Connect with us

Kutipan Warganet

Peristiwa Tragedi Karbala, Pembantaian  Husein Bin Ali, Cucu Nabi Muhammad SAW

Published

on

Pembantaian  Husein Bin Ali, Cucu Nabi Muhammad SAW

KUTIPAN.CO – Peristiwa tragedi Karbala, adalah perang antara Husein bin Ali bersama sahabat-sahabatnya melawan pasukan dari Kufah yang dipimpin oleh Umar bin Sa’ad. Tragedi Karbala terjadi  tanggal 10 Muharam 61 H/680 M di Karbala, yang  bermula dari pengangkatan Hasan bin Ali, yang juga putra  Ali bin Abi Thalib, sebagai khalifah melalui pembaiatan, oleh:  penduduk Kufah, Hasan bin Ali dibaiat oleh penduduk Kufah sebagai khalifah.

Hal ini terjadi menurut Al-Hamid Al-Husaini dalam bukunya, Al-Husein bin Ali, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam Pada Zamannya, tahun 1978, beberapa saat sebelum Ali bin Abi Thalib meninggal dunua. Ketika itu, terungkap setelah salah seorang sahabatnya bertanya, Apakah para pengikutnya harus membaiat salah satu putranya, Husein bin Ali?.Ali bin Abi Thalib menjawab, “Aku tidak menyuruh dan tidak melarang.”

Pasca pembaiatan Hasan bin Ali justru menolaknya, dengan alasan ancaman dari Muawiyah bin Abu Sufyan di Syam hendak mencaplok dunia Islam bila khalifah jatuh pada Hasan bin Ali. Ia terus didesak penduduk Kufah, sehingga akhirnya menerimanya. Melihat sikap Muawiyah yang demikian itu mendorongnya untuk mengirim surat  kepada Muawiyah. Isi surat tersebut mengatakan ingin mengajak Muawiyah bergabung bersama-sama orang-orang telah membaiatnya sebagai khalifah.

Ajakan Hasan bin Ali dijawab sinis oleh Muawiyah dan membalas surat dari Hasan dengan menyebut dirinya lebih pantas sebagai khalifah daripada Hasan.  Muawiyah juga menyebut dirinya lebih tua usianya dan berpengalaman. Ia bahkan menyuruh Hasan bin Ali untuk mendukungnya sebagai khalifah. Semenjak itulah, pertikaian antara Hasan dengan Muawiyah dimulai, kemudian Ia mengajak pasukan dari Syam menuju Kufah menggulingkan Hasan.

Mendengar pergerakan pasukan  Muawiyah  yang berjumlah besar menuju Kufah. Hasan bin Ali, dengan semangatnya tinggi mengumpulkan penduduk Kufah yang terpilih, terlatih  bersiap melawan pasukan Muawiyah. Apa yang terjadi justru penduduk Kufah lemah mentalnya, dan hanya sebagian yang bersiap maju ke medan pertempuran. Pasukan Hasan  yang dipimpin Ubaidilah bin Abbas  ternyata berkhianat dan berbalik mendukung Muawiyah, lebih tragis lagi penduduk Kufah hendak menjatuhkannya dari  kekahalifahan di Dinasti Umayyah.

Penolakan Imam Husain As Untuk Berbaiat Dengan Yazid

Di tengah situasi tersebut akhirnya Hasan bin Ali melakukan perdamaian dengan Muawiyah, yang salah satu poin adalah menyerahkan kekhalifahan kepada Muawiyah atau  dikenal dengan istilah  Aamul Jamaah atau bersatu kembali. Namun, apa yang terjadi Pasca Muawiyah meninggal dunia tahun 15 Rajab 60 Hijrah  Yazid bin Muawiyah bersikeras dan bertekad menjadi khalifah dengan mengambil baiat dari masyarakat untuk Yazid. Padahal dalam surat perjanjian damai Imam Hasan bin Ali dengan Muawiyah tidak menyebutkan menunjuk siapa pengganti setelah dirinya. Namun, apa yang terjadi  Yazid bin Muawiyah justru  bersikeras dan tetap bertekad mengambil biat dari beberapa orang pembesar kaum muslimin yang menolak ajakan Muawiyah untuk berbaiat kepada Yazid.   pemikiran Ia berbaiat sebagai khalifah, yaitu:  Ia menulis surat kepada gubernur  Madinah  Walid bin Atabah, dan memberi kabar kematian Muawiyah.

