Miliki Bukti Otentik Kepemilikan, Ratna Kuasa Hukum Terus Lakukan Jalur Mediasi

IMG WA

Perseteruan lahan seluas 8 hektar kian mencuat. Ratna Zukhaira kuasa hukum pemilik lahan kebun seberang jalan hutan lindung sebelum Kavling Nongsa, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam atau disebut “Bukit Veteran” akan terus melakukan upaya jalur mediasi.

Harris Resort Batam

Pasalnya, Ratna mengaku bahwa kliennya Wasih selaku pemilik lahan seluas 8 hektar lebih tidak melakukan kesalahan apapun dalam proses perseteruan yang terjadi antara dirinya bersama tiga perusahaan lainnya di lokasi tersebut.

Dijelaskan Ratna, pihaknya mengaku bahwa kliennya memiliki bukti otentik yang jelas atas kepemilikan hak atas lahan yang tengah mengalami perseteruan tersebut.

“Klien saya Wasih memiliki bukti otentik atas hibah lahan tersebut, totalnya 8 hektar lebih,” ujar Ratna saat ditemui dikantornya, dibilangan Batam Kota, pada Selasa (12/4/2022).

Lanjut Ratna, pihaknya memiliki surat hibah langsung dari pemilik masing-masing lahan tersebut, antara lain hibah yang diberikan dari Ibrahim Sebox seluas 3 hektar lebih pada 18 Februari 2015 kepada almarhum suami kliennya, Muhammad Akib.

Selain itu, ada juga surat hibah dari Ahmad Sebox seluas 3 hektar lebih kepada almarhum suami kliennya seluas 3 hektar lebih pada 18 Mei 2013 dan hibah yang diberikan oleh Sapii seluas satu hektar lebih yang diserahkan secara langsung kepada almarhum suami kliennya pada 2 April 2016 lalu.

“Yang terakhir hibah dari Salmah seluas 2,5 hektar yang diberikan langsung kepada almarhum suami klien saya pada 22 Juni 2013 dan diperbarui lagi pada 14 April 2016 lalu,” jelas Ratna.

Ia menambahkan, kliennya juga memiliki surat dari Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Batam atas pencabutan kuasa pengurusan lahan tersebut kepada N pada 5 Maret 2015.

Dirinya juga telah melayangkan surat pengajuan mediasi kepada BP Batam dan beberapa instansi terkait atas permasalahan yang terjadi di lahan tersebut.

“Kami sudah mengajukan surat untuk dilakukan mediasi ke BP Batam, tapi sampai saat ini belum ada balasan,” kata Ratna.

“Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Terkait laporan yang akan dilayangkan oleh N itu ke pihak kepolisian kepada kami, kami tidak menanggapinya karena informasi adanya N di lahan tersebut kami ketahui langsung dari BP Batam, jadi itu fakta yang kami dapati dan bukan fitnah,” pungkasnya.