Pemkab lingga saat sidak toko di Dabo Singkep (Foto : Ramadhan)

KUTIPAN.co, Lingga – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Lingga terus melakukan pemantauan terkait ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok serta barang kadaluarsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Ekonomi dan SDA Setda Lingga Zafrinaldi mengatakan, bahwa sidak ini bertujuan untuk memantau ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok/pangan strategis dan barang kadaluarsa menjelang Nataru.

“Dalam sidak tersebut kita lakukan pengecekan dan pendataan barang bahan sembako di Kecamatan Singkep, Kecamatan Lingga dan Kecamatan Lingga Utara,” kata Zafrinaldi, Sabtu (21/12/2019)

Zafrinaldi menyampaikan, untuk lokasi ada beberapa tempat yang menjadi sasaran seperti di pasar sayur, pasar ikan, agen, distributor, toko dan pengecer secara sampling.

Ditemukan ada beberapa harga bahan sembako yang naik namun tidak begitu signifikan. Pasalnya harga pendapatan dari agen atau produsen dari Jambi dan Tanjungpinang mengalami peningkatan harga penjualan.

“Namun kenaikan tersebut hanya untuk beberapa komoditas tertentu saja seperti telur ayam broiler, bawang merah jawa, dan beberapa harga cabe. Sementara bahan pokok seperti beras, gula pasir, mentega, dan tepung terigu jumlah ketersediaan stok cukup dan harga masih stabil menjelang Nataru, dan untuk BBM dan gas 12 kg insyaallah stabil,” beber Zafrinaldi.

Zafrinaldi menuturkan, namun hampir semua harga ikan laut yang mengalami fluktuatif. Pasalnya ada beberapa lokasi spot nelayan mengalami iklim angin utara seperti di Daik Lingga dan Senayang.

“Dikarenakan faktor angin musim utara sudah memasuk ke wilayah Kabupaten Lingga sehingga mengakibatkan arus gelombang laut menjadi kuat dan harga ikan menjadi fluktuatif,” tuturnya.

Sementara itu, untuk barang yang ditemukan sudah kadaluarsa telah diamankan oleh bidang perdagangan Kabupaten Lingga untuk dijadikan sampel dan barang bukti guna untuk pemusnahan oleh tim bersama TPID Kabupaten Lingga.

Selain itu, tim dari Dinkes Kabupaten Lingga juga menemukan adanya beberapa obat berlogo biru yang sampai saat ini masih diperjual belikan baik di toko maupun di minimarket.

“Obat berlogo biru ini juga diamankan, namun masih terus dilakukan sosialisasi dan pembinaan oleh tim dari Dinkes Lingga. Obat tersebut boleh saja diperjualbelikan akan tetapi harus adanya penanggungjawab dari Tenaga Teknis Keparmasian (TTK),” jelas Zafrinaldi

Adapun jenis obat yang berlogo biru yang ditemukan diantaranya yakni konidin, mixagrip flu, dan paramex serta beberapa obat lainnya.

Penulis : Ramadhan
Editor : KRI