Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Batam Ditangkap Polisi, 2 Pelaku DPO

IMG WA

Pelaku pembobolan spesialis rumah kosong yang terjadi beberapa waktu lalu di dua TKP yang berbeda berhasil diamankan Tim Opsnal Jatanras Polda Kepri, pada Selasa (12/4/2022).

Harris Resort Batam

“Pelaku berinisial AS alias BI (33) merupakan residivis spesialis rumah kosong dan 2 pelaku berinisial PU dan RI sampai saat ini masih dalam pencarian dan pengejaran oleh tim atau DPO,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Robby Topan Manusiwa, saat konferensi pers di Mapolda Kepri, pada Rabu (13/4/2022).

Dijelaskan AKBP Robby, penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku melakukan aksinya menggunakan mobil Avanza dengan Nopol yang telah dikantongi oleh tim.

Kemudian tim melakukan pengecekan dan diketahui bahwa kendaraan tersebut dirental oleh pelaku AS. Setelah mendapatkan informasi tersebut, sekira pukul 20.55 WIB tim berhasil mengamankan pelaku saat berada di sekitaran kawasan Jodoh, Kota Batam.

Adapun modus operandinya mereka mengincar rumah kosong terutama pada hari puasa atau menjelang Hari Raya Idul Fitri dan ada 2 TKP yakni di Ruli Tiban 2, Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan di Perumahan Pesona Rhabayu Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

“Para pelaku memantau perkembangan di tempat yang akan mereka lancarkan aksinya, ketika aman dan sepi mereka mencongkel pintu atau jendela dengan kunci L,” ujarnya.

Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing, dimana pelaku AS alias BI berperan memantau situasi disekitar TKP, sementara pelaku PU dan RI berperan sebagai eksekutor di TKP.

“Puji syukur kami bisa langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, karena mereka ini merupakan residivis rumah kosong. Apabila kita tidak cepat melakukan penangkapan terhadap mereka mungkin akan terjadi di TKP lain,” tambahnya.

Barang bukti yang diamankan adalah 1 unit mobil Avanza putih, 1 tang jepit, 1 obeng minus, 1 kunci Inggris, 1 kunci L, 1 cuting gagang orange, 1 linggis, 2 regulator tabung gas, 10 jam tangan, 4 cincin perhiasan, 1 gelang perhiasan, 4 speaker, 4 buah tas dan seekor kucing Himalaya warna putih.

Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHpidana dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Pemkab Karimun