Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga bersama PT. Timah Pangkal Pinang tengah membahas terkait eksplorasi serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Lingga.

Perwakilan PT. Timah Pangkal Pinang Ahmadi mengatakan, ada beberapa lokasi yang diajukan pihaknya yakni di Pulau Singkep dengan berbagai pecahan titik wilayah sebagai IUP eksplorasi PT. Timah Tbk secara administratif masuk dalam wilayah Provinsi Kepri.

“Untuk di pulau singkep terdapat 3 titik yang ingin diajukan yakni berada di barat daya (blokS1) 2.673,06 ha, tenggara (bloks2) 3.362,10 ha, dan selatan (bloks3) 3.777,26 ha,” papar Ahmadi, Rabu (6/11/2019)

Sementara itu, terkait pembahasan masalah WIUP, Plt Kepala Dinas PTSP Kabupaten Lingga Fahrurrazi mengatakan untuk masalah perizinan bukan dipegang oleh Kabupaten Lingga.

“Melainkan hanya mendapatkan rekomendasi Bupati Lingga yang nantinya ditindaklanjuti ke Gubernurt Kepri. Dan nantinya kami minta kepada Provinsi Kepri agar dapat di overlay dengan peta yang ada di TR,” kata Fahrurrazi.

Fahrurrazi menuturkan, untuk kerjasama pertambangan timah tersebut diperkirakan akan berlangsung selama jangka waktu lebih kurang 10 tahun yang menyesuaikan dengan keadaan.

“Disamping itu kerjasama ini juga harus ada izin pertambangan berdasarkan kesepakatan antara masyarakat, Kepala Daerah Kabupaten dan Kepala daerah Provinsi,” ujarnya

Bupati Lingga Alias Wello berharap kerjasama ini akan terus berlanjut sesuai dengan harapan dari masyarakat Kabupaten Lingga.

“emoga kerjasama ini akan terus berlanjut dan silaturahmi kita tetap terjaga dan mendapat ridho dar Allah SWT,” harap Awe

Penulis : KRI
Editor : Agedas