Yazid kepada Walid menulis,” Ambillah baiat secara paksa  Hasan bin  Ali, Abdullah bin Umar, Abdurrahman bin  Abi Bakar dan Abdullah bim Zubair, serta siapa saja yang menolaknya penggallah lehernya” . Setelah itu, datang lagi surat Yazid yang menekankan,” Tulislah untukku nama orang-orang yang menerima dan menolak, dan kirimlah kepala Hasan bin Ali bersama jawaban surat kepadaku,”. Membaca surat dari  Yazid selanjutnya Walid kemudian bermusyawarah dengan Marwah bin Hakam dan mengutus Abdullah bin Amr untuk mengintai Hasan bin  Ali, Abdullah bin Umar, Abdurrahman bin  Abi Bakar dan Abdullah bin Zubair.

Saat itu Imam Hasan ke Darul Imarah di Madinah, Walid sang gubernur Madinah menemui Imam Hasan  memberi kabar kematian Muawiyah dan membacakan surat dari Yazid, yang menyebutkan Walid diperintahkan mengambil baiat dari Hasan bin Ali untuk Yazid. Mendengar isi surat dari Yazid selanjutnya Imam Hasan berkata,tidakkah engkau rela aku berbaiat dengan Yazid secara sembunyi:
aku kira tujuanmu adalah supaya aku berbaiat dengan Yazid di depan khalayak.

Mendengar jawaban Imam Hasaan, Walid menjawab ,”Pendapatku juga demikian”. Imam melanjutkan berbicara yang mengatakan,” Kalau begitu, berikan aku waktu sampai besok  untuk menyatakan pendapatku. Ketika utusan gubernur Madinah datang sore hari berikutnya ke rumah Imam Hasan menemuinya mengambil jawaban. Imam Hasan menunda lagi dengan mengatakan meminta waktu lagi di malam itu, dan disepakati oleh Walid.

Imam Hasan tidak pernah  memberi jawaban satu pun dan memutuskan meninggalkan Madinah daripada menghadiri pembaiatan Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah di Kufah. Ia  pergi ke Madinah setelah menyerahkan kekhalifahan pada Muawiyah. Tidak lama kemudian Muawiyah meninggal dunia tahun 60 Hijriyah setelah sebelumnya menobatkan Yazid bin Muawiyah sebagai putra mahkota yang akan meneruskan kepemimpinannya.

Naiknya Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah

Sepeninggal Hasan bin Ali dan Muawiyah, sejarah mencatat kebencian Muawiyah terhadap Ali bin Abi Thalib terus berlanjut.  Ketika Yazid bin Muawiyah berkuasa menggantikan ayahnya Muawiyah membenci Husein adiknya Hasan bin Ali. Sikap kebencian Yazid kepada Husein bin Ali disebut menjadi pemicu lain dari perang, atau peristiwa  pembantaian Husein dan pengikutnya di Karbala

Dalam catatan Al-Hamid Al-Husaini dalam bukunya,” Al-Husein bin Ali, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam Pada Zamannya,” tahun 1978, menyebut kebencian Muawiyah terhadap Ali bin Abi Thalib setidaknya dilatarbelakangi 3, Pertama: Fanatisme kekabilahan turun temurun, Kedua: Muawiyah mengetahui peperangan antara Quraish dengan Kaum Muslimin mengakibatkan tewas keluarga dan kerabat diujung pedang Ali bin Abi Thalib, Ketiga Muawiyah mengenal tabiat Ali bin Abi Thalib yang keras membela kebenaran dan bertindak  tegas terhadap kezaliman.

Sementara itu, Yazid bin Muawiyah naik tahta sebagai penguasa baru berkedudukan di Damaskus. Sejak Yazid menggantikan ayahnya Muawiyah sebagai khalifah Dinasti Muawiyah  mulai mengintai keselamatan Husein yang tinggal di Madinah. Yazid dengan cerdiknya menyebar mata-mata mengawasi gerak-gerik Husein bin Ali. Ia merasa tidak nyaman tinggal di Madinah, akhirnya Ia beserta keluarga pergi ke Mekah.

Sejak Yazid berkuasa membuat penduduk Kufah kecewa, dan tetap  mengharapkan Husein menjadi khalifah dengan meminta Husein ke Kufah untuk mereka baiat. Kurang lebih 100.000 penduduk Kufah mendukung Husein dibaiat dan menerima kedatangannya. Ia tidak percaya begitu saja dan mengutus Muslim bin Aqil pergi ke Kufah menyelidiki  keadaan yang sebenarnya. Tidak lama kemudian Muslimin kembali yang mengatakan penduduk Kufah telah bulat membaiat Husein sebagai khalifah.

Rencana pembaiatan Husein sampai juga didengar oleh Yazid bin Muawiyah. Yazid memang  licik dengan cerdiknya menggangkat  kepala daerah  Kufah baru dari Nu’man ke Ubaidillah bin Ziyad setelah mendengar rencana Husein akan dibaiat penduduk Kufah. Pergantian kepala daerah membuat penduduk Kufah ketakutan, dan Muslimin justru ditangkap dan dibunuh oleh Ubaidillah bin Ziyad

Tragedi Peristiwa Pembantaian di Karbala

Pasca Muslimin bin Aqil  meninggal dunia kota    Kufah berubah dratis, dan menariknya kematian Muslimin ternyata tidak segera diketahui oleh Husein. Justru keadaan seperti ini dimanfaatkan oleh Husein berangkat ke Kufah. Ia hanya lewat surat elektronik mengetahui situasi Kufah yang terima dari Muslim. Tidak diketahui secara pasti mengapa berita  kematian Nu’man kepala daerah Kufah yang dibunuh Ubaidillah tidak sampai ke Husein. Namun, Husein tetap sikeras  bertekad pergi ke Kufah, meski sudah diingatkan para sahabat mulai dari Abdullah bin Abbas hingga keluarganya Abdullah bin Ja’far, Ipar Husein untuk tidak pergi ke Kufah.

Semua nasehat berasal dari sahabat dan keluarganya tidak didengar lagi. Husein tetap nekad pergi ke Kufah bersama rombongan 18 Dzulhijah  tahun ke-60 Hijriyah. Sebelum pergi ke Kufah, Ia mengutus Qeis bin Mashar pergi Kufah memastikan keadaan situasi di Kufah. Malang nasib Qeis tertangkap oleh Ubaidillah dan dibunuh. Keadaan Kufah telah banyak berubah tekad Husein memang sudah bulat menuju Kufah.

Kedatangan Husein ke Kufah didengar pula oleh penduduk setempat, tetapi apa yang terjadi ketika Husein beserta rombongan diperbatasan Kufah justru disambut dingin penduduk Kufah kekhawatiran keluarga dan sahabat Husein agar tidak berangkat ke Kufah benar terjadi. Diketahui, penduduk Kufah awalnya berjanji setia pada Husein, tetapi kini berubah pikiran menolaknya. Kedatangan Husein juga telah diketahui oleh Ubaidillah sehingga Husein saat itu yang tiba di Karbala 61 Hijriyah di bawah pengawasan pasukan berkuda Ubaidillah  dipimpin oleh Al-Hurr bin Yazid. Tidak hanya diawasi pasukan berkuda, Ubaidillah dengan semangatnya telah menyiapkan 4000 pasukan dipimpin Umar bin Sa’ad untuk menyerang Husein bin Ali.

Peristiwa Pagi Hari Asyura

Saat waktu pagi tiba di hari Asyura Imam Husein bin Ali beserta pengikutnya seperti biasa melaksanakan shalat subuh. Usai shalat subuh Imam Husein membagi pasukannya menjadi 2 pasukan, yaitu pasukan pejalan kaki berjumlah 32 orang dipimpin oleh: Zubair bin Qain , dan pasukan penunggang kuda terdiri 44 orang dipimpin oleh Habib bin Muzhahir, dan panji perang dibawa Abbas As.

