Perkebunan di Kabil Disulap KSB, Usut Tuntas Oknum Yang Memperjualbelikan Lahan

  • Bagikan
Perkebunan di Kabil Disulap KSB

KUTIPAN.CO – Perkebunan dikawasan hutan lindung tepatnya di Kebun Hutan Lestari, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa seluas lebih kurang 1 Hektar disulap menjadi Kavling Siap Bangun (KSB).

Pembina Kelompok Tani Hutan Lestari, Akmal mengatakan, dulunya lahan seluas 15 hektar ini adalah lahan yang ditumbuhi ilalang dan rumput yang mudah terbakar.

“Akhirnya tahun 2012 terbentuklah Kelompok Tani Hutan Lestari. Sesuai hasil rembukan bersama, kami menghadap ke Dinas Kehutanan Kota Batam untuk meminta izin lahan tersebut agar dijadikan sebuah perkebunan dengan syarat tidak berdiri pemukiman padat penduduk,” ungkap Akmal, Senin (12/7/2021).

“Dengan tekat dan niat yang baik makanya kita tidak membuat pemukiman disini, maka kita tanam penghijauan sesuai arahan Pemerintah dan kami sepakat membuat zona yang kami tanggung jawabi mulai dari pembuangan air utara sampai di perbatasan Perumahan Kabil Raya,” ucapnya.

Namun, berjalan waktu ia melihat begitu cepat laju penduduk disekitar lahan ini sementara pada saat itu komitmen tidak ada yang boleh menjual lahan untuk kavling, kecuali kebunnya dialihkan tanaman ke orang lain.

“Kami berfikir kok begitu cepat laju penduduk disekitar lahan ini dan ada oknum yang menjualbelikan lahan kurang lebih seluas 1 Hektar tanpa ada pemberitahuan kepada pemilik kebun, inikan namanya penyerobotan,” jelas Akmal.

“Selain itu, disini sudah berdiri kavling dan dibentuk RT, awal pertama kami bilang tidak boleh ada RT di Kelompok Tani Hutan Lestari ini jadi kami mengundang duduk bersama supaya tidak terjadi benturan di lapangan,” sambungnya

“Berganti RT kedua, kami sudah mencoba mengundang untuk bertemu bicara bersama, namun sampai saat ini alasan sibuk,” ucap Akmal.

Harapannya tetaplah ini menjadi lingkungan Kelompok Tani Hutan Lestari bukan dijadikan Kavling Siap Bangun (KSB) dan ia  sudah berkoordinasi dengan anggota kelompok bahwa tidak mau ada RT disini, kalau mau cari tempat lain.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Lestari sekaligus pengacara, Nixon Sihombing, S.H menambahkan, sesuai komitmen anggota kelompok bahwa disini hanya untuk berkebun, sementara tanpa sepengetahuan pihaknya disini telah dibentuk RT.

Kalau ada RT nya berarti secara legalitas hukum ada KSB, sementara tahun 2016 BP Batam termasuk Walikota Batam menghapus tidak ada lagi KSB di Kota Batam.

“Tahun 2012 kita sudah menginfokan ke Dinas Kehutanan Kota Batam bahwa disini tidak ada pemukiman hanya berkebun saja, jadi dengan adanya RT disini sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan dari perkebunan contohnya sempat ada sabung ayam, nanti apalagi mungkin tempat prostitusi atau peredaran narkoba,” jelas Nixon.

Menurut informasinya kavling tersebut ada yang dijual dengan harga Rp3 juta hingga Rp 6 juta, tergantung luasnya, ini perlu diusut secara hukum oknum yang memperjualbelikan lahan, selain itu disini tidak boleh ada pemukiman padat penduduk atau KSB.


Report : Yuyun

  • Bagikan