung kasus pencabulan yang mana anak pemilik yayasan diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya sebatas pengamanan.

“Kita berikan pengertian supaya mereka dari pihak Yayasan mengizinkan untuk dibawa anak-anak tersebut untuk dilakukan pemulihan dengan adanya permasalahan yang ada,” kata AKP Bob, Jumat (17/09/2021)

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemerintah Kota Batam sudah mengevakuasi anak-anak dari Yayasan tersebut, karena diduga ada unsur tindak pidana dugaan pelecehan seksual.

“Kita selaku pendamping adik-adik tersebut mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Batam atau tim terpadu yang tergabung telah mengamankan anak-anak dari Yayasan tersebut,” ucap Leo saat diwawancarai awak media, di Batam Center, pada Jum’at (17/9/2021).

Menurut Leo, saat evakuasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Batam sempat terjadi mis komunikasi dan pihaknya sangat menyayangkan hal itu.

“Sekali lagi kami menyayangkan sikap oknum yang terkesan menghalang halangi tindakan daripada persuasif yang dilakukan oleh tim terpadu. Dengan turunnya tim terpadu ke Yayasan CH sudah jelas bahwa ada unsur dugaan yang disalahgunakan oknum tertentu di dalam yayasan tersebut,” kata Leo.

Baca Juga : Oknum Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur

“Dengan turunnya tim terpadu dan mengevakuasi anak-anak itu, seharusnya berterimakasih kepada mereka bukan menghalang-halangi. KKP-PMP akan terus mendukung dan mengawal pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini,” ucap Leo.

Baca :  Pemkab Lingga Perpanjang MoU Dengan Lion Air, Penerbangan Seminggu 4 Kali

“Sementara untuk kondisi keempat anak korban pencabulan saat ini sudah berada disuatu tempat yang aman dan sekarang mereka menjalani rehabilitas, kita jamin mereka sekolah seperti biasa,” pungkas Leo.

Diberitakan sebelumnya, Seorang oknum calon pendeta berinisial DS (27) sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong ditangkap polisi usai dilaporkan mencabuli empat orang anak dibawah umur.

Mirisnya, aksi yang dilakukan oleh pelaku DS diketahui sejak bertahun-tahun dan kali ini baru terungkap.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, bahwa korban ada 4 orang anak dibawah umur, dimana dua orang diantaranya berusia 17 tahun dan dua nya lagi berusia 15 tahun serta 12 tahun.

Dijelaskan Leo Halawa, puncak kejadian tersebut pada tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 WIB, pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui jendela.

“Pelaku masuk ke kamar korban lewat jendela dan langsung memegang kemaluan korban hingga korban berteriak. Saat itu juga teman satu kamar terbangun langsung menghidupkan lampu, baru ketahuan bahwa pelakunya adalah oknum calon pendeta,” ucap Leo.

Tak hanya itu, menurut pengakuannya, korban sudah bertahun-tahun menerima dugaan pelecehan seksual atau pencabulan dari pelaku, namun baru terungkap,” ujar Leo Halawa saat diwawancarai awak media, Rabu (8/9/2021) malam

Setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut, Leo Halawa selaku pendamping diberikan mandat oleh Romo Paschal untuk mengurus kepentingan hukum para korban.

“Saat ini pelaku DS sudah diamankan. Kami sangat mengapresiasi kinerja Unit VI Satreskrim Polresta Barelang. Masa depan anak-anak ini perlu sekali dipertimbangkan,” tegas Leo.

Sementara itu, untuk ke empat korban yang masih dibawah umur saat ini sudah diamankan di salah satu tempat untuk menjalani masa pemulihan psikis.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Tentu, sangat kita sayangkan sekali pelaku merupakan pemuka agama,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Batam

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi Oknum Pengaman Menhub

Published

on

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau dicekik dan dorong pada lehernya oleh oknum pengaman Menhub | Foto : Screenshoot

KUTIPAN.CO – Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Batam mengecam aksi intimidasi yang dialami salah satu jurnalis kota Batam yakni Ajang Nurdin yang merupakan kontributor liputan6.com, yang mana Ajang Nurdin mendapat perlakuan kekerasan oleh ajudan Menteri Perhubungan (Menhub) RI.

Aksi intimidasi itu dialami Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau, saat meliput meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Kamis (16/09/2021)

Berdasarkan siaran pers AJI Batam, kronologis kejadian, saat itu Ajang hendak mewancarai atau melakukan door stop Budi Karya Sumadi usai meninjau Rusun BP Batam. Belum sempat mengajukan pertanyaan, Ajang langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan Budi Karya Sumadi.

Setelah itu, petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan Menhub RI tersebut.

“Bro, wawancara nanti di pelabuhan [Pelabuhan Ferry Batam Center],” katanya setelah melepas pitingan.

Menurut pengakuan Ajang, dia tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai saat itu. Berdasarkan jadwal kunjungan kerja Menhub RI itu di Batam pun, tidak disebutkan sama sekali bahwa door stop dilarang.

