Selamat Tahun Baru Kutipan Berita

Perkuat Pengawasan WNA, Imigrasi Batam Gelar Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing

  • Bagikan
Imigrasi Batam

KUTIPAN.CO – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam gelar sosialisasi penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) berbasis QR Code versi 2 berbasis android, bertempat di Lantai 2 Aula Kantor Imigrasi Batam, Batam Centre, Jum’at (11/6/2021).

Foto apoa, imigrasi batam, Kutipan batam

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Tessa Harumdila, Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Nurkarima Kemalasari, Pejabat Fungsional Umum Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Batam, Perseus Omega Rumsaur, PHRI Batam dan Perkumpulan Perkawinan Campur.

Pejabat Fungsional Umum Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Batam, Perseus Omega Rumsaur mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mendukung Direktorat Jenderal Imigrasi terutama Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian.

“Kegiatan sosialisasi ini telah dilakukan selama dua hari dimana ditujukan kepada pengelola penginapan, hotel, resort, mes perusahaan, perhimpunan perkawinan campur, perhimpunan resort dan hotel seluruh Indonesia,” ucap Perseus.

Dijelaskan Perseus, cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah, untuk perusahaan ataupun penginapan yang baru pertama kali mengoperasikan tentu harus melakukan pendaftaran yang ada diwebsite www.apoa.imigrasi.go.id dan langsung mengisi data-data yang diperlukan didalam aplikasi tersebut.

“Saat ini ada sekitar sepuluh perusahaan tanpa kami minta mereka sudah berinisiatif sendiri untuk datang dan menghubungi petugas dan melakukan riset ataupun mendaftarkan akunnya untuk melaporkan orang asing,” ujarnya.

Selain itu, banyaknya tempat usaha penginapan, menjadi tantangan tersendiri bagi kantor Imigrasi Batam dalam melaksanakan pemantauan dan juga pengawasan terhadap orang asing.

“Contohnya seperti OYO, Redorz. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi kantor Imigrasi dalam memasang aplikasi APOA ataupun mengawasi keberadaan orang asing yang menginap di lokasi-lokasi tersebut,” ungkap Perseus.

“Nantinya kita akan melakukan sosialisasi secara door to door yakni kita akan mendatangi tempat tinggal atau tempat penginapan yang belum teregister atau belum melaporkan adanya tamu asing,” jelasnya.

Baca Juga : Yuk Kenalan Dengan Si Daing Bedentum Imigrasi Dabo Singkep

Sementara itu, untuk sanksi yang diberikan bagi para pelaku usaha yang tidak melaporkan keberadaan orang asing tertera dalam Undang-undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bahwa ada ancaman pidana bahwa bagi pihak pengelola atau pemilik yang tidak melaporkan akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 25.000.000 dan kurungan penjara selama 3 bulan.

Kami dari Kantor Imigrasi Batam mengimbau agar para pelaku ataupun pemilik tempat usaha penginapan agar segera melaksanakan pelaporan tamu warga negara asing yang diberikan kesempatan untuk menginap. Sebab, ketika ada kewajiban tentunya akan disertai sanksi, pungkasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi Kantor Imigrasi Batam, Tessa Harumdila menambahkan, APOA versi 2 berbasis Android ini lebih mudah dari versi yang lama karena versi yang kedua ini menggunakan QR Code, dengan cara menscan QR code akan langsung terhubung ke kamera dan semua data orang asing akan masuk secara otomatis.

“APOA ini bisa di download melalui play store dan ini merupakan aplikasi online terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang berguna untuk membantu dan memudahkan proses pelaporan orang asing di wilayah Indonesia,” ujar Tessa.

Bagi petugas Imigrasi, aplikasi ini sangat penting sebagai salah satu data maupun informasi dalam pelaksanaan pengawasan terhadap orang asing di Indonesia.

“Pihaknya berharap dalam sosialisasi APOA ini diharapkan para pemilik hotel dan apartement sudah harus bisa mengaplikasikannya. Tentunya nanti ada admin yang khusus untuk memantau pelaksanaan POA versi 2 dari bidang Inteldakim,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan