Polda Kepri Berhasil Ungkap Tindak Pidana Money Laundering

  • Bagikan
Tindak Pidana Money Laundering

KUTIPAN.CO – Dit Reskrimsus Polda Kepri berhasil ungkap tindak pidana pencucian uang dengan modus mengajukan kredit menggunakan identitas karyawannya, sertifikat tanah dan rumah pada salah satu Bank di Kepulauan Riau. Atas pengungkapan itu polisi berhasil mengamankan 3 orang tersangka.

Adapun tiga orang tersangka tersebut yakni berinisial FD perempuan 45 tahun, RS laki-laki 47 tahun dan H alias A laki-laki 39 tahun. Hal tersebut diungkapkan, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi oleh Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, dan PS. Kasubdit 2 Eksus Dit Reskrimsus Polda Kepri Kompol Albert Perwira Sihite, pada konferensi pers, Rabu (1/9/2021).

″Perkembangan ungkap kasus ini sudah cukup lama pada 21 Februari 2017 lalu dengan TKP di salah satu Bank di Kepulauan Riau dan kasus ini berawal dari kasus perbankan yang melibatkan tersangka terdahulu yaitu Kepala Cabang Bank yang ada di Kepri berinisial TR. Tersangka TR telah di Vonis serta telah dijatuhi Pidana selama 8 Tahun atas Tindak Pidana Perbankan,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Lebih jauh diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri, dari pengungkapan tersangka TR, kemudian tim Penyidik melakukan pengembangan dan didapati kejahatan lainnya yaitu adanya tindak pidana pencucian uang atau Money Laundering dengan tiga orang tersangka.

Tindak Pidana Money Laundering
Tiga orang tersangka yang diamankan Polda Kepri terkait tindak pidana pencucian uang atau Money Laundering

“Ketiga tersangka ini inisial FD dan RS adalah pemilik CV. GKL yang bergerak dibidang developer dan inisial H adalah pengusaha dibidang roti dan handphone, ditemukannya ketiga tersangka ini dikarenakan ada kaitannya dengan tersangka awal berinisial TR dan ketiga tersangka ini merupakan nasabah dari salah satu Bank yang ada di Kepri tersebut,” ungkapnya

Diuraikan Kabid Humas, dari hasil pengembangan, penyidik mendapatkan bukti bahwa ketiga tersangka ini mengajukan Kredit dengan menggunakan identitas karyawan dan orang lain maupun teman dari pada para tersangka ini, penggunaan identitas ini untuk mengelabui agunan yang diajukan oleh para tersangka.

″Untuk tersangka FD dan RS yang memiliki CV. GKL yang bergerak dibidang Developer atau pembangunan Perumahan, mereka melakukan pemecahan Sertikat Induk menjadi 23 Sertifikat yang dijadikan dasar untuk mengajukan pinjaman dengan menggunakan Identitas Karyawan ataupun orang lain maupun teman dari pada para tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Kepri

Ditambahkan, Kabid Humas Polda Kepri, atas tindakan dari para tersangka ini berhasil mencairkan pinjaman sehingga Bank tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 7,9 miliar, dari nominal itu sebanyak Rp 5,1 miliar masuk kedalam rekening milik FD dan RS melalui CV. GKL dan sisanya Rp 2,7 miliar masuk ke rekening inisial H alias A.

“Para tersangka ini berhasil mencairkan pinjaman karena mendapatkan fasilitas dari terpidana atau tersangka sebelumnya yaitu Inisial TR. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi termasuk diantaranya pegawai dari Bank dan saksi-saksi yang identitasnya digunakan,” katanya

Sambung Kabid Humas, dari para tersangka penyidik juga berhasil menyita alat bukti yakni, sebanyak 23 sertifikat serta beberapa dokumen-dokumen lain termasuk identitas yang digunakan oleh para tersangka.

Kepada para tersangka diterapkan pasal Pasal 66 Ayat (1) Huruf A Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kuhpidana dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Dengan Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00.

Ditambahkan Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Agus Setiawan, bahwasanya perkara tersebut merupakan perkara 2 tahun yang lalu karena yang namanya tindak pidana pencucian uang atau Money Laundering itu harus ada Predikat Crime atau Pidana Pokoknya yaitu tindak Pidana Perbankan yang sekarang tersangka nya sedang menjalani vonis 8 tahun dan kemudian dari Predikat Crime itu kita lakukan penyidikan dan penyelidikan tindak pidana pencucian uangnya dan didapati tersangka sebanyak tiga orang dengan modus mengajukan kredit menggunakan identitas karyawannya yang berjumlah 56 orang.

“Kerugian yang dialami sebesar 7,9 miliar Rupiah dengan barang bukti 23 sertifikat tanah dan rumah,” kata AKBP Nugroho Agus Setiawan


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan