Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Lewat Batam Wajib Swab

  • Bagikan
Pekerja Migran Indonesia Lewat Batam

KUTIPAN.CO – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang melalui kota Batam wajib di swab, hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Selasa (20/4/2021)

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pihaknya bersama Forkopimda selain membahas perkembangan Covid-19 juga sekaligus membentuk tim guna menangani pemulangan PMI melalui Kota Batam. Dalam rapat tersebut forum mempercayai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan sebagai Kepala Satgas Pemulangan PMI melalui Batam.

“Melalui tim ini, arahan BNPB terkait prokes dan aturan dari Menkes ditegakkan. Contoh semua yang pulang melalui Batam wajib swab,” ungkap Rudi.

Dalam rapat tersebut Rudi langsung menanyakan kesiapan sarana pendukung tes PCR kepada BTKLPP Batam. Untuk mesin PCR, Batam saat ini memiliki 7 mesin PCR, 3 diantaranya di BTKLPP, kemudian RSKI Galang 1, RS Bhayangkara 1, RSUD Embung Fatimah 1 dan RS BP Batam 1.

“Soal reagen kalau masih kurang, pak Doni (Kepala BNPB) sudah janji akan kasih berapapun,” katanya.

Sementara terkait kemampuan penampungan atau tempat karantina PMI, Rudi mengatakan sejak awal pihaknya sudah menyiapkan baik rumah sakit pemerintah maupun yang didukung rumah sakit milik swasta. Kapasitas pada rumah sakit sebanyak 2.151 tempat tidur dan kapasitas fasilitas pendukung karantina sebanyak 1.570 orang.

“Kalau tak cukup juga rusun-rusun akan kami gunakan,” tambah dia.

Salah satu persoalan yang kini dihadapi adalah limit waktu singgah PMI 5×24 jam sebagaimana ketentuan. Sementara tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 bakal berlaku penutupan moda angkutan baik darat, udara maupun laut. Maka diperlukan dispensasi waktu bagi PMI yang bersangkutan.

Hal ini juga disampaikan Rudi dalam rapat bersama BNPB. Masalah lain yakni biaya operasional penanganan PMI (Permakanan, Tempat Karantina, Transportasi dan SDM).

Selain itu juga terdapat PMI yang dokumen PCR Test diduga palsu dan tidak dilakukan pemeriksaan PCR di Malaysia.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan