Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Riau

Penerima Bantuan Sembako di Riau, Rumahnya Diberi Tanda ‘Keluarga Miskin’

Penerima bantuan di cap keluarga miskin | Foto : Istimewa

KUTIPAN.CO – Agar pembagian paket bantuan sembako tidak tumpang tindih atau adanya warga yang menerima dua kali, Pemkot Pekanbaru cap atau tandai rumah warga rumah warga yang telah menerima bantuan paket sembako Covid-19 dengan tulisan ‘Keluarga Miskin’.

“Setiap rumah penerima bantuan akan ditulis sesuai dengan nama program, agar tidak tumpang tindih,” kata pejabat Humas Pemko Pekanbaru Irba Sulaiman, Rabu (7/5/2020).

Menurutnya, Pemko tidak mau ada warga yang menrima bantuan sembako dua kali menerima, maka hal terbut merupakan solusi sebagai tanda atau pengingat.

“Ini salah satu cara agar tidak terjadi tumpang tindih. Karena pembagiannya ada dari pemerintah pusat, ada Pemprov Riau, dan Pemko Pekanbaru. Jangan sampai ada yang menerima dua kali,” kata Irba.

Hal tersebut sebagai antisipasi kedepannya, sebab bila pembagian sembako tidak sesuai ketentuan, akan menjadi temuan yang berisiko berhadapan dengan hukum.

“Kami menerima surat edaran dari KPK terkait penyaluran dana bantuan ini. Makanya kami berikan tanda agar tidak terjadi kesalahan dalam pendistribusian bantuan,” katanya.

Terkait penulisan tersebut menuai pro dan kontra, menurut pengamat sosial di Riau Dr Rawa El Amady mengatakan penulisan ‘keluarga miskin’ dinilai kurang etis.

“Langkah Pemko Pekanbaru menempelkan sesuatu atas bantuan ke masyarakat secara sosiologis dan psikologis merupakan tindakan yang tidak etis dan merendahkan martabat kemanusiaan. Kalau mau beri tanda, tanda yang tidak diskriminatif,” kata Rawa.

Menurutnya, penulisan kalimat tersebut akan berdampak pada anak-anak yang orang tuanya menerima bantuan.

“Terutama bagi anak-anaknya yang akan mendapat ejekan dari teman-temannya. Janganlah, karena ketidakmampuan pemerintah, beban psikologisnya diserahkan ke masyarakat. Yang harus diketahui pemerintah bahwa kemiskinan yang terjadi ini salah satu sebabnya adalah kemiskinan struktur di mana pemerintah ada di dalamnya,” kata Rawa.

Editor : Fikri
Source : Detik.com

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply