Pemda Lingga Gesa IPR dan WPR Timah Blok Singkep dan Daik

  • Bagikan
IPR dan WPR Timah Blok Singkep dan Daik
Bupati Lingga

KUTIPAN.CO – Guna memberikan kepastian hukum dalam perijinan pertambangan serta wilayah pertambangan bagi masyarakat, sekaligus salah satu upaya membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga gesa Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) terkait eksplorasi bijih Timah.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar mengaku kegiatan pertambangan rakyat khususnya penambangan bijih timah di Kabupaten Lingga ini segera terealisasi, sehingga masyarakat dapat bekerja.

“Kalau saya inginnya cepat terealisasi untuk pertambangan rakyat khususnya timah. Tentunya banyak peluang bagi masyarakat kita untuk bekerja,” kata Nizar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (27/9/2021)

Untuk teknisnya, Nizar meminta untuk berkoordinasi dengan tenaga ahli bidang hukum dan pemerintahan.

“Karena untuk teknis tenaga ahli yang turun langsung dan mengetahui secara terperinci,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Kabupaten Lingga, Rudi Purwonugroho mengatakan, upaya pengajuan IPR dan WPR ini sudah sangat lama digesa Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, hanya saja saat itu terkendala persoalan transisi perundang-undangan.

“Kita memang sudah sangat lama mengajukan IPR ini ke pusat dan sampai saat ini lagi digesa, mudah-mudahan tidak terlalu lama IPR kita mendapat persetujuan dari kementerian. IPR dan WPR kalau tak salah tahun 2017, saat itu untuk di Singkep ada 4 blok, sementara untuk di wilayah Lingga belum ada,” kata Rudi Purwonugroho, saat dihubungi, Senin (27/09/2021)

Adapun kendala saat itu, kata Rudi Purwonugroho terkait persoalan transisi perundangan-undangan yang lama ke undang-undang yang baru, karena kewenangan dikembalikan ke pusat, cuma tidak menutup kemungkinan nanti ada pendelegasian sebagian kewenangan kepada Provinsi Kepri, diantaranya itu adalah penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat.

“WPR di Pulau Singkep berdasarkan surat edaran Kementerian ESDM, untuk sekarang yang sudah mengajukan PT Citra Persada Mulia (CPM), ke PTSP Kabupaten Lingga kemudian sudah diserahkan perlengkapan tata ruang nya pada PUPR kita, infonya sudah sampai di kementerian,” ungkap Rudi

Menurut Rudi, dengan adanya IPR dan WPR tersebut sangat memberikan dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat mengingat bijih timah sangat familiar ditengah masyarakat Kabupaten Lingga khususnya Pulau Singkep, berbeda halnya dengan pertambangan pasir dan bauksit yang tidak familiar ditengah masyarakat Kabupaten Lingga.

“Artinya kalau IPR ini sudah bisa kita munculkan, Insya Allah masyarakat kita terbantu, karena masyarakat Singkep pada khususnya dan Kabupaten Lingga pada umumnya sangat familiar sama Timah ini, berbeda dengan tambang pasir tidak teralu familiar apalagi Bauksit,” katanya

Ditambahkan Rudi Purwonugroho, Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Provinsi sangat responsif terkait pertambangan rakyat ini, bahkan Gubernur Kepri menambahkan WPR di wilayah Daik sebanyak 4 blok.

“Insya Allah kalau ini terealisasi bisa menyerap lapangan pekerjaan ribuan orang. Pemerintah Daerah kita menggesa dan segala pengajuan perijinan yang masuk ke PTSP kita langsung direspon. Dan Pak Gubernur Ansar sangat respon, bahkan sudah mengeluarkan penambahan WPR di Singkep, dan Daik yang selama ini tidak ada WPR, ternyata pak Gubernur memunculkan WPR untuk di Daik Lingga, kan ini luar biasa,” ujarnya

Salah satu perusahaan yang telah merintis untuk pengolahan bijih timah agar dapat diekspor yakni PT Citra Persada Mulia yang sudah membangun smelter di Tanjung Uncang, Kota Batam. Bahkan Bupati Lingga Muhammad Nizar dan Ketua DPRD Lingga sudah melakukan kunjungan ke smelter tersebut.

“Ada yang bertanya kenapa smeltern-nya tidak di Lingga, karena kalau di Lingga kajian cost yang dikeluarkan terlalu tinggi untuk peralatannya karena alat-alatnya Impor, itu salah satu dasarnya. Pak Bupati dan Ketua DPRD juga sudah datang berkunjung melihat tempat Smelter PT CPM ini. Diperkirakan sekitar bulan Oktober ini akan merilis untuk ekspor perdana,” ungkapnya

Saat disingung wacana akan beroporasinya kembali PT Timah, Rudi membeberkan, ada terjadinya tumpang tindih antara wilayah eksplorasi PT Timah dengan Wilayah Pertambangan Rakyat.

“PT Timah memang sudah mengajukan pada Dirjen, nah dari 4 blok yang diajukan ternyata ada overleaf dengan wilayah penambangan rakyat. Dari yang diajukan dari PT Timah itu memang tumpang tindih dengan wilayah penambangan rakyat, untuk sementara tidak disetujui yang blok tumpang tindih itu,” ungkapnya


Report : Fikri dan Wandy (kolaborasi)
Editor : Fikri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan