
KUTIPAN – Pernah dengar istilah “operasi pekat”? Bukan buat bersihin rumah dari debu, tapi buat bersihin kota dari yang lebih berbahaya—preman, mabuk-mabukan, dan segala jenis penyakit masyarakat. Nah, di Bengkulu, operasi ini bukan cuma sekadar formalitas tahunan. Baru-baru ini, Polresta Bengkulu berhasil bikin heboh. Dalam gelaran Operasi Pekat Premanisme Nala 2025, mereka borong 90 persen target, dan yang bikin geleng-geleng: ratusan liter tuak ikut disita!
Apa Sebenarnya Operasi Pekat Itu?
Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) bukan sembarang operasi. Ini adalah program kepolisian untuk menyasar berbagai bentuk gangguan kamtibmas, mulai dari premanisme, peredaran miras, sampai aksi kriminal kecil-kecilan yang ujung-ujungnya bikin masyarakat resah.
Polresta Bengkulu tampaknya nggak main-main tahun ini. Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (20/5/2025), Kapolresta Kombes Pol Sudarno bilang kalau dari total 20 target operasi, 18 berhasil diungkap. Itu udah 90 persen sukses rate, bos!
Apa Saja yang Berhasil Diungkap?
Total ada 18 target operasi yang dikunci: lima orang, lima barang bukti, lima lokasi, dan lima kegiatan. Tapi bukan cuma itu, ada juga hasil bonus: 12 pelaku di luar target yang ikut nyangkut, ratusan barang bukti miras, sajam, kendaraan, sampai tuak sebanyak 265 liter. Semuanya diamankan dari 81 lokasi lewat 72 kegiatan.
Barang bukti segunung ini bukan cuma numpang mejeng buat konferensi pers. Semua jadi bukti betapa operasi ini nggak cuma formalitas belaka.
Kasus Kriminal Apa Saja yang Diungkap?
Selain operasi pekat, Polresta Bengkulu juga sambil lalu ngungkap lima kasus kriminal dari Polsek Teluk Segara, Ratu Agung, dan Kampung Melayu.
Ada penganiayaan di Pasar Bengkulu yang dilakukan GA dalam kondisi mabuk. Korban ditikam, jempol dan pelipisnya kena. Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP.
Ada juga kasus penganiayaan berat di Kampung Bali, pelakunya JR yang nekat kabur ke Yogyakarta. Tapi kabur sejauh apa pun, kalau sudah jadi target polisi, pasti ketemu. Ia dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP.
Kemudian pencurian ringan oleh anak 15 tahun berinisial AS, yang nyolong dua ponsel dari rumah warga.
Lalu pencurian dengan pemberatan di Sawah Lebar, pelaku DR bawa kabur mesin alkon dan kabel-kabel.
Dan tentu saja, curanmor klasik, pelaku inisial SN gasak motor dan uang Rp3 juta dari rumah warga, lalu kabur ke Padang. Tapi tetap kena sikat juga, berkat kerja sama lintas provinsi dengan Polsek Bungus, Sumatera Barat.
Bagaimana Komitmen Polisi ke Depannya?
Kapolresta Bengkulu menegaskan, “Kami akan terus meningkatkan patroli, razia, dan respons cepat terhadap laporan masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.”
Singkat, padat, dan jelas. Intinya, jangan coba-coba bikin ulah, apalagi kalau masih nekat sok preman.
Kadang yang bikin kota terasa nggak nyaman itu bukan gedung bobrok atau jalan rusak, tapi orang-orang yang merasa bisa bertindak semaunya. Tapi untunglah, ada aparat yang gerak cepat seperti di Bengkulu ini. Bisa dibilang, ini bukan cuma operasi pekat, tapi juga operasi harapan. Karena setiap liter tuak yang disita, setiap sajam yang diamankan, itu semua adalah langkah kecil menuju kota yang lebih tenang buat semua.
Untuk informasi beragam lainnya ikuti kami di medsos:
https://www.facebook.com/linggapikiranrakyat/
https://www.facebook.com/kutipan.dotco/
Editor: Fikri Artikel ini merupakan rilis/laporan wartawan yang telah dikemas ulang dengan gaya penulisan Kutipan, tanpa mengurangi substansi informasi.