Baca :  Ingin Wisata ke Raja Ampat ?! Pilih Paket Wisata yang Tepat dan Berikut Rekomendasinya

Setelah pembentukan pasukan usai mereka membangun perkemahan, kemudian sekitar perkemahan digali dan dipenuhi semak belukar setelah itu dibakar untuk menghalangi musuh dari belakang. Jebakan berupa lubang disekitar perkemahan yang ditumbuki selak belukar dan dibakar disebut mampu memancing pasukan Kufah yang ada dibelakang perkemahan. Awalnya pasukan Syimr bin Dzil  Jausyan bersama pasukan penunggang kuda mendekat disekitar perkemahan Imam Husein dengan menabur debu dan Muslim.

Perang akhirnya terjadi antara kubu pasukan Imam Husein yang dipimpin oleh Umar bin Saad  dengan pasukan Kufah pimpinan Syimr Din Szil Jausyan. Perang tersebut dimulai setelah Umar Saad memanggil budaknya Duraid yang membawa panji perang ke arah depan. Setelah itu pelepasan anak panah ke arah pasukan Kufah dan dibalas dengan melepaskan anak panah berkelanjutan terjadilah aksi serang yang membabibuta

Peristiwa Tragedi Karbala

Dalam aksi perang tersebut Syimr din Dzil paling bersemangat memerangi Imam Husein, bahkan Ia ingin membunuh para wanita dan kemah Imam Husein di hadapannya. Dari peperangan tersebut banyak orang yang terbunuh yang memicu serangan ke segala penjuru dari pasukan Kufah. Ketika serangan penjuru berlangsung pasukan Imam Husein terbagi tiga dan empat kelompok dan mereka terus bertempur melindungi Imam Husein dan tenda dari serangan serta jarahan musuh. Mereka membunuh dan menangkis penyerang dengan pedang atau anak panah membuat serangan pasukan Umar bin Sa’ad gagal .

Dari kegagalan ini anak Umar bin Sa’ad justru provokask ke pasukan Kufah yang lain merusak tenda-tenda milik Imam Husein dari segala penjuru. Kesempatan itulah Symr  dan pengikutnya menyerang kemah dari belakang. Saat itu dengan gesitnya Zuhair bin Qain dengan 10 penolong Imam Husein menghalau serangan tersebut membuat mereka melarikan diri hingga perang berlanjut siang hari. Pertempuran tersebut banyak penolong Imam Husein mulai dari Abdullah bin Umair, Muslim bin Ausajah hingga Bukair bin Hay Tamimi. Disebutkan pula lebih dari 50 orang gugur sebagai syahid.

Perang sengit terus berlanjut sampai sore hari yang membuat Imam Husein terluka. Imam melihat sekelilingnya para sahabatnya banyak yang meninggal dunia dengan badan bercerai berai. Di sore hari perang masih berlanjut, meski sekujur tubuhnya luka parah tidak membuatnya putus asa melanjutkan perang menyerang barisan musuh dan 30 orang tersebut berhasil dikalahkan. Usai berperang Ia kembali ke kemah perempuan mengajak mereka bersabar dan menghampiri tempat pembaringan Imam Sajjad.

Ketika tengah sibuk berpamitan penghuni kemah datanglah  tiba-tiba pasukan Kufah pimpinan Umar bin Sa’ad, menyerang kemah dengan serangan anak panah bertubi-tubi menembus kain tenda membuat ketakutan yang luarbiasa penghuninya. Sejak itulah Imam Husein menyerang balik barisan musuh, lalu apa yang terjadi Imam dibawa pasukan musuh ditempat yang terpisah. Sekujur tubuh  Imam Husein  diserang anak panah oleh pasukan pimpinan Symr.

Badan Imam Husein yang dihujani anak panah membuat seluruh badannya sangat lemah. Tidak sampai disitu, dahinya dihantam sebuah batu besar dan dahinya mengalir darah segar. Tiga anak panah melesat tepat dijantung Imam dan lebih mengerikan lagi kepala Imam oleh seorang laki-laki bernama Malik bin Nusair di belah dengan pedang sampai kepala Imam Husein terbelah. Belum kering darah segar akibat pedang melukai kepala. Tiba-tiba serangan pedang bertubi-tubi menghantam tubuhnya dari pundaknya sebelah kiri dilakukan Syuraik Tamimi,  kemudian serangan anak panah pada leher oleh Sinan bin Anas. Dan  akhirnya tubuh Imam Husein jatuh tersungkur setelah  Wahab Ju’fi menusukan tombaknya ke pinggang Husein.

