Connect with us

Lingga

MUSRENBANG Kurang Diminati Anak Muda, Mantan IKML Tanjungpinang Usulkan Pemda Buat Festival Gagasan

Published

on

Mantan IKML Tanjungpinang
Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, Muhammad Firman Aqrabi | Foto : Ist

KUTIPAN.CO – Baru baru ini pemerintah Kabupaten Lingga menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati, Selasa (6/4/2021) lalu.

Namun, agenda tahunan yang dilakukan berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat kabupaten tersebut, mendapat masukan saran dari kalangan masyarakat muda karena dianggap minimnya partisipasi dari anak-anak muda daerah.

Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, Muhammad Firman Aqrabi.

Kegiatan formal seperti ini kurang efektif dalam menyaring aspirasi. Apalagi aspirasi bahkan keterlibatan kaula muda baik berupa ide gagasan, bahkan sumbangsih positif dalam prospek kemajuan daerah. Selama ini Musrenbang kesannya hanya sebatas forum pemangku kepentingan.

“Kami menilai kegiatan semacam ini mulai kurang efektif, usang, dan kurang diminati anak muda, musrenbang sendiri merupakan forum bagi pemangku kepentingan saja, sementara partisipasi anak muda & masyarakat luas masih sangat rendah,” jelasnya.

Baca :  Pjs Bupati Lingga Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Instansi Vertikal di Dabo Singkep

Banyak aspirasi anak-anak muda yang harus didengarkan oleh pimpinannya. Ditambah lagi, Kabupaten Lingga dipimpin oleh “anak muda” yang semangatnya masih sangat laju mengalir dalam hal pembangunan.

“Alhasil banyak aspirasi anak muda tak tersalurkan dalam proses pembangunan, padahal banyak sekali aspirasi anak-anak muda di Kabupaten Lingga ini yang ingin didengar oleh pemimpinnya yang juga sama-sama anak muda,” terang dia.

Hematnya, celah antara pemimpin muda dan anak-anak muda sangat perlu dicarikan solusinya, agar pembangunan di Kabupaten Lingga ini turut dihiasi oleh kolaborasi pemikiran-pemikiran anak-anak muda, yang terbilang fresh dan penuh dengan kreatifitas, inovasi, dan pembaharuan namun tak meninggalkan nilai kearifan lokal yang ada.

Maka dari itu, dia mengusulkan kepada pemerintah daerah agar membuat event seperti “Festival Gagasan” untuk dapat menyerap aspirasi dari kalangan muda yg selama ini tidak didengar dgn baik.

Ide bagus ini bukan tak punya alasan. Biasanya festival indentik tentang musik, hiburan, kesenian dan sejenak. Namun festival gagasan yang dimaksud, adalah gagasan, ide, konsep utk pembangunan
Kabupaten Lingga kedepanya, yang di festivalkan.

Baca :  Air Warga Tak Mengalir, Nizar Jalan Kaki Masuk Hutan ke Sumber Mata Air

“Secara teknisnya para pesertanya adalah seluruh masyarakat Kabupaten Lingga, baik perorangan, komunitas, organisasi, LSM, OKP dan ormas-ormas. Semua elemen dilibatkan, maupun mahasiswa,” papar dia.

Setelah itu, dapat disaring 5 dari beberapa gagasan terbaik yang akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk diadopsi dalam proses pembangunan.

“Saya kira pemerintah Kabupaten Lingga harus membuka diri lebih luas dan mengakomodir partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, mengajak peran serta masyarakat untuk berbagi gagasan untuk Lingga yang lebih baik,” pungkas dia.


Penulis : Arp
Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan