Minta Dikembalikan Seluruh Inventaris, Direktur PT BKJ Datangi PT. Siemens

  • Bagikan
PT BKJ Datangi PT. Siemens

KUTIPAN.CO – Puluhan karyawan PT. Bintang Kepri Jaya (BKJ) mendatangi PT. Siemens, Batu Ampar dengan tujuan mengambil seluruh inventaris miliknya yang berada di perusahaan tersebut.

Sebelumnya, pihak BKJ bersama PT Habsibah dan Siemens telah melakukan audit bersama. Setelah keluar hasil audit tersebut pihak BKJ akan mengambil seluruh barang miliknya yang berada di PT Siemens.

Direktur PT. Bintang Kepri Jaya, Arnold menyampaikan, sebelumnya PT. Hapsibah ingin mengambil sebuah project di PT. Siemens. Namun untuk mendapatkan kerjasama tersebut mereka harus memiliki persyaratan khusus seperti material, dana dan fasilitas.

“PT. Hapsibah tidak memiliki persyaratan itu, kemudian mereka mengajak kami bekerja sama untuk mengambil project tersebut karena perusahaan kami memiliki seluruh persyaratan yang dibutuhkan,” ucap Arnold, Selasa (21/12/2021).

Setelah project tersebut berjalan dipertengahan waktu pihak PT. Hapsibah banyak melakukan hal yang diluar kesepakatan. Pihak Hapsibah meminta manajemen BKJ untuk mundur dari project tersebut.

“Setelah itu, kita mempersiapkan segala keperluan administrasi yang telah dikerjakan sebelumnya. Namun, pihak Hapsiba tidak dapat memenuhi hal tersebut,” lanjut Arnold.

Selanjutnya dipertengahan audit, pihak Siemens memutus kontrak dengan Hapsiba. Namun, mereka tidak ingin membayar total material karena barang tersebut bukan milik PT. Hapsibah.

Arnold mengaku pihaknya telah melakukan registrasi kepihak PT. Siemens untuk pembayaran material perusahaan yang telah digunakan.

Namun, hingga saat ini pihak Siemens juga tidak melakukan pembayaran, lalu pihaknya melakukan konsultasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Pihak BKPM menyarankan agar Siemens dan Hapsibah untuk duduk barsama menyelesaikan persoalan tersebut dengan tenggang waktu satu minggu. Hal itupun juga tidak dipenuhi oleh kedua belah pihak,” tegas Arnold.

Pihaknya telah mengundang kedua perusahaan tersebut untuk melakukan audit project. Lalu, hasil dari audit tersebut nantinya bisa digunakan sebagai dasar pihak BKJ untuk mengambil seluruh Inventaris miliknya yang berada di PT. Siemens.

Akhirnya ketiga perusahaan bertemu dan bersedia melakukan audit terhadap project yang telah di kerjakan.

“Setelah hasilnya keluar kita sudah menerimanya dan mengirim surat balasan kepada auditor bahwa telah menyetujui hasil dari audit tersebut. Namun, ditengah perjalan pihak Hapsibah meminta untuk merubah hasil tersebut secara sepihak. Kita pun tidak mengindahkan hal tersebut,” tambah Arnold.

“Jadi, hari ini BKJ datang ke Siemens untuk meminta perusahaan tersebut memberikan akses kepada kami agar dapat mengambil seluruh Inventaris (material-red) yang berada di PT. Siemens,” jelasnya lagi.

Ketika pihaknya berada di lokasi pihak Siemens tidak bisa memberikan keputusan karena yang berwenang sedang tidak berada ditempat.

“Pihak kepolisian telah memberikan masukan kepada kami untuk melakukan mediasi dengan pihak Siemens. Intinya kita hanya meminta PT. Siemens memberikan akses kepada kami untuk mengambil barang material milik BKJ, karena hasil audit telah dikeluarkan,” tegasnya.

“Kedepan kita akan mengikuti prosedur sesuai aturan hukum yang berlaku. Kita akan melihat seperti apa hasil mediasi nanti. Setelah itu, kita akan berdiskusi dengan kuasa hukum untuk mengambil langkah selanjutnya,” pungkasnya.

  • Bagikan