Tindakan intimidasi ini jelas merupakan bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Batam dan secara luas di Indonesia.

Baca :  Teken Surat Edaran, Rudi Minta Intensifkan Prokes dan Optimalkan Posko Satgas

“Atas kejadian yang dialami rekan kami, Ajang Nurdin, maka AJI Batam menyatakan sikap. Mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Ajang Nurdin kontributor Liputan6.com,” tulis Ketua AJI Batam, Slamet Widodo dalam siaran persnya

Selain itu, AJI Batam juga mengimbau semua pihak untuk menghargai, memahami kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Batam, dan di seluruh Indonesia secara umum.

AJI Batam mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.” Penghalang-halangan upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi pun, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“AJI Batam menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu,” katanya

AJI Batam berharap kejadian yang menimpa Ajang Nurdin tidak terulang lagi bagi jurnalis lain di Batam dan di Indonesia di masa mendatang.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Hukum Kriminal

Polda Kepri Ringkus 5 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Bintan

Published

on

berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tanjung Uban menuju

KUTIPAN.CO – Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan lima tersangka dan menggagalkan pengiriman tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal, di Jalan Eka Bakti, Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, pada Senin (13/9/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Donny Siswoyo,S.I.K.,M.H.Li., didampingi Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, S.H., S.I.K., M.H dan Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar SH, M.H, di Mapolda Kepri, pada Rabu (15/9/2021).

“Lima pelaku berinisial A (33) berperan sebagai tekong boat, M (41) berperan sebagai ABK Kapal, S (39) berperan sebagai penjaga kapal, AM (32) dan AM (28) berperan sebagai ABK penjemputan dan penampungan,” ucap AKBP Donny.

Dijelaskan AKBP Donny, kejadian berawal pada hari Minggu (12/9/2021) sekira pukul 21.00 Wib berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tanjung Uban menuju Malaysia untuk bekerja.

Selanjutnya pada Senin dini hari sekira pukul 02.30 wib ditemukan adanya 7 orang calon PMI ilegal asal Cianjur, Purwakarta, Tegal, dan Indramayu yang telah direkrut oleh pelaku sedang dilakukan proses pengurusan keberangatannya.

“Pelaku menawarkan korban untuk bekerja di Malaysia sebagai Asisten Rumah Tangga dan pekerja kebun sawit dengan menjanjikan penghasilan paling kecil Rp. 5 juta dan paling besar Rp. 7 juta,” jelas AKBP Donny.

Baca :  Peduli Masyarakat Dampak PPKM Darurat, Polda Kepri Bagikan 2,5 Ton Beras

Untuk modus operandinya pelaku perekrutan, penampungan, pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan ilegal/tikus.

“Korban diberi iming-iming mendapatkan gaji yang besar, sehingga merasa tergiur dan percaya atas apa yang telah dijanjikan oleh pelaku hingga para korban berniat melakukan proses keberangkatan untuk bekerja di Malaysia tanpa mengetahui bagaimana prosedur keberangkatan yang resmi untuk dapat bekerja di Malaysia sebagai PMI,” jelas AKBP Donny.

Para tersangka telah melakukan pemberangkatan PMI illegal sebanyak 4 kali dengan keuntungan yang berbeda-beda mulai Rp. 1,5 juta hingga Rp. 6 juta.

Adapun 7 orang korban yang berhasil diselamatkan terdiri dari 1 laki-laki dan 6 perempuan berasal dari Cianjur, Purwakarta, Tegal dan Indramayu.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 4 unit handphone, 1 bundel boarding pass korban, 1 unit kapal boat mesin tempel 200 PK 2 unit dan 1 unit mobil avanza warna putih.

Adapun pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 Miliar.


Report : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Foto Ditjen Aptika, kominfo Foto Ditjen Aptika, kominfo
Digital21 jam ago

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat...

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam22 jam ago

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga1 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 17 September : 1 Kasus Aktif 1 Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Jumat 17 September 2021, terdapat penambahan kasus aktif, 1 kematian...

Kapal Asing di Laut Natuna Utara Kapal Asing di Laut Natuna Utara
Nasional1 hari ago

Pangkoarmada I : Issue Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara Tidak Benar

KUTIPAN.CO – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P melakukan patroli udara, guna memastikan kebenaran...

Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja
Kutipan Berita1 hari ago

Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

KUTIPAN.CO – Lantaran ingin punya motor sendiri untuk dipakai balapan, YB (16) anak dibawah umur nekat mencuri motor di Jalan...

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL
Kepri2 hari ago

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P...

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Nasional2 hari ago

Kemenhub RI Minta Maaf Atas Intimidasi Wartawan di Batam

KUTIPAN.CO – Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahpahaman dalam penanganan keamanan yang terjadi pada salah...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga2 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 16 September : Nihil Penambahan Kasus Aktif dan 1 Kasus Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Kamis 16 September 2021, nihil penambahan kasus aktif, 1 kasus...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12