Connect with us

Batam

Merasa diintimidasi, Dua Warga Mengadu ke Anggota DPRD Kepri

Published

on

Anggota DPRD Kepri

KUTIPAN.CO – Berjualan dan memiliki usaha bengkel di tepi jalan simpang menuju Polsek Nongsa, Kelurahan Kabil, dua warga merasa diintimidasi oleh salah satu pihak pengembang PT. Bumi Piayu Indah (Top One) mengadu ke Anggota DPRD Kepri.

Agus selaku pemilik bengkel mengaku telah hampir 21 tahun berusaha bengkel diwilayah tersebut, namun baru kali ini mendapat intimidasi terkait kios atau bengkelnya yang berada di row jalan/bufferzone akan digusur oleh pihak perusahaan.

Lebih jauh Agus mengatakan, sejak tahun 2000 ia mulai merintis usaha tersebut, dan pada tahun 2013 masuklah PT Bumi Piayu Indah (Top One). Mereka memang memiliki peta lokasi (PL) lahan ini, namun menurut Agus bahwa lahan yang ia huni itu diatas row jalan/bufferzone, yang membuat Agus merasa diintimidasi pihak perusahaan tersebut ingin membongkar bangunan tempatnya berusaha itu.

Menurut Agus, penggusuran itu bukan semata-mata untuk kepentingan umum akan tetapi lebih merujuk terhadap kepentingan perusahaan.

“Intinya selama ini kami selalu mendapatkan intimidasi dari pihak perusahaan dalam hal ini PT Bumi Piayu Indah (Top One). Mulai dari sewa preman untuk menakut-nakuti,” ujar Agus, Kamis (8/4/2021).

Ditempat yang sama, Yuven salah satu pedagang kaki lima yang mendiami lahan diatas row jalan itu pun mendapatkan perlakuan yang sama seperti halnya dialami Agus.

“Intinya selama ini kami selalu mendapatkan intimidasi. Kami bertahan disini bukan dalam arti kata mempertahankan lokasi ini, tetapi selagi pemerintah belum melakukan pelebaran jalan atau pun penghijauan apa salahnya kami mencari makan disini. Hingga saat ini tidak ada etika baik dari perusahaan,” pungkas Yuven.

Menurut Yuven, yang lebih anehnya lagi, Camat Nongsa tidak mengetahui bahwa akan ada rencana penggusuran di lahan row jalan tersebut.

“Sebelumnya kami memang melayangkan surat terkait penggusuran itu ke camat Nongsa. Kemudian beberapa orang anggota SatPol PP turun meninjau lokasi, namun menurut keterangan petugas itu hingga saat ini pihak Kecamatan belum mendapatkan surat pemberitahuan dari perusahaan terkait penggusuran itu,” jelas Yuven.

Anggota DPRD Kepri

“Kami meminta kepada perusahaan agar tidak melakukan intimidasi. Bila memang perusahaan bersikeras melakukan penggusuran itu diharapkan memberikan tempat yang layak setelah digusur,” ucapnya

Yuven mengaku, dilahan itu hanya menumpang untuk mencari nafkah selagi pemerintah belum menggunakan lahan tempatnya berjualan. Namun, jikalau pihak PT Bumi Piayu Indah bersikeras, ia hanya ingin diberikan solusi yakni tempat yang lebih layak untuknya mencari nafkah.

Baca :  Lebih Kurang 25 Hektare Hutan Tanjung Pinggir Dilalap Api

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin mengatakan, wilayah tersebut bufferzone, yang mana tidak boleh dibangun oleh perusahaan. Sebelum ada perusahaan, masyarakat sudah terlebih dahulu membuat usaha bengkel disana, silahkan saja selagi tidak dipergunakan untuk kepentingan pemerintah.

“Kalau menurut saya, ini boleh-boleh saja. Kenapa hanya lokasi ini yang digusur sementara yang disebelahnya tidak, padahal sama-sama masuk bufferzone,” ucap Wahyu.

Kalau ini kepentingan perusahaan yang notabane sudah bayar “WTO” sedangkan mereka sudah lebih dahulu tinggal disitu dan ini kawasan bufferzone, menurut Wahyu, pihak perusahaan tidak berhak untuk menggusur.

“Kalau memang perusahaan tersebut mau membangun dilahan itu boleh saja asalkan dibayar ganti ruginya yang pernah diterima karena ketidaktahuan,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, mereka hanya masyarakat biasa dan juga punya karyawan yang mencari nafkah disitu, kalau digusur mau cari nafkah dimana. Kalau tetap digusur juga, tolong dicarikan tempat yang sesuai dengan usahanya sekarang, artinya di pinggir jalan juga.

“Carikan solusinya, bukan hanya gusur menggusur saja, tetapi ada solusinya. Pemerintah saja ada solusinya apalagi ini swasta dan ini adalah wilayah bufferzone,” tegas Wahyu.

Kalau memang besok tetap digusur, sebaiknya mengadu kepala Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam untuk menyampaikan permasalahan ini, karena hanya Kepala BP Batam yang nantinya bisa memutuskan.

“Kalau memang wilayah bufferzone ya tidak boleh dibangun selamanya, harus diberlakukan sama jangan sampai dibeda bedakan, jangan karena ini wilayahnya perusahaan kemudian perusahaan mau membangun, dia mau bangun apa. Selagi belum mau dibangun ya tidak apa-apa dipakai, sekarang ini pandemi kalau pun digusur kasihan,” kata Wahyu

“Saya mungkin Senin akan mengunjungi perusahaan tersebut untuk mencari jalan keluar dan solusinya seperti apa,” tambah Wahyu.

Wahyu berharap, pemerintah bijak dalam mengambil keputusan selagi belum dipergunakan. Kasihan masyarakat kecil apalagi disana ada karyawan yang bekerja, mereka mau usaha dimana kalau itu digusur.

“Kalau memang digusur carikanlah tempat yang layak sesuai dengan usahanya,” ujarnya.


Reporter : Yuyun
Editor : Fikri

Batam

Romo Paschal : Tersangka Pencabulan Anak di Bengkong Ngaku Dijebak Korban “Akal Akalan”

Published

on

Panti Asuhan di Bengkong

KUTIPAN.CO – Pengakuan tersangka pencabulan empat orang anak dibawah umur dinilai ngeyel dan mengada-ada. Pasalnya David Martinus Gulo mengaku kalau dirinya dijebak oleh korban.

David Martinus Gulo merupakan anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong yang kini dipenjara dan ditahan di rutan Polresta Barelang mengatakan kepada media jika dirinya korban jebakan empat korban anak perempuan di bawah umur.

“Kami menilai, statement tersangka (David Martinus Gulo,red) dibeberapa media dijebak ngeyel. Logika hukum tidak masuk akal. Bagaimana mungkin anak di bawah umur dapat mendesign hal sedemikian rupa? Ini akal-akalan lucu saja untuk melepaskan jeratan hukum,” ucap Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal selaku pendamping para korban, pada Sabtu (25/9/2021).

Lanjut Romo, meski begitu ia menghormati statement David Martinus Gulo yang Mem-framming seolah-olah dialah yang menjadi korban atas perlakuan bejatnya kepada anak-anak itu.

“Prinsip hukum pidana Indonesia, diberikan hak kepada tersangka atau terdakwa membela diri jadi sah-sah saja. Tentu majelis hakim akan menilai nantinya adanya rangkaian pidana sebelumnya,” ucap Romo.

Pencabulan Anak di Bengkong

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepari Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal | Foto : Ist

Rangkaian peristiwa pidana yang dilakukan oleh David Martinus Gulo selaku bendahara Yayasan Panti Asuhan Cahaya Kasih di Bengkong, Batam telah berlangsung lama.

“Dan lamanya peristiwa itu telah diakui oleh empat korban kepada penyidik. Dan lagi pula, secara adat, salah satu tokoh pemuda masyarakat Nias di Batam tahun lalu telah memperingatkan malahan Jaya Gulo selaku orang tua kandung tersangka ini. Dengan tujuan, agar tak melecehkan anak-anak itu (korban) baik secara verbal maupun non-verbal. Tapi imbauan tokoh itu, tak dihiraukan dan kejadian lagi pada 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 WIB,” jelas Romo.

Ia mengapresiasi langkah Dinas Sosial Kota Batam dan tim terpadu, yang telah melakukan assesment terhadap anak-anak Yayasan Panti Asuhan Cahaya Kasih.

“Kita apresiasi. Ini demi menyelamatkan anak-anak lain yang ada di dalam panti asuhan itu,” tegas Romo.

Menurut Romo, rekomendasi dinas sosial adalah, Anak-anak diserahkan kembali kepada orang tua anak karena Yayasan Panti Asuhan Cahaya Kasih dinonaktifkan.

Baca :  Motor Parkir di Depan Kantor PN Batam, Helm LTD Hilang Digondol Maling

Ia berharap agar kejadian dugaan pelecehan seksual atau pencabulan ini, tidak terulang lagi. Dan ini warning bagi kita semua.

“Kami yang bertugas untuk ini, tetap kami kawal. Ini adalah panggilan kemanusiaan bagi kami dan teman-teman jaringan perlindungan anak, perempuan dan migran (safe migrant) lainnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, David Martinus Gulo calon pendeta sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong, ditangkap unit 6 Polresta Barelang karena diduga telah mencabuli empat orang anak di bawah umur.

