Connect with us

Indonesia

Netizen, Ayo Hadapi Covid-19 Dengan Peduli, Cerdas, Kritis dan Edukatif

Published

on

Netizen Covid-19

KUTIPAN.CO – Sejak wabah virus corona atau Covid-19 merebak secara masif dan luas diberbagai belahan bumi termasuk pelosok penjuru kota besar di Indonesia, virus corona juga mewabah di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Akibat dari penyebaran virus ini bukan hanya mengancam nyawa penderita yang terpapar, namun juga berdampak pada ekonomi secara luas, disisi lainnya juga terdapat polemik ditengah masyarakat terkait identitas pasien yang disembunyikan.

Dari data pertanggal 20 Oktober 2020 catatan Satgas Covid-19 Kabupaten Lingga terdapat 5 pasien positif Covid-19 dengan rincian 2 orang sedang menjalani karantina di Pagoda Dabo Singkep, 2 sembuh dan 1 meninggal dunia di Kota Batam.

Kinerja Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga yang terdiri dari unsur instansi vertikal dan Pemkab Lingga patut diapresiasi sebab selain bertengger lama dengan zona hijau dan belum lama ini naik status menjadi zona kuning, petugas terus menerus melakukan sosialisasi, himbauan dan edukasi ke masyarakat terkait protokol kesehatan.

Gerakan Prokes (protokol kesehatan) dilakukan petugas sangat masif, baik itu melalui media sosial maupun terjun langsung kelapangan, namun ketika ada kasus suspek ataupun positif Covid-19 yang dipublikasikan melalui siaran pers dan lewat pemberitaan karya jurnalistik, masih terdapat sebagian masyarakat yang menyesalkan terkait tertutupnya identitas pasien.

Dalam hal ini, Satgas Penanganan Covid-19 dalam menyiarkan siaran pers ataupun pemberitaan karya jurnalistik menyembunyikan identitas dan alamat lengkap pasien suspek atau positif Covid-19 tentunya memiliki dasar, baik itu kode etik ataupun bersifat kemanusiaan.

Terkait hal tersebut agar keresahaan sebagian masyarakat tidak menimbulkan atau memicu polemik ditengah masyarakat, pada tulisan ini akan diulas sebab akibat dan mengapa identitas pasien disembunyikan atau hanya diinisalkan baik itu wilayah tempat tinggal ataupun nama lengkapnya.

Kekesalan ataupun kritikan tersebut memang tidak secara masif dilakukan dalam bentuk demonstrasi atau aksi yang mengumpulkan massa dalam bentuk penolakan, namun netizen berkoar-koar melalui ketikan komentar ataupun status unggahan nya di media sosial, dengan menyalahkan pewarta yang tidak menyajikan informasi secara lengkap serta menyalahkan Satuan Tugas Covid-19 yang menyembunyikan data identitas lengkap pasien.

Terkait hal tersebut, dalam tulisan ini mari ditela’ah dan kupas tuntas agar gerakan komentar masif Netizen di media sosial tidak memicu keresahan ditengah masyarakat yang disebabkan keinginan tahuan terhadap identitas pasien Covid-19. Setiap manusia memiliki hak berpendapat atau memiliki HAM (Hak Azasi Manusia) yang sama, namun jika akibat dari komentar yang berlebihan dapat mencederai hak orang lain atau privasi individu maka tidak menutup kemungkinan akan berdampak negatif.

Sebelum dilanjutkan tulisan ini, bijak dalam bersosial media itu sangat baik, dan seperti diketahui bersama tidak sedikit seseorang tersandung masalah hukum akibat dari tidak bijaknya bersosial media. Seperti pepatah menyebutkan Mulut mu Harimau mu dan saat ini juga ngtrend pepatah Jemari mu Jeruji mu.

Agar tulisan ini lebih akurat dan tentunya dapat dipertanggungjawabkan, penulis menghadirkan 3 narasumber terkait mengapa dan kenapa identias pasien Covid-19 tidak dipublikasikan secara gamblang oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lingga dr. Indra Jaya, SpA menjelaskan, menimbang dan mengingat letak geografis dan kentalnya budaya suatu daerah serta typikal masyarakat lalu didukung dengan ruang lingkup wilayah yang kecil, maka dengan segala pertimbangan terhadap kasus Covid-19 terkait identitas disamarkan atau dirahasiakan, hal itu juga sesuai dengan kode etik kedokteran Indonesia, UU nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan UU nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Pada prinsipnya setiap pasien mempunyai hak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. Dalam undang-Undang Nomor 29 tahun 2004  tentang praktik kedokteran pasal 48, disebutkan bahwa setiap dokter atau dokter gigi wajib menyimpan  rahasia kedokteran, dan hanya dapat dibuka untuk kepentingan kesehatan pasien, atas permintaan aparat penegak hukum untuk penegakan hukum, atau berdasarkan permintaan pasien sendiri. Demikian juga diatur dalam Pasal 32 huruf (i) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit,” kata Indra Jaya

Lebih lanjut dikatakan oleh Indra Jaya, dokter spesialis anak  yang bertugas di RSUD Dabo Singkep ini menjelaskan, hal serupa juga diatur dalam Pasal 57 ayat (1) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang  Kesehatan dan Pasal 17 huruf h angka 2 Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Yang intinya kedua undang-undang tersebut lanjut dokter Indra Jaya, pada dasarnya mengatur bahwa setiap orang berhak atas terjaganya kerahasiaan kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan dan setiap badan publik.

Salah satunya mengenai riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik dan psikis, karena apabila dibuka dan diberikan kepada orang lain dapat mengungkapkan rahasia pribadi yang bersangkutan.

Masih kata dr. Indra Jaya dan berkaitan dengan kode etik kedokteran dan dunia kesehatan terkait pasien, rumah sakit dapat melakukan penolakan atas pengungkapan segala informasi kepada publik yang tentunya demi kerahasiaan kedokteran serta menaati kode etik kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Agar tulisan ini dapat bersama dipahami tentunya dimengerti publik secara luas agar tidak menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat terkait identitas Covid-19 dengan alibi agar lebih berhati-hati, atau hanya pengen kepo [rasa ingin tahu yang berlebihan] saja terhadap pasien yang terpapar Covid-19, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lingga Wirawan Trisna Putra, SKM juga dihadirkan sebagai narasumber dalam tulisan ini.

Baca :  Usai Pesta Miras Empat Pria Keroyok Anggota TNI

Menurut dia, dengan segala usaha, tenaga serta pikiran, Satgas Penanganan Covid-19 dalam menjalankan tugas tentunya juga dapat terpapar, sebab petugas juga manusia biasa sama halnya dengan masyarakat pada umumnya. Adapun tujuan utama Satgas Penanganan Covid-19 yang terdiri dari tenaga kesehatan dan unsur TNI-Polri, Kejaksaan dan sebagainya semata-mata bertujuan untuk selain memutuskan mata rantai penyebaran serta memberangus Covid-19 juga untuk melindungi masyarakat dengan upaya memberikan edukasi dan himbauan.

Untuk itu Wirawan mengajak agar masyarakat untuk lebih menjaga diri masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan anjuran pemerintah daripada sibuk mencari tahu identitas pasien yang terpapar Covid-19. Sebab untuk saat ini dengan mematuhi protokol kesehatan satu-satunya cara agar individu atau diri pribadi dapat terhindar dari terpaparnya Covid-19.

Terkait identitas pasien bukan bermaksud untuk menutup-nutupi namun selain terkait kode etik juga bersifat kemanusiaan menjaga hak pasien sebab tidak menutup kemungkinan pasien, keluarga, kerabat serta lingkungan mendapati dampak sanksi sosial, dikucilkan, digunjingkan dan sebagainya akibat dari virus yang menyebar lewat sentuhan dan sebagainya ini.

Jika alibi publik terkait data pasien Covid-19 untuk lebih mengetahui atau lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan sosial ditengah-tengah masyarakat, menurut hemat Wirawan Trisna Putra, agar personal atau individu mematuhi atau mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 4M yang meliputi menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumuman

“Insya Allah, ketika Prokes ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita akan terhindar dari Covid-19. Dan itulah sebabnya pemerintah mengeluarkan dan menganjurkan terkait Prokes tersebut. Perlu juga digaris bawahi, pasien, ODP, OTG atau suspek yang terdeteksi oleh petugas akan dilakukan karantina dan pemantauan ketat oleh petugas untuk diperhatikan kesehatannya,” kata Wirawan Trisna Putra.

Disisi lainnya terlepas dari dunia kesehatan ataupun kedokteran, berbicara pemberitaan atau karya jurnalistik, untuk diketahui wartawan atau reporter dalam melakukan peliputan dan struktur penulisan sebuah karya jurnalistik diatur atau harus mengikuti kaidah jurnalistik atau kode etik jurnalistik.

