Connect with us

Kutipan Berita

Museum Batam Raja Ali Haji Ada Meriam Bekas Belanda, Begini Sejarah Singkatnya

Published

on

Foto batam, belakang padang, museum batam

KUTIPAN.COMuseum Batam Raja Ali Haji terus mengisi koleksi tata pamernya, dihari ke-tujuh diresmikan museum itu telah mendatangkan meriam bekas Belanda dari Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

“Kita terus berupaya mengisi Museum Batam Raja Ali Haji, kita bersyukur hari ketujuh setelah diresmikan kita mendapat meriam dari Belakang Padang,” kata Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, di Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/12/2020).

Ardiwinata juga mengungkapkan terimakasih pada seluruh masyarakat di Kecamatan Belakang Padang, sebab telah menghibahkan meriam bersejarah bekas peninggalan Belanda. kata Ardiwinata meriam itu akan diletakkan di tata pamer di Khazanah Masa Belanda di Museum Raja Ali Haji.

Menurut Ardiwinata, museum itu selain menjadi destinasi wisata budaya, juga sebagai tempat edukasi bagi pelajar di Kota Batam khususnya dan umumnya Kepri.

Kadisbupar ini juga mengungkapkan, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Lanjut dia, isi dari museum ini, menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

Sementara itu Camat Belakang Padang, Yudi Admaji mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah dan pahlawan. Meriam ini adalah saksi bisu perjuangan melawan penjajah.

Baca :  Kapolda Kepri : Pemimpin Itu Bukan Hanya Ngasi Perintah Saja

Dijelaskan Camat Belakang Padang, menurut sejarah meriam ini di bawa dari Pulau Buluh ke Belakang Padang sebagai Ibukota Kecamatan Batam pada dekade 80an pada masa Camat Mustafa Saleh dan diletakan di Kantor Camat lama. Pada tahun 1992 Kantor Camat Belakang Padang dibangun.

“Baru dan pindah ke Sekanak Raya saat kepemimpinan Camat Bapak Said Hasyim meriam ini dipindahkan ke Pulau Sekanak. Sejak itu saat itu meriam bersejarah ini kokoh mengapit tiang Bendera Merah Putih Kantor Kecamatan Belakang Padang,” katanya.

Sempena Hari jadi Batam ke 191 tepat tanggal 18 Desember 2020 Museum Batam Raja Ali Haji diresmikan. Diketahuinya museum tersebut mengambarkan sejarah perkembangan Kota Batam dari masa ke masa, pengujung akhir tahun 2020 masyarakat Belakang Padang menyerahkan meriam sebagai koleksi dari Museum Batam Raja Ali Haji.

“Ini menjadi catatan sejarah bahwa Belakang Padang mempunyai peran penting dalam sejarah pembangunan kota Batam,” kata Camat Belakang Padang.

Baca :  Pemulangan Mahasiswa ke Lingga Terkesan Pilih Kasih, Salmizi : Kalau Mau di Fasilitasi Ya Kita Fasilitasi Semuanya

Kata Yudi sebelum meriam itu dihibahkan dan diserahkan ke museum Batam Raja Ali Haji masyarakat Belakang Padang mengelar doa selamat memohon kelancaran selama perjalanan menuju Museum Batam Raja Ali Haji.

“Pukul 10.00 dari Pelabuhan Belakang tiba di Pelabuhan Sekupang pukul 11.00, dan langsung disambut oleh Kepala Disbudpar Kota Batam, Pak Ardiwinata, dan langsung di bawa menuju Museum Batam Raja Ali Haji, di Dataran Engku Putri,” ungkapnya.

Selama 40 tahun berada di Belakang Padang meriam tetap terjaga dengan baik. Adanya Museum membuatnya termotivasi mencari benda sejarah lainnya di Belakang Padang. Sehingga makin banyak masyarakat Kota Batam mengetahui tentang sejarah Belakang Padang.

“Memotivasi kami mengalih dari orang tua kami disini, seperti kantor camat pertama dulu kami akan telusuri,” ucapnya.

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yudistira mengatakan meriam ini salah satu aset sejarah di Kota Batam dan Indonesia. Diletakkan di museum salah satu langkah menjaga aset tersebut.

“Musuem pusat pemajuan kebudayaan dan hadiah tersebesar Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), saya berharap mesuem mengkaji sejarah komprehensif sehingga bisa diceritakan ke anak cucu,” katanya.(MCB)


Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Populer Sepekan