Mirisnya, perbuatan cabul yang diduga pria yang kini berstatus tersangka telah berlangsung dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir dan kali ini baru terungkap.

Korban 4 orang. Dua orang diantaranya, berusia 17 tahun dan dua orang lagi berusia 15 tahun, serta 12 tahun.

Menurut pengakuan korban, peristiwa itu terjadi di salah satu yayasan panti asuhan di Bengkong. Korban mengaku bahwa telah dicabuli calon pendeta tersebut. Dan tindakan David Martinus Gulo anak-anak itu saling menyaksikan. Dan telah berlangsung lama.

Puncaknya terjadi pada tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 WIB, pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui sebuah jendela.

Pelaku melakukan aksinya yakni memegang kemaluan korban hingga membuat korban berteriak dan pas dihidupkan lampu.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, KKPPMP selaku pendamping melaporkan, dan mengurus kepentingan hukum para korban.

Saat ini para korban yang merupakan anak dibawah umur berjumlah 4 orang sudah diamankan disalah satu rumah aman untuk menjalani masa pemulihan psikis.

Sementara itu, menurut Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam Pasal 76E tersebut dikatakan :” Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul”.

Pasal 82 ayat (1) junto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 Miliar.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Batam

Polsek Nongsa Salurkan Bantuan Beras dari Yayasan Buddha Tzu Chi ke Pulau Ngenang

Published

on

Polsek Nongsa

KUTIPAN.CO – Polsek Nongsa salurkan puluhan karung beras yang merupakan bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi untuk masyarakat yang terdampak PPKM, bertempat di Pulau Ngenang, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, pada Sabtu (25/9/2021).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Nongsa AKP Yudi Arvian, SIK bersama jajaran Personil Polsek Nongsa.

“Sebanyak 30 karung beras yang 10 Kilogram kita bagikan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan yakni penambang boat pancung antar Pulau di Kelurahan Ngenang,” ucap AKP Yudi.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak situasi pandemi Covid-19.

Selain pelaksanaan bakti sosial ini sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat tentang aturan terkait PPKM level 3 di Kota Batam.

Baca :  Rembuk Stunting, Bupati Lingga Minta Libatkan Semua Pihak

“Dengan kehadiran Polri ditengah-tengah masyarakat akan terjalin hubungan yang baik agar tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta mencegah penularan covid-19 di kelurahan Ngenang,” jelas Yudi.

“Semoga pemberian ini dapat bermanfaat dan tak lupa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin Protokol Kesehatan 5M untuk menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Batam

Meski Hujan, Warga Antusias Serbu Vaksinasi Yang Digelar Korem 033/WP bersama Apindo Kepri dan RSKI

Published

on

By

Korem 033/WP bersama Apindo Kepri

KUTIPAN.CO – Meski sempat diguyur hujan deras, tidak menyurutkan semangat masyarakat Kota Batam untuk mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Komando Resor Militer (Korem) 033/Wira Pratama (WP) melalui Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP, bertempat di Restoran Puas Hati, Batam Center, pada Sabtu (25/9/2021).

Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kali ini, turut hadir Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 033/WP Letnan Kolonel Inf Zusnan Hadi, serta berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau (Kepri), Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Detasemen Polisi Militer (Denpom) dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam.

Dari hasil pantauan terlihat ribuan warga sangat antusias bahkan rela mengantri walaupun keadaan cuaca hujan deras dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan.

Pihak penyelenggara membagi waktu dalam pelaksanaan di lapangan yakni Vaksin jenis Sinovac dilaksanakan pada pagi hari dan AstraZeneca pada siang hari. Dengan total yang disiapkan sebanyak 8000 dosis.

Korem 033/WP bersama Apindo Kepri

Berdasarkan data total secara keseluruhan sebanyak 731.760 orang telah divaksin Covid-19 oleh Tim Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP dengan rincian 459.461 orang dosis pertama dan 272.299 orang dosis kedua di tujuh (7) wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri di antaranya Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Kabupaten Kepulauan Anambas, Lingga dan Natuna.

Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Jimmy Ramoz Manalu, melalui Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 033/WP, Mayor Inf Reza Fahlevi, mengatakan kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya mempercepat tercapainya kekebalan kelompok masyarakat (herd immunity).

“Ini sudah menjadi tugas kami dalam membantu pemerintah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat kota Batam. Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya dalam memutus penyebaran virus tersebut,” ucap Mayor Inf Reza.

Baca :  Buka Puasa di HARRIS Hotel Batam Centre Diskon 20 Persen

Masyarakat diharapkan untuk selalu tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas kegiatan, menjauhi kerumunan meski sudah di vaksinasi dan mencuci tangan.