Saat Imam terkepung pasukan Kufah, dan melewati saat akhir kehidupannya. Datanglah seorang anak yang berada dikemah bernama Abdullah bin Hasan berusaha menolong Husein dengan menangkis pedang yang diarahkan ke Husein dengan tangan mungilnya. Apa yang terjadi tangan mungilnya terpotong sabetan pedang. Setelah kejadian itu malah datanglah  Symr  beserta sejumlah pasukan  Umar bin Sa’ad untuk  menyerang Husein habis-habisan, tetapi mereka menolaknya.

Symr tidak kehabisan akal, maka diperintahlah Khuli bin Yazid untuk memenggal kepala Husein. Apa lagi yang terjadi tangan dan tubuhnya tiba-tiba gemetar hingga jatuh tersungkur. Setelah anak buahnya gagal memenggal kepala Husein, menurut catatan sejarah Symr dengan sadisnya memenggal kepala Husein dan memberikan kepada Khuli. Dari riwayat sejarah disebutkan terdapat 33 luka tebasan pedang dan 34 luka akibat tombak.

Tragis memang tubuh Husein penuh luka tebasan pedang  dan tombak dilucuti baju dan barang-barang yang dikenakan Husein hingga Ia dibiarkan telanjang. Belum akhir jenazah Husein yang dibiarkan telanjang, jenazah itu dibiarkan diinjak-injak kuda. Tidak hanya nasib tragis menimpa Husein, 72 pemuda Bani Hasyim juga dipenggal kepalanya atas perintah Umar bin Sa’ad. Begitu mengerikan jenazah Husein, 72 pemuda Bani Hasyim. karena kepalanya terpisah dari tubuhnya, kemudian kepala-kepala suci  di kirim ke Kufah.

Pasca Tragedi Karbala

Pasca Tragedi Karbala terjadi penjarahan kemah pasukan musuh asyik melakukan penjarahan pakaian, kuda, unta, perhiasan,  hingga peralatan perang. Mereka berlomba- lomba menjarah apapun yang ada di dalam kemah Imam Husein. Sebagian yang selamat dari tragedi Karbala seperti Dhahak bin Abdullah dan Abdur Rahman melarikan diri dari tempat kejadian. Sementara Marga bin Tamamah Asadi diasingkan oleh Yazid bin Muawiyah, dan Aqabah bin Sam’an isteri Imam Husein dibebaskan, karena Ia seorang budak.

Penguburan Para Syuhada Karbala

Setelah peristiwa pembantaian berlalu akhirnya jasad para syuhada Karbala dikuburkan, tetapi dalam perjalanan sejarahnya terjadi perbedaan pendapat tentang kapan penguburan itu dilakukan. Ada yang menyebut hari ke-11 setelah Umar bin Sa’ad keluar dari Karbala. Sebagian yang lain berkeyakinan penguburan tersebut terjadi hari ke-13. Ulama dan sejarawan Ahlisunah berkeyakinan acara penguburan itu dilakukan 11 Muharam 61 Hijriyah.

Konon kabarnya, Umar bin Sa’ad hanya menguburkan jasad-jasad pasukannya yang berjumlah 88. Dan membiarkan jasad-jasad para Syuhada tetap berada di atas tanah. Usai kepergian Sa’ad berdasar beberapa pendapat menyebut sejumlah kelompok dari Bani Asad yang tempat tinggalnya berada dekat Karbala datang ke medan pertempuran. Mereka datang mendapati tubuh tanpa kepala milik Imam Husein beserta pengikutnya tergeletak di tanah.

Selanjutnya mereka menshalati dan menguburkannya ketika malam telah tiba dan setelah merasa aman dari musuh. Kuburan Imam Husein dikenal pusara Imam Husein dan Ali Asghar berada di bawah kaki kanan ayahnya Ali bin Abi Thalib. Pusara lain yang terletak di atas kepala Imam Husein yang sekarang dikenal pusara Habib bin Mazhahir.

Kisah Kepala Imam Husein Dirawat oleh Pendeta Nasrani

Dikisahkan dalam buku berjudul Jejak-jejak Keturunan Muhammad di Aleppo yang ditulis Syeikh Ibrahim Nasralla, menyebutkan setelah trategi Karbala rombongan Imam Ali Zainal yang datang dari Kufah sempat singgah,  berhenti di kota Aleppo beristirahat sejenak. Saat itu beristirahat dekat biara kemudian diceritakan para pendeta dan biara melihat cahaya terang keluar dari kepala Imam Husein yang diarak oleh tentara Yazid tahun 61 H.

Para  pendeta dan biara  mengetahui para tawanan itu keluarga Nabi kemudian salah seorang biarawan bertanya,” Kepala-kepala siapakah ini.”Pertanyaan tersebut dijawab dengan menjelaskan,”ini kepala cucu Nabi, keluarga dan pengikutnya”. Mendengar jawaban tersebut seorang biarawan mengatakan ,” Celakalah kalian karena telah memperlakukan keturunan Nabi seburuk ini”! . Seorang biarawan berkata lagi,” Aku akan pinjam kepala cucu Nabi itu biar dengan membayar tinggi sekalipun.”

Ternyata rayuan biara tersebut mampu meluluhkan hati tentara  dengan uang yang ditawarkan oleh kepala biara itu yang begiti banyak. Tak lama kemudian mereka para tentara Yazid menyerahkan kepala Imam Husein untuk bermalam di biara. Usai menerima kepala Imam Husein, seorang pendeta meletakannya di atas batu dan dicuci setelah itu disisir rambutnya diberi minyak wangi. Usai dibersihkan akhirnya dikembalikan kepada tentara Yazid. Menariknya setelah mencuci kepala Imam Husein konon kabarnys pendeta tersebut langsung memeluk Islam

Penguburan Kepala Imam Husein bin Ali

Kepala Imam Husein bin Ali  diarak berbagai kota mulai kota Kufah, Aleppo, Asqalan, Mesir  hingga kota Suriah kehadapan Yazid bin Muawiyah bersama syuhada lainnya. Ketika kepala berada ditangan Atikah, anak perempuan Yazid yang juga isteri Abdul Malik bin Mawar. Ia merawatnya dengan baik mencuci rambut kepala dan memberi mewangian. Setelah itu, kepala tersebut dikafani dan dikuburkan di samping pusara Sayidah Fatimah Zahra, pekuburan Baqi, Madinah. Tidak lama kepala Imam tersebut dibongkar dan dikuburkan di samping badan suci Imam Husein bin Ali.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Digital

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

Published

on

Foto Ditjen Aptika, kominfo

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika targetkan hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat mendapatkan literasi di bidang digital.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Guna merealiasikan target itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kegiatan webinar yang berlangsung melalui zoom di Kepulauan Riau pada Rabu (18/09/2021) menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau dan narasumber lainnya, sementara Walikota Batam Muhammad Rudi sebagai Keynote Speaker.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Zulhendri, M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau pada pilar Kecakapan Digital dengan tema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet” menjabarkan tentang hal-hal positif ber-internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

“Kreatif di internet, antara lain sumber inspirasi positif, mampu menangkap peluang, serta menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan dalam pemanfaatan internet secara positif. Aman di internet, meliputi selalu hindari mengunggah data atau informasi pribadi, ingat dan simpan password dengan baik, usai online selalu log out, waspada jika berkomunikasi dengan orang yang abru dikenal, serta patuhi batasan umur,” ucapnya.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar, M.SN selaku dosen, seniman, komposer, dan editor mengangkat tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Setya menjelaskan dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

“Jejak digital merupakan sesuatu yang permanen, terdiri dari jejak digital pasif dan aktif. Jejak digital pasif merupakan data yang diciptakan tanpa sadar, data yang ditinggalkan saat menjelajahi atau mengakses sebuah situs. Jejak digital aktif merupakan data yang sengaja ditinggalkan atau secara sadar dibuat atau tinggalkan saat mengisi atau menambahkan konten pada suatu situs,” jelas Setya.

