Connect with us

Batam

Patroli Gabungan TNI AU dan Ditpam BP Batam Sita 5 Unit Mesin Sedot Penambangan Pasir Ilegal di KKOP Hang Nadim

Published

on

Patroli Gabungan TNI AU dan Ditpam BP Batam
operasi dan penertiban kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Patroli KKOP yang dilaksanakan kemarin Selasa (16/2/2021) lalu (Foto : Yuyun)

KUTIPAN.CO – Patroli gabungan antara TNI AU Lanud Hang Nadim dan Ditpam BP Batam sita 5 unit mesin sedot pasir dari penambangan pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Rabu (17/2/2021).

Kadisops Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo mengatakan, operasi dan penertiban kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Patroli KKOP yang dilaksanakan kemarin Selasa (16/2/2021) lalu, dengan menyita puluhan ekor babi yang sengaja dipelihara oleh masyarakat untuk keperluan komersial tanpa memikirkan keselamatan operasi penerbangan.

“Patroli gabungan ini akan terus dilaksanakan hingga semuanya benar-benar bersih dan tertib hingga radius 15 Km dari tepi landasan sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku yaitu UU Penerbangan nomer : 01 tahun 2009,” jelas Mayor Lek Wardoyo.

Patroli Gabungan TNI AU dan Ditpam BP Batam

Lokasi penambangan pasir daerah Teluk Bakau (Foto : Yuyun)

Sementara itu, Kasi Patroli dan Pengamanan Hutan Direktorat Ditpam BP Batam, Wilem Sumanto saat di lokasi penambangan pasir daerah Teluk Bakau mengatakan, pihaknya sudah melayangkan beberapa kali imbauan berupa surat edaran kepada pihak pengelola namun diabaikan.

“Dan hari ini terpaksa kita lakukan tindakan tegas berupa penyitaan 5 unit mesin sedot pasir dan berbagai peralatan pendukung penambangan pasir liar karena kegiatan penambangan pasir ini semakin mengancam keselamatan penerbangan,” tegas Wilem.

“Titik tambang pasir ilegal di kawasan penerbangam Bandara ini lumayan banyak, sebagian sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, namun ada juga sebagian masih beroperasi,” sambungnya.

Wilem menambahkan, aktifitas tambang pasir kawasan tersebut sudah cukup lama dan bahkan ada beberapa tempat yang sudah menjadi kubangan dan dikhawatirkan kubangan tersebut akan menjadi ekosistem baru bagi ikan dan mengundang elang untuk berburu ikan di tempat tersebut.

“Keberadaan burung elang itulah yang menjadi ancaman bagi keselamatan penerbangan di Bandara Hang Nadim ini,” pungkas Wilem.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan