RINDANGNYA kawasan wisata pantai Batu Berdaun yang terletak di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau yang dijadikan tempat perkemahan literasi digital oleh Kwarcab Pramuka dengan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lingga. Berikut catatan pewarta KUTIPAN.co saat mengikuti kegiatan kemah Literasi Digital.

Sabtu, (19/10/2019) pagi puluhan peserta pramuka dari tiga belas Kecamatan se-Kabupaten Lingga yang ikut memeriahkan kegiatan bertajuk kemah literasi digital itu terlebih dahulu melakukan aktifitas jalan santai serta membersihkan sampah-sampah yang berserakan diskitaran pantai batu berdaun.

Sekira pukul 08.00 WIB, tak disangka hujan pun turun mengguyur Bumi Bunda Tanah Melayu dengan derasnya, meski diterpa hujan tidak menyurutkan semangat adik-adik pramuka untuk mengikuti kegiatan kemah literasi digital. Berselang setengah jam hujanpun berhenti.

Tanpa berlama-lama materi pertama tentang kepramukaan pun disajikan kepada adik-adik pramuka yang dibawakan oleh Kehumasan Kwarcab Lingga Nurjali yang juga wartawan dari Antara Kepri.

Tampak para peserta pramuka begitu antusias ketika wartawan Antara itu membawakan materi tentang kepramukaan yang digabungkan dengan sentuhan literasi digital sehingga materipun menjadi lebih berwarna.

Tak kalah eksisnya materi kedua yang dibawakan oleh Ketua PWI Kabupaten Lingga Jhony Prasetya menjadi lebih hidup. Pasalnya Pemred dari media Probatam itu menjelaskan terkait apa yang dimaksud dengan tugas dan fungsi dari wartawan. Jhony pun mengartikan kepada para peserta bahwa wartawan itu bukan untuk ditakuti melainkan untuk disenangi.

Sepenjang penjelasannya, Jhony pun menceritakan pengalamannya kepada adik-adik pramuka selama ia menggeluti dunia jurnalistik, dari mulai ia hijrah ke suatu daerah menuju daerah lain, hingga ia memutuskan untuk menetap tinggal di Dabo Singkep bersama istri dan kedua anak-anaknya.

Ceritanya pun mendapat respon positif dari adik-adik Pramuka. Sebab sorotan mata mereka seakan tidak mau beralih dan beranjak ketika Jhony menyajikan cerita seputar pengalamannya menjadi seorang wartawan.

Dan adik-adik pramuka diminta Jhony untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan kemah literasi digital, karena menurut Jhony momen langka ini jarang mereka dapatkan setiap harinya sehingga diharapkan mereka dapat lebih serius dan fokus.

Eks Ketua AJI Batam Anwar Sadat Saat Memberikan Materi

Singkat cerita teknik dasar dalam jurnalistik pun turut disajikan oleh Eks Ketua AJI Batam Anwar Sadat. Dimana ramuan-ramuan dalam penulisan beritapun ia transfer kepada adik-adik pramuka. Dan tidak diperlukan waktu lama para peserta pun langsung diminta untuk membuat sebuah tulisan terkait kegiatan kemah literasi digital dan mewawancarai beberapa panitia untuk mereka jadikan narasumber.

Tampak para peserta begitu bersemangat. Satu persatu dari mereka pun langsung bergegas mewawancarai tiga orang panitia untuk dijadikan narasumber. Ketika selesai mewawancarai mereka pun langsung menulis pemberitaan dari hasil wawancara yang mereka lakukan.

Pada saat materi tengah berlangsung tiba-tiba angin berhembus dengan kencangnya sehingga meluluhlantakan tenda-tenda perkemahan yang dibangun disekitaran lokasi acara hingga berterbangan. Tak lama kemudian hujan kembali mengguyur, laut di pantai pun tampak berombak dan suasana menjadi dingin dan hening.

Akan tetapi tidak membuat mereka mundur dan takut melainkan menjadikan mereka lebih bersemangat untuk terus mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.

Akhirnya hujan pun berhenti dan merekapun telah selesai mengerjakan tugas yang diberikan oleh narasumber untuk mewawancarai dan menulis pemberitaan. Dari puluhan peserta tersebut ditariklah beberapa tulisan yang dianggap narasumber telah memenuhi standar dalam penulisan berita seperti unsur 5W+1H.

Disinggung oleh Anwar teknik dasar dalam penulisan berita sangat diperlukan. Sebab bila sudah mengetahui teknik dasar dalam penulisan berita maka apa yang akan dituangkan dalam tulisan nanti akan mengalir dengan sendirinya.

“Untuk bisa menulis berita tidak cukup hanya satu hari pelatihan. Apalagi mereka tidak memahami tentang dunia pemberitaan. Untuk itu, diperlukan keterbiasaan kepada mereka agar terus mencoba, agar ilmu yang diberikan hari ini tidak hilang,” ujar Anwar

Wartawan Kompas.com Lana saat memberikan materi fotografer

Lalu, masuk pada materi teknik dalam fotografer yang dibawakan oleh Hadi Maulana dari Media KOMPAS.com, yang begitu energik dan senang bercanda sehingga membuat suasana menjadi lebih cair. Namun tak memerlukan waktu lama pria yang akrab disapa Lana itu pun langsung membeberkan beberapa materi terkait cara pengambilan foto.

Menurut Lana, tugas wartawan selain bisa menulis berita juga harus bisa mengetahui teknik dalam pengambilan gambar yang nantinya akan dijadikan objek.

“Dalam pengambilan foto cukup kita memahami tiga teknik dalam memotret yakni close up, medium shot, dan long shot. Karena dalam anggel foto itulah yang nantinya akan menjadi objek kita dalam menulis,” ujar pria berkacamata itu.

Setelah memberikan materi singkat Lana pun memberikan instruksi kepada adik-adik pramuka untuk langsung mempraktekkannya. Diberikan waktu 30 menit para peserta pun bergegas mencari angel foto yang mereka anggap menarik untuk dijadikan objek.

Meski tubuh mereka terlihat mulai lelah karena mulai dari bermalam hingga penyampaian materi paginya oleh narasumber namun tak sedikitpun dari mereka yang mengeluh sakit. Bahkan hal itu menjadikan mereka semakin bersemangat untuk mengikuti kegiatan tersebut hingga tuntas.

Waktu pun menunjukkan pukul 16.00 WIB, saatnya masuk materi akhir yaitu teknik pengambilan video yang dibawakan oleh Agus Fathurrohman atau yang akrab disapa Bagas dari Metro TV.

Bagas pun tak ragu-ragu menebarkan ilmunya kepada adik-adik pramuka, karena menurut dia ilmu yang ia miliki jika tidak tersalurkan ke orang lain akan menjadi sia-sia.

Dari mulai teknik dasar, cara pengambilan video, hingga membedah video semata-mata ia berikan agar ilmu yang ia miliki saat ini bisa bermanfaat untuk orang lain.

Adik-adik Pramuka pun langsung mendapatkan arahan untuk praktek lapangan. Peserta pun begitu antusias mulai dari mewawancarai narasumber hingga mengedit video mereka lakukan.

Lalu terpilihlah tiga kelompok yang dianggap Bagas memenuhi standar dalam pengambilan video dan mereka diberikan reward sebagai bentuk penyemangat.

Benang merahnya untuk generasi milenial khusus adik-adik pramuka yang mengikuti kegiatan kemah literasi digital ini kedepannya dapat menjadi generasi yang bermanfaat untuk Nusa dan Bangsa. Lain sisi juga jangan sampai memposting hal-hal yang belum tentu kebenarannya lalu dishare sehingga dapat merugikan orang lain. Karena arah perubahan negara saat ini berada di tangan generasi muda.

Editor : Agedas