
KUTIPAN – Penemuan jasad seorang wanita muda yang terkubur dangkal di belakang rumah warga di Setajam, tak jauh dari SMA Negeri 2 Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Korban diketahui bernama Syafitri Yana. Ia ditemukan warga pada Selasa (28/4/2026) dalam kondisi terkubur dangkal di belakang rrumah kosong tak jauh dari kediamannya.
Fakta mengejutkan terungkap, menurut Suarman atau yang akrab disapa Nanang, korban merupakan istri dari Zakaria.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Nanang menyampaikan harapannya agar sang adik segera pulang dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
“Harapan dari saya, cepat dia pulang menyerahkan diri, jangan menyusahkan saya abangnya di sini,” ungkap Nanang kepada wartawan saat proses autopsi di TPU Telek, Kamis (30/4/2026).
Nanang mengaku kondisi ini membuat dirinya tertekan. Ia harus bolak-balik memenuhi panggilan aparat kepolisian sejak kasus tersebut mencuat.
“Saya dimintai keterangan terus sama pihak hukum, turun naik kantor polisi, kerja pun tidak tenang. Harapan saya biar dia segera menyerahkan diri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa situasi ini tidak hanya berdampak secara emosional, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Sementara itu, proses autopsi terhadap jenazah Syafitri Yana telah dilakukan pada Kamis (30/4/2026). Setelah proses tersebut selesai, jenazah langsung dimakamkan pada malam harinya di TPU Telek.
Kakak ipar korban, Suarman alias Nanang, berharap agar adiknya yang juga suami korban segera pulang dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
“Harapan dari saya, cepat dia pulang menyerahkan diri, jangan menyusahkan saya abangnya di sini,” ujar Nanang kepada wartawan saat proses autopsi di TPU Telek, Kamis (30/4/2026).
Nanang mengaku, sejak kasus ini mencuat, dirinya terus dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-harinya terganggu.
“Saya dimintai keterangan terus sama pihak hukum, turun naik kantor polisi, kerja pun tidak tenang, harapan saya biar dia segera menyerahkan diri,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian mengungkap hasil autopsi terhadap jasad korban. Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menyampaikan bahwa terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, khususnya di bagian leher.
“Hasil autopsi kedokteran forensik, kekerasan tumpul pada leher yang mengakibatkan patahnya tulang lidah dan mengakibatkan mati lemas,” kata AKBP Pahala Martua Nababan, Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan, dari hasil analisis forensik, kuat dugaan korban meninggal dunia akibat tindakan pencekikan.
“Kekerasan tumpul pada leher, berdasarkan pola dan gambarannya sesuai dengan kasus cekik,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi masih belum menemukan keberadaan Zakaria alias Jaka, yang diketahui merupakan suami korban. Namun, upaya pencarian yang dilakukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Lingga belum membuahkan hasil.
“Kita juga mencari keberadaan suami, kita tidak berhasil menemukan suami dari korban,” ujar AKBP Pahala.
Setelah proses autopsi selesai, jasad Syafitri Yana langsung dimakamkan pada Kamis (30/4/2026) malam di TPU Telek.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara terang peristiwa yang menewaskan wanita muda tersebut.
Laporan: Dito Editor: Fikri