Pada tulisan ini, agar lebih akurat maka penulis menghadirkan narasumber yang tentunya berkompeten dan tidak diragukan lagi dalam hal reporting dan dunia jurnalistik yakni, Jhony Prasetya selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lingga.

“Wartawan itu ada kode etik, wartawan juga tidak kebal hukum. Wartawan dalam peliputan juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik Undang-undang pers Nomor 40 tahun 1999, yang tujuannya agar wartawan bertanggung jawab menjalankan profesinya dalam mencari dan menyajikan informasi kepada publik,” kata pria yang akrab di sapa Jhony ini.

Lebih jauh dikatakan pria yang telah menyandang predikat wartawan tingkat utama dari Dewan Pers ini menyebutkan, hasil sebuah reporting dilapangan juga tidak semena-mena dapat langsung terbit di media cetak atau online namun hasil peliputan reporter lapangan terlebih dahulu masuk meja redaksi lalu dievaluasi terkait, keakuratan, fakta lapangan dan sebagainya.

Selain itu ditengah era digitalisasi ini menurut hematnya, wartawan atau reporter hendaknya selain menyajikan pemberitaan yang sifatnya kriminal dan sejenisnya juga dapat menyajikan pemberitaan yang sifatnya edukatif apalagi saat ini ditengah pandemi Covid-19, untuk itu pentingnya seorang jurnalis memiliki jalinan relasi serta wawasan, dan tentunya berkompeten dalam profesinya.

“Sebagai salah satu pilar keempat demokrasi, pers berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondisi bangsa dalam keadaan kondusif, wartawan harus dapat memberikan manfaat untuk negeri ini. Wartawan itu memiliki kode etik, yang bertujuan agar tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat, wartawan juga harus mengedukasi untuk itu wartawan harus berkompetensi dalam menjalankan profesi. Wartawan itu menyajikan fakta bukan memvonis, wartawan juga menggali informasi bukan mencari-cari kesalahan namun lebih pada kontrol sosial,” tegas pria yang telah malang melintang di dunia jurnalistik ini.

Terkait identitas Covid-19, wartawan punya hak untuk menggali informasi lebih dalam pada narasumber yang berkompeten, namun dalam menyajikan sebuah pemberitaan untuk publik, wartawan juga harus mempertimbangkan dampak baik dan buruk dari sebuah tulisan yang diterbitkan.

Seperti diatur dalam kode etik jurnalistik, wartawan juga harus menghormati narasumber tentang kehidupan pribadi tentunya ini juga berlaku terkait narasumber profesi yang diwawancarai juga memiliki kode etik dalam menjalankan tugasnya.

“Jika tak tau kode etik jurnalistik silahkan searching di google banyak tulisan yang mengulas terkait kode etik jurnalistik. Berkompetennya seorang wartawan diera digitalisasi saat ini sangat penting agar profesi yang dijalani tidak menyalahi aturan dan menimbulkan dampak buruk bagi pembaca dan dunia jurnalistik itu sendiri,” kata Jhony

Sekadar untuk diketahui dan agar dapat dipahami bersama tujuan dari tulisan ini semata-mata mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga kondusifitas serta produktifitas pemulihan ekonomi ditengah pandemi juga mengajak Netizen untuk bijak dalam bersosial media serta menjadi agen perubahan kearah yang lebih baik terhadap individu lainnya.

Publik atau Netizen yang kritis dalam mengkritik juga bagian dari HAM, namun juga harus memahami dan pahami terlebih dahulu terhadap sesuatu yang dikritik agar tidak menimbulkan fitnah yang masif dan merugikan diri sendiri khalayak ramai dan terjerat oleh hukum yang berlaku di negeri yang bersama dicintai ini.

Artikel ini telah terbit di media online kabarbatam.com

Indonesia

Video Viral Pemenang iPhone XR Diduga Pakai Bot, Ini Tanggapan Direktur Shopee

Published

on

By

Foto iPhone, shopee, video viral, Viral

KUTIPAN.CO – Video rekaman pemenang promo Flash Sale 11.11 yang beredar disejumlah sosmed sempat viral, terkait video itu banyak warganet menduga para pelaku didalam video melalukan kecurangan dengan menggunakan bot.

