Oknum PNS SKIPM Batam Ditangkap Polisi

  • Bagikan
PNS SKIPM Batam Ditangkap Polisi

KUTIPAN.CO – Seorang PNS Staff di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) wilayah kerja Sagulung, Kota Batam di tangkap polisi, ia ditangkap karena melakukan tindak pidana korupsi.

Hal itu diungkapkan oleh Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri Restia Octane Guchy, dan Ps. Paur Subbidpenmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar, Rabu (25/8/2021).

Penangkapan oknum PNS di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) bernisial WD tersebut berdasarkan laporan polisi nomor LP-A / 43 / V / 2021 / SPKT-Kepri, Tanggal 21 Mei 2021 dengan waktu kejadian pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2021 dengan tempat kejadian perkara di Morning Bakery KBC Batam, Kota Batam.

“Tersangka berinisial WD merupakan Oknum ASN di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam. Tersangka diamankan di Morning Bakery KBC Batam, Kota Batam. Pada saat dilakukan penangkapan ada beberapa barang bukti yang kita sita antara lain 1 buah amplop berwarna coklat, uang tunai sejumlah Rp. 12.450.000, Uang tunai Dolar Singapura sejumlah SGD. 16.636,-, kemudian ada 10 Kartu ATM, 3 Buku Tabungan, 1 Unit Handphone, 2 buah Tas dan bandel dokumen,” ungkap Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan

Dijelaskan AKBP Nugroho Agus Setiawan, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka WD memanfaatkan jabatannya yang mempunyai kewenagan menandatangani surat perintah muat terhadap barang-barang komoditas yang akan diekspor ke luar negeri dengan kewenangan yang dimilikinya yang bersangkutan meminta fee kepada eksportir sebesar Rp 10.000,- per Box.

“Dikarenakan Eksportir ini takut diperlama dalam perizinannya dan khawatir komoditas yang akan dikirim nanti semakin lama tertahan dan tidak layak untuk dikonsumsi atau bisa dikatakan basi makanya mau memberikan fee yang diminta oleh tersangka WD,” ungkapnya Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan.

Atas perbuatannya Tersangka ini dapat dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

″Pegawai Negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri″. Dengan ancaman minimal 4 Tahun Penjara,” tutup Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

  • Bagikan