Beranda Klik News Pelangi Budaya Studio Meriahkan Malam Seni Serumpun di Tembilahan

Pelangi Budaya Studio Meriahkan Malam Seni Serumpun di Tembilahan

Pelangi Budaya Studio Saat tampil di Panggung Utama Lapangan Gajah Mada, Tembilahan Kabupaten Inhil Provinsi Riau (Foto : Istimewa)

Indragiri Hilir – Sanggar Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten karimun, Kepulauan Riau (Kepri) meriahkan pagelaran Seni Serumpun dalam rangka Festival Bumi Sri Gemilang XVIII tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Sabtu (16/11/2019)

Koreografer PBS, Ahadian Zulseptriadi menjelaskan bahwa pihaknya membawakan satu tarian dengan nama ‘Riak Beriring’ yang terdiri dari 8 penari. Tarian riak beriring tersebut ditampilkan di Panggung Utama Lapangan Gajah Mada, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir itu terinspirasi dari alam.

“Tarian Riak Beriring merupakan inspirasi dari keelokan, keindahan dan keharmonisan alunan dan candaan riak air dan buih dilautan, ketika disinari cahaya bulan dan matahari riak dan buih seakan-akan menari-nari mengikuti irama tiupan angin yang berhembus,” jelas Ahadian.

Tarian riak beriring ini dikatakan Ahadian terinspirasi dari keelokan, keindahan dan keharmonisan alunan dan candaan riak air dan buih dilautan. Ketika disinari cahaya bulan dan matahari riak dan buih seakan akan menari-nari mengikuti irama tiupan angin yang berhembus.

“Jadi gerakan riak dan buih ini di interpretasikan ke dalam garapan ini dengan menggunakan idium-idium gerakan zapin yang santun anggun namun sesekali bisa berubah menjadi tegas dan dinamis bak ombak yang mengganas dilauta lepas,” ungkap Ahadian.

Penari dan Kru Pelangi Budaya Studio Karimun Tampil di Gelar Seni Serumpun Inhil Riau (Foto : Kutipan.co)

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Inhil, Drs. R. Indra maulana mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan setiap tahunnya di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

“Gelar Seni Serumpun ini kita gelar sempena acara festival Bumi Sri Gemilang yang memang kita adakan setiap tahunnya. Dan tahun ini untuk yang ke 18 kalinya,” ujar Indra.

Indra menuturkan, dengan diadakan kegiatan tersebut, mampu memberi ruang kepada para seniman tari maupun musik untuk mengasah talenta dan kemampuan dibidangnya.

“Tujuannya untuk memberikan ruang, tempat anak muda, seniman, penari dan pemusik untuk mengapresikan bakat talenta. Sehingga mereka dari berbagai daerah maupun diluar negeri bisa memberikan suatu inspirasi serta wawasan kepada mereka untuk berkembang kedepannya,” beber Indra

Indra menjelaskan, untuk peserta yang tampil dari luar kota Inhil, dilakukan seleksi oleh panitia. Dimana seleksi yang dilakukan pertama mendekati kultur budaya serta memiliki kualitas.

“Untuk utusan dari luar kita seleksi. Memang beberapa daerah banyak yang minta untuk tampil tapi kita seleksi, kita cari pertama mendekati dengan kultur budaya kita, kemudian yang mempunyai kualitas, seperti dari Tanjung balai Karimun, kita baca kurikulum sanggarnya bagaimana, tidak hanya itu dari luar negeri juga,” ungkap Indra.

Indra berharap, dengan adanya kegiatan Gelar Seni Serumpun Festival Bumi Sri Gemilang dapat menjalin silaturahmi yang erat baik di daerah maupun negara serumpun.

“Harapan kita dengan adanya kegiatan ini, dapat mempererat jalinan silatuhrahmi antara negara serumpun, antara luar kota yang punya seni budaya yang hampir bersamaan bisa menjalin erat dan saling dukung mendukung.” sambungnya.

Tidak hanya Sanggar Pelangi Budaya Studio yang akan tampil di Gelar Seni Serumpun Festival Bumi Sri Gemilang XVIII tahun 2019, sanggar dari Singapura, Malaysia, Nangro Aceh Darusalam, Kabupaten Banyu Asin, Jambi, kabupaten Deli Serdang, Padang Panjang dan Tembilahan juga akan turut memeriahkan Panggung Utama Lapangan Gajah Mada malam ini.

Editor : Agedas