Ketua PKK Kecamatan Lingga Srinawati (Foto : KRI/Kutipan.co)

KUTIPAN.co, Lingga – Kasus stunting atau kurang asupan gizi mengakibatkan kondisi anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya masih ditemukan di desa-desa khususnya di Kabupaten Lingga.

Dimana salah satunya di Kecamatan Lingga yang memiliki 1 Kelurahan dan 10 Desa yakni Kelurahan Daik, Desa Kelombok, Kelumu, Mentuda, mepar, merawang, musai, nerekeh, panggak darat, panggak laut dan pekajang masih ditemukan kasus stunting.

Dari 10 desa tersebut ditemukan kasus stunting untuk usia 0-2 tahun 32 anak dan di bawah 5 tahun sebanyak 64 orang anak.

“Kalau untuk di Kecamatan Lingga itu dari 10 Desa untuk usia 0-2 tahun kasus stunting sebanyak 32 sementara usia dibawah lima tahun sebanyak 64 kasus,” kata Ketua PKK Kecamatan Lingga Srinawati saat diwawancarai usai kegiatan sosialisasikan Teknis Pendidikan Keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan, di Gedung Nasional Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga. Rabu (4/12/2019)

Namun menurut dia kasus tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 lalu dimana ditemukan 100 lebih kasus stunting di Kecamatan Lingga. “Untuk kasus stunting ini sudah ada. Namun mengalami penurunan dibandingkan 2018 lalu yang hampir mencapai 100 lebih,” kata Srinawati.

Dia menjelaskan untuk Kecamatan Lingga tidak termasuk dalam lokus stunting. Namun menurut dia untuk Kecamatan Lingga saja ditemukan 64 kasus bagaimana di Kecamatan lain?.

“Namun kita berharap stunting di Kabupaten Lingga dapat segera teratasi. Sehingga dengan kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan wawasan agar kita juga bisa menyampaikan ke masyarakat lainnya sehingga stunting dapat dicegah,” ujar Srinawati.

Penulis : Ramadhan
Editor : KRI