
KUTIPAN – Pembangunan prasarana dan sarana di luar kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna (SKPT) terus dikebut. Proyek yang berlokasi di Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna ini merupakan hibah dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dan ditargetkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kelautan dan perikanan yang modern dan terintegrasi.
Project Manager pembangunan pasar JICA, Muhammad Arif Pratama, menjelaskan bahwa progres fisik proyek mencapai 6,591 persen, sedikit melampaui rencana awal sebesar 6,517 persen.
Menurutnya pembangunan fasilitas di luar kawasan SKPT nantinya memiliki peran strategis dalam menunjang kelancaran operasional pelabuhan perikanan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kelautan secara menyeluruh.
“Keberadaan prasarana dan sarana ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan fasilitas inti di dalam kawasan SKPT. Tujuannya agar aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” jelasnya. Sabtu, (28/02).
Setelah rampung, kawasan penunjang ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti dermaga on-loading untuk kapal nelayan, pasar ikan dan sentra kuliner, cold storage berkapasitas 30 ton, pabrik es, power supply, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), area parkir, taman, serta fasilitas pendukung lainnya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Dengan adanya cold storage dan pabrik es, kualitas ikan dapat terjaga lebih lama, sementara pasar ikan dan sentra kuliner akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, pembangunan kawasan ini diyakini akan memperluas dampak ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir Natuna.
Infrastruktur di luar kawasan SKPT berfungsi sebagai penopang utama ekosistem kelautan dan perikanan, sehingga operasional SKPT dapat berjalan optimal dan manfaat ekonominya menyebar luas.
Dengan dukungan hibah dari Pemerintah Jepang melalui JICA, Natuna kini selangkah lebih maju dalam mewujudkan kawasan perikanan terpadu yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.




