Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Lingga

Nizar, Anak Nelayan Kelombok Menuju Kursi Bupati Lingga

Muhammad Nizar calon Bupati Lingga terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya seorang nelayan dan guru ngaji di desa Kelombok, Kabupaten Lingga | Foto : Dok Kutipan.co
Muhammad Nizar calon Bupati Lingga pada Pilkada 2020 merupakan anak nelayan kelombok dan guru ngaji di desa Kelombok, Kabupaten Lingga

KUTIPAN.CO – Sosok nama Muhammad Nizar calon Bupati Lingga pada Pilkada 2020 ini tidak asing lagi dikuping dan mata masyarakat, saat menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga pada kepemimpinan AWe-Nizar, pria bersahaja ini rajin terjun langsung ke masyarakat, ia juga dikenal dekat dan acapkali disebut-sebut namanya oleh masyarkat dari berbagai kalangan.

Pria yang selalu tampil sederhana ini diungkapkan oleh salah seorang pemuda di kampung tempat kelahiran Muhammad Nizar menyebutkan, Muhammad Nizar yang lebih akrab dipanggil bang Nizar merupakan anak dari seorang guru ngaji dan nelayan tradisional di pulau Kelombok.

“Ayah bang Nizar seorang nelayan dan guru ngaji di kampung kami. Dari masa-masa kecil kami dulu bang Nizar emang lebih tampil bersahaja dan apa adanya,” kata Safar pria asal kelahiran Kelombok.

Mengenal Singkat 3 Kandidat Calon Bupati Lingga Pilkada 2020

Jika flashback kebelakang seperti tidak mungkin seorang Muhammad Nizar dapat berkuliah dan meniti karir hingga menjadi anggota DPRD dan Ketua DPRD kabupaten Lingga hingga menjadi Wakil Bupati Lingga, sebab orang tua Muhammad Nizar seorang nelayan tradisional dan hidup dikeluarga yang berpenghasilan pas-pasan.

“Orang tua nya cuma nelayan tradisional pakai sampan tapi dapat menghidupi keluarganya dan bang Nizar bisa kuliah,” kata dia.

Menelusuri jejak pendidikannnya, diketahui Muhammad Nizar pernah mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 025 Kelombok, SMP Negeri 1 di Daik Lingga, dan SMA Negeri 1 Daik Lingga, lalu melanjutkan pendidikan di USU Medan dengan Strata 1 Ilmu Sosial dan Politik.

Pria kelahiran Kelombok tahun 1982 ini saat menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga pasangan dari Alias Wello telah banyak menoreh prestasi pada bidang pemerintahan, dipercayakan sebagai Wakil Bupati dan berbagi tugas dengan Bupati merupakan mentornya di dunia Politik, Muhammad Nizar mendapat porsi yang tidak biasa dengan wakil-wakil Bupati yang ada di Indonesia barangkali.

Pria yang saat ini memiliki dua anak ini dipercayakan untuk menentukan semua kebijakan yang menyangkut birokrasi dan mengatur segala urusan rumah tangga di pemerintahan. Sementara Alias Wello sibuk dengan berbagai inovasi-inovasi dan melakukan lobi pusat untuk peningkatan sumber daya manusia di Lingga dan menarik investor serta meningkatkan pendapatan daerah.

Dari gaya sederhana dan bersahajanya begitu banyak prestasi yang diperoleh oleh Muhammad Nizar. Sebagian kecil yang masih tersimpan di jejak digital diantaranya, menjadikan Lingga sebagai wilayah yang mendapat penghargaan Adipura, seperti diketahui Adipura merupakan penghargaan bergengsi tentunya bukan hal mudah mendapatkannya.

Nizar-Neko Nomor Urut 3 Pilkada 2020 Kabupaten Lingga

Selain itu mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan merupakan suatu predikat yang memperihatinkan, namun di dikepemimpinan Awe-Nizar predikat tersebut berhasil dihilangkan.

Dibawah nahkoda Awe-Nizar, Kabupaten Lingga berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK secara berturut-turut hingga saat ini. Sungguh pencapaian yang tidak mudah, karena saat keduanya memimpin, Lingga mengalami defisit yang sangat parah.

Tidak sampai disitu, berkat kepiawaian Muhammad Nizar merangkul tim dalam pengelolaan anggaran, ia sukses melepaskan Kabupaten Lingga dari bayang-bayang suram akibat defisit anggaran, dengan demikian APBD Kabupaten Lingga pun melejit hingga mencapai Rp 1 triliun lebih.

Masih banyak prestasi yang tidak dapat ditulis dengan rinci. Pasalnya, ketika ditemui, Bang Nizar pun menolak untuk mempublikasikan beberapa program yang telah dicapainya, karena baginya prestasi tersebut diperoleh bukan hanya kerjanya seorang tapi dari hasil kerja tim dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Lingga.

“Kami tidak ingin riya’ (pamer) dengan segala prestasi yang kita raih, tapi apa yang menjadi komitmen untuk melanjutkan pembangunan ini harus diketahui oleh masyarakat. Karena pencapaian lima tahun ini bukan milik Awe-Nizar, tapi milik semua masyarakat Kabupaten Lingga,” ujar Nizar ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Editor : Fikri

3 Comments