Prinsip dasar berdemokrasi di era digital, meliputi memahami apa itu demokrasi, mengikuti perkembangan iptek, mengusai atau memiliki kecakapan dalam dunia digital, serta bermedia dengan cerdas.

“Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik,” jelasnya.

Dilanjutkan pilar Budaya Digital oleh Adimaja, S.T., M.M., MMG selaku Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mengangkat tema “Literasi Digital Dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme dan Separatisme”.

Baca :  Zona Merah Penyebaran Covid-19, Twitter Diramaikan #Respectsurabaya

Adimaja menjelaskan kenali doktrin radikal di internet melalui, beriman, berjihad, dan hijrah. Proses radikalisme dengan cara melakukan pendekatan kemudian membuat grup whatsapp, perekrutan jadi anggota, pembantaian atau pengambilan sumpah, dan pembinaan.

Identifikasi korban, melalui perubahan signifikan pada sikap mental yang mendua, meninggalkan keluarga dan sekolah karena kegiatan yang intens, cenderung menjadi pribadi yang tertutup dan tertekan jiwanya, manipulatif serta minim empati.

“Tips untuk mengantispasi radikalisme antara lain, teliti keabsahan organisasi, teliti susunan pengurus dan alamat resmi, pelajari agama dengan paripurna pada ahlinya, kenali modus perekrutan gerakan radikal, tolak dengan tegas bila diajak kajian-kajian yang sembunyi-sembunyi, kritis, serta berdialog dengan orang lain bila mendapatkan materi yang sulit dimengerti,” ucap Adimaja.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh Harmen, M.KOM selaku Kepala SMAN 28 Batam mengangkat tema “Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax”.

Harmen membahas hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar adanya dan diverifikasi kebenarannya. Dengan kata lain, sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

Ciri-ciri berita hoax, antara lain didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar, berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca, dan diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas.

Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax.

Sementara itu, jenis hoax yang patut dicurigai meliputi hoax virus, hoax kirim pesan berantai, hoax urban legend, hoax dapat hadiah gratis, hoax tentang kisah menyedihkan, serta hoax pencemaran nama.

Webinar diakhiri, oleh Grace Amalianty selaku Influencer dengan Followers 65,3 Ribu. Grace menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narsumber, berupa positif di internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

“Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Batam

Member ASR, Menginap 2 Malam Bayar 1 Malam di Tiga HARRIS Hotels Batam

Published

on

Foto aplikasi harris hotel, HARRIS Hotels Batam

KUTIPAN.CO – Sudahkah anda mendaftar menjadi anggota Ascott Star Rewards (ASR) ? Ini waktu yang tepat, jika belum menjadi anggota ASR (gratis untuk mendaftar).

Anda harus memanfaatkan promo di bulan September 2021 ini yakni menginap 2 malam hanya bayar 1 malam di ketiga HARRIS Hotels di Batam (HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center & HARRIS Resort Barelang Batam).

Promo ini berlaku untuk pemesanan sampai tanggal 15 September 2021 melalui website atau aplikasi Discover ASR. Untuk melakukan pemesanan bisa melalui 3 HARRIS Hotels Batam yakni :

HARRIS Resort Waterfront Batam : https://bit.ly/FAMILYHOLIDAY
HARRIS Hotel Batam Center : https://bit.ly/HARRISBTMCTR
HARRIS Resort Barelang Batam : https://bit.ly/HARRISBARELANGSTAYCATION

Anda dapat memilih tanggal menginap di ketiga hotel ini sampai dengan tanggal 31 Desember
2021.

Melalui promo ASR, Anda dapat menginap selama dua malam berturut – turut di HARRIS Resort Waterfront Batam dengan harga Rp.415.000 per malam, HARRIS Hotel Batam Center dengan harga Rp. 480.000 per malam dan di HARRIS Resort Barelang Batam dengan harga Rp. 564.000 per malam.

Baca :  Naik Jet Ski Safari dapat fasilitas menginap di HARRIS Resort Barelang Batam

Dila Bachmid selaku Marketing & Branding Manager Shared Service HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam menjelaskan, semua tamu dapat menikmati promo menginap 2 malam dan bayar 1 malam di semua hotel-hotel jaringan TAUZIA Hotels Management yang merupakan bagian dari The Ascott Limited.

Sementara itu, Viki Wahyudi sebagai Marketing & Branding Manager HARRIS Resort Barelang Batam juga menambahkan, sayang sekali promo ini untuk dilewatkan karena untuk tamu-tamu bisa merencanakan liburan hingga 31 Desember 2021.

“Tunggu apa lagi ayo daftar jadi member Ascott Star Rewards (ASR) dan nikmati semua benefit yang ditawarkan,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Digital

Dapat Pendanaan 585 Miliar Zipmex Rilis Tiga Produk Baru

Published

on

Tentang ZMT Zipmex

KUTIPAN.CO – Usai mendapatkan pendanaan sebesar Rp 585 Miliar, broker aset kripto Zipmex menggunakan dana tersebut untuk pengembangan pada lini bisnis dengan merilis sejumlah prduk baru.

CEO Zipmex, Marcus Lim membeberkan adapun produk baru itu yakni, ZipCard, ZipWorld dan ZipLauch, yang awal Agustus 2021 kemarin Zipmex telah memperkenalkan satu produk dari 3 produk barunya yakni Zipmex Card (ZipCard) dan akan diluncurkan pada akhir tahun 2021.

Zip Card kata Marcus Lim merupakan kartu pembayaran yang didukung oleh Visa, yang tujuannya nanti, pemilik kartu tersebut dapat meggunakan Zipmex Card yang berisi aset digital untuk berbelanja di lebih dari 70 juta merchat dari jaringan global visa.

Lalu produk lainnya yakni ZipWorld, meski belum diluncurkan secara global, produk ini telah lebih dahulu menyapa publik di Thailand dalam versi beta. Kegunaan dari ZipWorld ini akan memberikan ruang bagi penggunanya dalam menikmati produk lifestyle eksklusif.

Baca :  Ingin Wisata ke Raja Ampat ?! Pilih Paket Wisata yang Tepat dan Berikut Rekomendasinya

Sedangkan satu produk lagi yakni Z Launch, produk ini adalah platform akses eksklusif pengguna Zipmex untuk bisa berinvestasi pada aneka token baru. Jadi para investor ZMT nantinya dapat berinvestasi token baru dengan menggunakan token ZMT di produk Z Launch tersebut.

Marcus Lim mengaku, produknya telah mendapat ijin sesuai dengan regulasi disejumlah negara yang saat ini beroperasi, seperti di Indonesia, Thailand, Singapura dan Australia. DIketahui pengguna Zipmex di Indonesia mencapai angka 35 – 40 persen dari total pengguna Zipmex.


Penulis : Kiky
Editor : Fikri
Source : Kontan

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Foto Ditjen Aptika, kominfo Foto Ditjen Aptika, kominfo
Digital13 jam ago

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat...

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam14 jam ago

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga20 jam ago

UPDATE Covid-19 Lingga 17 September : 1 Kasus Aktif 1 Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Jumat 17 September 2021, terdapat penambahan kasus aktif, 1 kematian...

Kapal Asing di Laut Natuna Utara Kapal Asing di Laut Natuna Utara
Nasional20 jam ago

Pangkoarmada I : Issue Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara Tidak Benar

KUTIPAN.CO – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P melakukan patroli udara, guna memastikan kebenaran...

Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja
Kutipan Berita20 jam ago

Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

KUTIPAN.CO – Lantaran ingin punya motor sendiri untuk dipakai balapan, YB (16) anak dibawah umur nekat mencuri motor di Jalan...

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL
Kepri1 hari ago

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P...

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Nasional2 hari ago

Kemenhub RI Minta Maaf Atas Intimidasi Wartawan di Batam

KUTIPAN.CO – Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahpahaman dalam penanganan keamanan yang terjadi pada salah...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga2 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 16 September : Nihil Penambahan Kasus Aktif dan 1 Kasus Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Kamis 16 September 2021, nihil penambahan kasus aktif, 1 kasus...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12