Awalnya video viral itu diunggah oleh akun Instagram pada Rabu (11/11/2020) dihari yang sama saat berlangsungnya Flash Sale Shopee Indonesia, dalam tayangan video itu tampak sejumlah pemuda riang gembira dan senang, sebab mereka meraih iPhone XR dengan harga Rp111.000.

Dikutip dari kompas, video tersebut diunggah kembali oleh akun Twitter bernama ADN, @anasadani11 pada Kamis (12/11/2020).

“Kecurangan event shope 11.11,” tulis ADN dalam twitnya.

Video tersebut telah disukai sebanyak 576 kali dan telah ditonton sebanyak 524.300 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Atas viralnya video itu, Direjtur Shopee Indonesia menanggapi hal tersebut, benarkah terjadi kecurangan dalam 11.11 Shopee?

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, Shopee Indonesia telah menindak tegas pengguna yang mendapatkan barang secara curang.

“Menanggapi maraknya masukan yang ditujukan kepada Shopee perihal adanya kecurangan dari oknum yang menggunakan cloning app (bot) dalam partisipasinya di salah satu sesi Flash Sale yang diselenggarakan di platform kami, perlu diketahui Shopee telah menindak tegas pengguna tersebut,” kata Handhika, Jumat (13/11/2020).

Baca :  Masjid Al-Huda Sembelih 5 Sapi dan 3 Kambing

Menurutnya, para pengguna yang berhasil mendapatkan stok promo Flash Sale spesial seperti ini akan melalui proses pengecekan dan validasi secara menyeluruh dari sistem dan tim internal Shopee.

Handhika mengakui, pembeli yang berhasil mendapatkan Flash Sale merupakan akun cloning app (bot).

Bot merupakan aplikasi perangkat lunak yang menjalankan tugas otomatis melalui internet. Biasanya, bot melakukan tugas yang sederhana dan berulang, yang jauh lebih cepat daripada yang bisa dilakukan seseorang secara manual.

Shopee juga telah membekukan akun tersebut.

“Akun pengguna yang diketahui menggunakan bot juga telah dibekukan,” ujar Handhika.

“Dapat dipastikan Shopee akan selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan berbelanja, dan akan mengambil langkah tegas apabila ada tindakan yang merugikan para pengguna kami,” lanjut dia.

Hingga saat ini, Shopee Indonesia masih terus melakukan pemantauan pada akun-akun yang mengikuti Flash Sale. Hal ini juga menjadi pembelajaran dan pengalaman bagi masyarakat yang akan mengikuti Flash Sale pada kesempatan berikutnya.


Editor Fikri | Source : kompas.com

Continue Reading

Ekonomi

Indonesia Punya Peran Besar Dalam Pertumbuhan Ekonomi Islami Dunia, Ini Kata Wapres

Published

on

By

Foto covid, ekonomi, islam, pendemi, sgier, Wapres

KUTIPAN.CO – Pademi Covid-19 selama 2020 telah menekan pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk pada sektor industri halal. Pandemi ini diperkirakan menyebabkan penurunan pengeluaran (belanja) warga muslim global sekitar 8 persen.

Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan dengan ekosistem yang kuat, akan memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi islami dunia.

“Laporan saya menyajikan kebangkitan Indonesia yang terus berlanjut memiliki ekosistem yang kuat untuk memungkinkan partisipasi besar dalam peluang pasar global multi-triliun ini. Ini juga salah satu yang paling menarik pasar untuk investor internasional saat ini,” ungkap CEO Dinard Standard, CEO Dinar Standard dalam sambutannya di webinar hybrid launching The State of Global Islamic Economy Report (SGIER) yang digelar dari Rafles Hotel, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Sementara, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin yang me-launching SGIER secara virtual, menyebutkan, The State of Global Islamic Economy Report ini sudah masuk edisi ke 8, Menurut Wapres, SGIER ini merupakan acuan penting karena fokus memberikan analisis terkini perkembangan Islam global.

ekonomi islami dunia

“Report ini mengetahui eksistensi Negara Islam saat ini. Peran ekonomi Islam di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat karena produk Islam produk makanan halal, pariwisata, kosmetik, dan media rekreasi yang juga meningkat,” kata Wapres saat pembukaan.

Semua sektor tersebut, menurut Wapres menjadi bahan penilaian islamic indicator. Dan Indonesia menurutnya, masuk 10 besar dari indikator-indikator tersebut.

Ketua IHLC, Dr. Sapta Nirwandar juga menyampaikan, dari laporan The State of The Global Islamic Economy Report 2020/2021, ada penurunan belanja warga muslim yang terjadi di semua sektor industri halal akibat dampak pandemi Covid-19.

Namun, seluruh sektor industri tersebut akan kembali bangkit kembali ke tingkat pengeluaran pra-prandemi, di akhir 2021. Pengeluaran warga muslim diperkirakan akan mencapai 2,3 triliun dolar AS pada tahun 2024 pada Tingkat Pertumbuhan Kumulatif tahunan (CAGR) 3,1 persen.

Setiap tahun Dinar Standrard mengeluarkan The State of Global Islamic Economy Report (SGIER) yang merupakan laporan perkembangan ekonomi Islam global.

Peluncuran SGIER tahun ini dilaksanakan di beberapa kota di berbagai negara, termasuk di Indonesia yang diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di Jakarta secara hybrid, online dan pertemuan terbatas dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19, Selasa, 17 November 2020.

Selain Indonesia, SGIER diluncurkan di kota pusatnya Dinar Standard, Dubai (16 November 2020), Kuala Lumpur (18 November 2020), Marocco (19 November 2020), London (20 November 2020), dan madrid (23 November 2020).

Baca :  Usai Pesta Miras Empat Pria Keroyok Anggota TNI

“IHLC menjadi partner untuk peluncuran dan menerjemahkan ringkasan eksekutif (executive summary) ke dalam bahasa Indonesia,”ungkap Ketua IHLC, Dr. Sapta Nirwandar.

Dalam perkembangan industri halal, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dibandingkan negara lainnya. Bahkan masa pandemi Covid-19 menjadi momentum kebangkitan ekonomi halal. Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin menyatakan “Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024”.

“Indonesia memiliki kemajuan yang pesat di putaran ekonomi islam global di berbagai sektor, seperti keuangan, makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan media rekreasi,” jelas Rafi-uddin Shikoh.

Sapta Nirwandar menjelaskan, di tengah pandemi tentu ada sektor yang mendapatkan tantangan lebih berat, seperti sektor pariwisata. Tapi ada juga yang terdampak relatif ringan seperti sektor makanan dan minuman, yang bahkan cenderung stabil. Sementara sektor teknologi dan farmasi mengalami pertumbuhan pesat.

“Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengakselerasi produk dan jasa halal. Tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mempunyai peluang untuk go-ekspor,” kata Sapta Niwarndar, yang juga mantan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia ini.

SGIER 2020/2021 memaparkan, pada 2019 tingkat pertumbuhan belanca muslim mencapai 3,2 persen (year on year) dengan nilai sekitar 2,02 miliar dolar AS. Sementara aset keuangan syariah dunia juga mengalami pertumbuhan tinggi, asetnya kini mencapai 2,88 triliun dolar AS.

Ditengah pandemi covid-19 akan mengalami penurunan belanja muslim global sebesar 8 persen. Namun, pengeluaran ekonomi halal akan kembali tumbuh di akhir 2021, kecuali sektor pariwisata.

Pandemi Covid-19 telah mencatat banyak perkembangan penting dalam ekonomi Islami, yangantara lain terjadinya percepatan transformasi digital, disrupsi rantai pasok global, dan naiknya fokus pemerintah pada investasi yang berkaitan dengan keamanan pangan.

“Ekonomi islami global terus bertumpu pada delapan pendorong kunci, termasuk jumlah penduduk muslim yang besar dan bertumbuh, naiknya ketaatan pada nilai-nilai etis islami yang mempengaruhi konsumsi, dan sejumlah strategi nasional yang ditujukan pada pengembangan produk dan layanan jasa halal,” ujarnya

“Beberapa strategi ekonomi Islami nasional Indonesia yang paling menonjol aalah Undang Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Di samping itu, industri halal terus mengembangkan dirinya melalui pembangunan ekosistem yang komprehensif menuju Indonesia menjadi produsen produk halal dunia. “Ini sejalan dengan tekad dan kebijakan pemerintah Indonesia menetapkan pada tahun 2024 akan menjadi pusat produsen produk halal dunia,” kata Sapta Nirwandar.(***)

Editor : Fikri

 

Continue Reading

Indonesia

Gempa Aceh, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Published

on

By

gempa aceh

KUTIPAN.CO – Rakyat Twitter ramai mencuitkan terkait ‘Gempa’ kata kunci itu menjadi salah satu topik yang paling banyak disebutkan pengguna Twitter pada pagi ini, Sabtu (14/11/2020)

Pada cuitan itu, netizen selain menyebarluaskan informasi tentang gempa juga menyampaikan doa bagi masyarakat Aceh. Gempa bumi tektonik itu mengguncang wilayah Aceh dan sekitarnya dini hari Sabtu 14 November 2020 sekira pukul 01.33 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan dalam analisanya, gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,3. “Episenter terletak pada koordinat 5,58 LU dan 95,59 BT atau tepatnya di darat pada jarak km arah Timur Laut Banda Aceh, pada kedalaman 10 km,” kata Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Sabtu (14/11/2020)

Baca :  Rachmat Gobel : Saya Sudah Jatuh Cinta Sama Lingga, Apa Yang Bisa Dibantu

Daryono menyebutkan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal diduga akibat adanya aktivitas Sesar Sumatra tepatnya pada Segmen Seulimeum, dengan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (Strike-slip-fault).

“Hingga pukul 01.41 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan dengan kekuatan M=3,1 pukul 01.44.48 WIB dan M=2 pada pukul 01.54.22 WIB,” kata Daryono


Editor : Fikri
Source : Artikel ini telah tayang di Kompas.com 
dengan judul “Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa Aceh 5,3 M 14 November 2020”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/14/093450265/penjelasan-bmkg-soal-penyebab-gempa-aceh-53-m-14-november-2020

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam17 jam ago

Romo Paschal : Tersangka Pencabulan Anak di Bengkong Ngaku Dijebak Korban “Akal Akalan”

KUTIPAN.CO – Pengakuan tersangka pencabulan empat orang anak dibawah umur dinilai ngeyel dan mengada-ada. Pasalnya David Martinus Gulo mengaku kalau...

Polsek Nongsa Polsek Nongsa
Batam17 jam ago

Polsek Nongsa Salurkan Bantuan Beras dari Yayasan Buddha Tzu Chi ke Pulau Ngenang

KUTIPAN.CO – Polsek Nongsa salurkan puluhan karung beras yang merupakan bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi untuk masyarakat yang...

Korem 033/WP bersama Apindo Kepri Korem 033/WP bersama Apindo Kepri
Batam17 jam ago

Meski Hujan, Warga Antusias Serbu Vaksinasi Yang Digelar Korem 033/WP bersama Apindo Kepri dan RSKI

KUTIPAN.CO – Meski sempat diguyur hujan deras, tidak menyurutkan semangat masyarakat Kota Batam untuk mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Komando...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga20 jam ago

UPDATE Covid-19 Lingga 24 September : Nihil Penambahan Kasus Positif Sisa 6 Kasus Aktif

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Sabtu 24 September 2021, nihil penambahan kasus aktif sementara kesembuhan...

Vaksinasi Ibu Hamil Vaksinasi Ibu Hamil
Lingga20 jam ago

Dinkes Lingga Serbu Vaksinasi Ibu Hamil

KUTIPAN.CO – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DK-PPKB) Kabupaten Lingga lakukan serbuan vaksinasi massal...

Kodim 0317/TBK Kodim 0317/TBK
Karimun1 hari ago

Kodim 0317/TBK Tanam Ribuan Bibit Pohon

KUTIPAN.CO – Demi menjaga kelestarian lingkungan, Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun melaksanakan penanaman ribuan bibit pohon, bertempat di Kampung Sememal, Kelurahan...

Pecatur Kepri Pecatur Kepri
Kepri1 hari ago

Targetkan Dua Medali di PON XX Papua, Pecatur Kepri Bakal Hadapi Grand Master

KUTIPAN.CO – Tim catur Kepulauan Riau menargetkan dua medali dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, yang berlangsung dari...

Benan Island Resort Benan Island Resort
wisata2 hari ago

Soft Opening Benan Island Resort, Ketua DPRD Lingga Dorong Sektor Wisata Ditengah Pendemi

KUTIPAN.CO – Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nashiruddin apresiasi dan dukung pelaku usaha di sektor pariwisata untuk tumbuh maju dan...

Populer Sepekan

Opgab Timpora Imigrasi Dabo Singkep Sidak di Wilayah Pesisir Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Ditangkap Polresta Barelang Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem Serbu Desa Binaan di Karimun Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12