KUTIPAN.CO
Persidangan kasus rokok ilegal berbagai merek hasil tegahan patroli bea cukai kepri (Foto : A.B.B)
Klik News Regional

Nahkoda Pembawa 123 Karton Rokok Ilegal Divonis 2 Tahun Penjara

KUTIPAN.CO – Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun menggelar sidang perkara penyelundupan 123 karton rokok ilegal tegahan Bea Cukai Kepri, Kamis (20/2/2020) malam.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan yang di gelar di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun tersebut di pimpin langsung oleh Hakim Ketua Joko Dwi Atmoko serta dua hakim anggota yakni Yudi Rozadinata dan Antoni Trivolta.

Dalam persidangan, terdakwa Asrudin alias Awang (42), yang berperan sebagai Nahkoda KM Tanpa Nama pengangkut rokok ilegal itu dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim dan di jatuhi hukuman 2 tahun kurungan penjara serta denda Rp2 milyar 10 ribu, subsider 3 bulan penjara.

“Menjatuhkan hukuman terhadap Asrudin alias Awang dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp2 milyar 10 ribu rupiah,” ujar hakim ketua, Joko Dwi Atmoko saat membacakan amar putusan.

Putusan tersebut tentunya lebih ringan dari tuntutan yang di layangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 3 tahun penjara. Atas Putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Akbar memutuskan untuk pikir-pikir.

“Pikir-pikir yang mulia” ujar Andi Akbar saat menjawab pertanyaan majelis hakim.

Diketahui sebelumnya, KM Tanpa Nama yang di Nahkodai Asrudin alias Awang tersebut diamankan kapal Patroli laut Bea Cukai Kepri di perairan Pengelap, Kepulauan Riau dengan koordinat 00°-31′-917″ U/104°-20′-252″ T pada tanggal 27 Juni Tahun 2019 lalu.

Di dalam kapal, petugas menemukan rokok ilegal berbagai merek yakni Up Next Revolution 8 karton (153.600 batang); merek 99 sebanyak 25 karton (400.000 batang); merek Bless Bold 90 karton (900.000 batang).

Rencananya, seluruh rokok ilegal asal Kota Batam tersebut akan di bawa menuju Pulau Kijang, Inhil, Riau.

Selain Asrudin, perkara ini juga menyeret 9 orang abk kapal Tanpa Nama, yakni Asrul, Saiful, Arsyad, Rano, Fahrulazi, Zulkifli, Zainir, Sakiran, dan Ardiansyah. Ke 9 abk kapal tersebut masing-masing dijatuhi hukuman selama 1 tahun 8 bulan kurungan penjara.

Sidang Putusan itu dilaksanakan tanpa kehadiran seluruh terdakwa.

Penulis : Boy
Editor : Ramadhan