“Kita apresiasi untuk masyarakat yang sudah divaksinasi dan mensukseskan program vaksinasi nasional. Jangan abai dengan protokol kesehatan meski sudah mengikuti vaksinasi,” tegasnya.

“Dengan kondisi sekarang ini, tentu perlu kerja ekstra dalam penanganan tersebarnya virus covid-19, namun itu bukan suatu halangan. Dengan bantuan masyarakat dan stakeholder lainnya kita bersama-sama melawan virus tersebut dengan harapan Herd Immunity bisa tercapai melalui Vaksinasi,” tutup Mayor Inf Reza.

Sementara itu, Mona Fitria selaku Tim Koordinator Apindo Kepri mengatakan, untuk hari ini Korem 033/WP bersama Apindo Kepri telah menyiapkan sebanyak 8.000 vaksin dosis kedua, yakni Astrazeneca dan Sinovac.

“Sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 12.30 Wib kita membuka vaksinasi jenis Astrazeneca sebanyak 4000 dosis dan dilanjutkan pada pukul 13.00 Wib kita membuka vaksinasi jenis Sinovac hingga selesai. Karena hujan, baru 6000 masyarakat yang tervaksin,” jelas Mona.

Meski diguyur hujan, kata Mona, antusias masyarakat masih tinggi untuk mengikuti vaksinasi yang digelar Korem 033/WP bersama Apindo Kepri.

“Harapan kita dengan apa yang telah kita lakukan saat ini, keadaan dapat normal kembali sehingga aktivitas berjalan seperti biasa. Terutama, anak-anak dapat kembali sekolah tatap muka,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam10 jam ago

Romo Paschal : Tersangka Pencabulan Anak di Bengkong Ngaku Dijebak Korban “Akal Akalan”

KUTIPAN.CO – Pengakuan tersangka pencabulan empat orang anak dibawah umur dinilai ngeyel dan mengada-ada. Pasalnya David Martinus Gulo mengaku kalau...

Polsek Nongsa Polsek Nongsa
Batam10 jam ago

Polsek Nongsa Salurkan Bantuan Beras dari Yayasan Buddha Tzu Chi ke Pulau Ngenang

KUTIPAN.CO – Polsek Nongsa salurkan puluhan karung beras yang merupakan bantuan sosial dari Yayasan Buddha Tzu Chi untuk masyarakat yang...

Korem 033/WP bersama Apindo Kepri Korem 033/WP bersama Apindo Kepri
Batam10 jam ago

Meski Hujan, Warga Antusias Serbu Vaksinasi Yang Digelar Korem 033/WP bersama Apindo Kepri dan RSKI

KUTIPAN.CO – Meski sempat diguyur hujan deras, tidak menyurutkan semangat masyarakat Kota Batam untuk mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Komando...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga13 jam ago

UPDATE Covid-19 Lingga 24 September : Nihil Penambahan Kasus Positif Sisa 6 Kasus Aktif

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Sabtu 24 September 2021, nihil penambahan kasus aktif sementara kesembuhan...

Vaksinasi Ibu Hamil Vaksinasi Ibu Hamil
Lingga13 jam ago

Dinkes Lingga Serbu Vaksinasi Ibu Hamil

KUTIPAN.CO – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DK-PPKB) Kabupaten Lingga lakukan serbuan vaksinasi massal...

Kodim 0317/TBK Kodim 0317/TBK
Karimun23 jam ago

Kodim 0317/TBK Tanam Ribuan Bibit Pohon

KUTIPAN.CO – Demi menjaga kelestarian lingkungan, Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun melaksanakan penanaman ribuan bibit pohon, bertempat di Kampung Sememal, Kelurahan...

Pecatur Kepri Pecatur Kepri
Kepri23 jam ago

Targetkan Dua Medali di PON XX Papua, Pecatur Kepri Bakal Hadapi Grand Master

KUTIPAN.CO – Tim catur Kepulauan Riau menargetkan dua medali dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, yang berlangsung dari...

Benan Island Resort Benan Island Resort
wisata2 hari ago

Soft Opening Benan Island Resort, Ketua DPRD Lingga Dorong Sektor Wisata Ditengah Pendemi

KUTIPAN.CO – Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nashiruddin apresiasi dan dukung pelaku usaha di sektor pariwisata untuk tumbuh maju dan...

Populer Sepekan

Opgab Timpora Imigrasi Dabo Singkep Sidak di Wilayah Pesisir Ditjen Gakkum KLHK Hentikan Aktivitas Tambang Bauksit PT YBP di Pulau Singkep Penambangan Pasir Ilegal di Nongsa Ditangkap Polresta Barelang Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem Serbu Desa Binaan di Karimun Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12