Selamat Tahun Baru Kutipan Berita

Polda Kepri Amankan 2 Perekrut PMI Ilegal

  • Bagikan
Perekrut PMI Ilegal

BATAM – Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka SH dan F yang berperan sebagai perekrut sekaligus pengurus Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia, di wilayah Kampung Simpangan Kilometer 16 Bintan, Kepulauan Riau, pada Minggu (6/6/2021) sekira pukul 15.30 Wib.

Foto Kombes Pol Arie Darmanto, kombes pol harry goldenhardt, Kutipan batam, pekerja migran indonesia

“Kedua tersangka berinisial SH berhasil diamankan dirumah kontrakannya di wilayah Perum. Air Raja Tanjung Pinang, sementara tersangka F diamankan saat berada di Kilometer 16, Kecamatan Tua Paya Selatan, Kabupaten Bintan,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Darmanto dan Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha, SH., S.IK., MH, pada Senin (7/6/2021).

Dijelaskan Harry, kejadian berawal pada hari Minggu (6/6/2021) sekira pukul 09.00 Wib Anggota Opsnal dari Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

“Mengetahui hal tersebut tim melakukan penyelidikan ke lokasi Kampung Simpangan Kilometer 16 Bintan, Kepulauan Riau dan berhasil mengamankan 30 orang calon PMI ilegal yang berasal dari Lombok, dimana 29 PMI ilegal berjenis kelamin laki-laki dan 1 orang perempuan,” jelas Harry.

Selanjutnya, dari temuan tersebut tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku SH alias S dirumah kontrakannya di wilayah Perum Air Raja Tanjung Pinang.

Perekrut PMI Ilegal

Dan pada waktu yang hampir bersamaan juga, tim berhasil mengamankan tersangka lainnya yakni inisial F alias H yang saat itu berada di Kilometer 16 Kecamatan Tua Paya Selatan, Kabupaten Bintan.

Kemudian terhadap tersangka dan barang bukti yang ditemukan oleh tim dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pengembangan.

“Ini sudah yang kesekian kalinya Polda Kepri dalam hal ini Jajaran Direktorat Kriminal Umum melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana penempatan PMI secara ilegal,” tegas Harry.

Kombes Pol Harry menambahkan, untuk modus operandinya yakni dimana kedua tersangka menjanjikan kepada korban agar bisa bekerja di Malaysia dengan gaji yang besar.

“Kedua tersangka melakukan penampungan di Bintan hingga melakukan pengurusan dan pemberangkatan ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan tikus,” ucap Harry.

Dari kedua tersangka berhasil diamankan barang bukti uang sejumlah Rp. 7,8 juta, 2 unit HP, buku catatan PMI yang telah dikirim ke negara Malaysia, 2 tiket bording pas calon pmi dan 2 lembar surat keterangan covid-19.

Terhadap kedua tersangka dikenakan Pasal 81 dan Pasal 83 UU RI No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda sebanyak Rp. 15 Miliar.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Darmanto menambahkan, inilah yang cukup memprihatinkan dalam situasi pandemi covid-19 yang sudah mendunia masih ada kesempatan oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab dari pihak dalam negeri maupun luar negri untuk memberangkatkan PMI secara ilegal.

Sebagian besar mereka adalah sindikat dari mafia. Mereka melakukan ini tidak ada sebab dan tidak ada akibat dalam artian by order.

“Kita semua tau bahkan mungkin yang di dalam negeri saja pekerjaan bisa dihentikan hanya karna pandemi. Sekarang kebutuhan dinegara Malaysia tentunya butuh orang, padahal dengan kebijakan pemerintahnya mereka sudah mengeluarkan PMI kita yang legal,” ucap Arie.

Tetapi, pada faktanya dalam level tekanan masyarakat dibawah yang diluar parlemen ini mereka membutuhkan orang, akhirnya melakukan tindakan ilegal dengan berkoordinasi dengan pihak tertentu untuk mengirim lagi orang ke Malaysia.

“Kita baru menangkap dan mengamankan 2 orang tersangka, tidak menutup kemungkinan temuan dan penangkapan ini bisa saja berkembang, karena ini masih dalam pengembangan,” pungkasnya.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan