Beranda Klik News Regional Menilik Memek Yang Jadi WBTB Indonesia

Menilik Memek Yang Jadi WBTB Indonesia

Kuliner khas Pulau Simeulue, Aceh, bernama memek dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia | Foto : Istimewa

KUTIPAN.co – Kuliner khas Aceh tepatnya makanan khas pulau Simeulue dengan nama Memek dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Terkait makanan khas daerah itu menarik penasaran masyarakat dari berbagai daerah, berikut fakta tentang memek yang dikutip dari Kompastravel.

1. Teksturnya mirip bubur

Memek memiliki bentuk seperti bubur, bisa disantap saat panas maupun dingin. Terbuat dari beras ketan gongsen, pisang dengan santan yang dipanaskan, gula, dan garam.

2. Punya arti mengunyah

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue, Abdul Karim, memek berasal dari bahasa daerah, yakni mamemek yang berarti mengunyah-ngunyah. Namun, masyarakat setempat lebih suka menyebutnya sebagai memek.

3. Cara buat yang mudah

Memek terbuat dari beras ketan, pisang, gula, dan garam. Dengan pengolahan dari awal hingga disantap, pertama-tama, beras ketan digongsen atau disangrai, sementara pisang dihancurkan tetapi masih dalam kondisi tekstur kasar. Kemudian itu diberikan santan yang telah dipanaskan, gula serta garam. Tak lupa juga taburkan beras yang telah disangrai.

4. Muncul saat bulan Ramadhan

Seperti jajanan kuliner daerah lainnya, Memek lebih mudah ditemukan saat jelang atau bulan Ramadhan. Masyarakat setempat biasanya membuat memek dalam porsi yang besar. Rasanya yang manis membuat memek disantap sebagai hidangan buka puasa.

5. Ada di kafe

Meski kuliner khas daerah, memek saat ini bisa ditemukan dengan mudah di destinasi-destinasi wisata sekitar Simeulue. Wisatawan bisa menemukan memek di kafe-kafe yang di Pulau Simeulue. Untuk membeli satu cup plastik memek, harga yang perlu dibayarkan adalah Rp 5.000.

Editor : Kri