Connect with us

Kutipan Warganet

Mengenal Lebih Dekat Suku Matbat di Kepulauan Raja Ampat

Published

on

Suku Matbat di Kepulauan Raja Ampat

KUTIPAN.CO – Suku Matbat, salah satu suku yang sebagian besar populasinya tinggal di Kepulauan Raja Ampat tepatnya Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang disebut suku asli Pulau Misool.

Sejumlah suku menetap di kepulauan ini mulai dari suku Misool, suku Biga, suku Matbat. Suku-suku tersebut menempati beberapa wilayah kampung di Pulau Misool mulai kampung Magey, kampung Lenmanas, Salaten, Atkari, Folley, Tomolol, Kapei dengan jumlah populasi sekitar 700 jiwa.

Sejarah dan Asal-usul Suku Matbah

Nama suku Matbat berasal dari dua kata, yakni Mat berarti manusia, sedang Bat artinya tanah, atau dengan kata lain Matbat berarti tanah atau orang yang memiliki tanah atau pribumi. Sejarah dan asal-usul suku Matbat bermula mereka menetap di daerah pedalaman Batan Me.

Dikisahkan, suatu hari ada kejadian yang memaksa keluar dari kampung, kemudian mereka menyebar di kawasan selatan dan timur Pulau Misool. Mereka berbaur dengan pendatang berasal dari pulau Ternate, Maluku, Seram membangun pemukiman baru.

Mata Pencaharian Masyarakat Suku Matbat

Masyarakat Matbat yang tinggal di kawasan selatan dan timur Pulau Misool memiliki mata pencaharian tertentu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pertama, meramu jamu yang biasa dilakukan oleh penduduk pria dan wanita.

Sebelum melakukan proses meramu jamu mereka lebih dahulu menebang pohon sagu dihari atau waktu yang tepat. Mereka percaya kegiatan penebangan pohon dilakukan tidak tepat waktu menyebabkan hasil dari pohon sagu akan sedikit.

Biasanya pohon sagu ditebang sekitar umur 7-8 tahun. Setelah pohon ditebang selanjutnya dikuliti dengan ukuran 3-4 meter. Usai dikuliti langkah selanjutnya ditokok dengan alat tokok yang disebut Lo.

Serbuk sagu kemudian diramas, dan biasanya alat ramas serbuk sagu oleh masyarakat setempat dinamakan Fa. Fa dibangun dekat sumber air dengan alasan agar mudah melakukan pemerasan bawel. Fa, alat pemeras sagu ini terdiri dari tempat untuk peras, tempat saringan, tempat endapan sagu dan saringan pembuangan akhir.

Kedua, bercocok tanam atau berkebun, biasanya kegiatan berkebun dilakukan di hutan sekitar kampung. Selain itu, lokasi berkebun dikerjakan disuatu pulau yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal.

Kegiatan berkebun masyarakat Matbat dengan cara dan peralatan sederhana serta menanam jenis tanaman jangka pendek ataupun jangka panjang. Setelah tanamannya selesai ditanam, lalu sekitar kebun dipagar dilengkapi tanda larangan masuk, seperti bambu diikat kain merah yang disebut fanfan.

Mata pencaharian lainnya dengan berburu, kegiatan berburu dilakukan saat tertentu, yang biasanya bersamaan menokok sagu, musim kemarau. Kegiatan berburu dilakukan kaum pria dewasa dan anak remaja. Hewan yang diburu mulai kuskus, hingga kasuari.

Menariknya saat berburu binatang mereka berkelompok atau perseorangan diwaktu siang. Cara berburu pun ditemani seekor anjing untuk menghalau hewan buruan. Ada cara unik yang dilakukan masyarakat Matbat dengan memakai jerat berukuran besar untuk hewan yang dinamakan fan-fan, sedang jerat kecil untuk hewan kecil.

Baca :  Pelajar Dilarang Rayakan Valentine, Disdik Bekasi Keluarkan Surat Edaran

Solonkamum, yaitu dengan membuat pengintaian sekitar sumber lain dan memakai alat tombak, panah yang ujung diolesi racun.

Selanjutnya menangkap ikan yang biasanya dilakukan oleh pria maupun wanita. Kegiatan menangkap ikan dilakukan pesisir pantai, hutan bakau hingga muara sepanjang aliran.

Kepercayaan Terhadap Mon

Masyarakat Matbat masih percaya pada Mon dan suatu saat roh yang dinamakan Mon itu akan reinkarnasi disaat menghadapi bahaya dan sakit. Di saat keadaan ada bahaya dan sakit, dikisahkan roh akan datang dan membantu yang mereka, sebut Sun.

Mereka percaya ada alam lain selain alam dunia yang dihuni ntak dengan dunia Mon. Mereka disebut sudah biasa berhubungan dengan Mon yang biasanya berpantang makan hewan dan tanaman tertentu. Kepercayaan masyarakat Matbat pada Mon sampai sekarang masih dijumpai. Mereka percaya pada benda-benda, tempat-tempat keramat dan memiliki kekuatan ghaib atau kekuatan sakti.

Bahasa Masyarakat Suku Matbat

Bahasa yang biasa digunakan dalam berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Matbat yaitu bahasa Matbat, dan bahasa Misool.

Kampung Biga dibagian timur dan barat, Distrik Misool Selatan mempertahankan bahasa Matbat dalam keseharian mereka. Ada 350 jiwa Bahasa Matbat dan Misool biasa digunakan orang-orang Matbat yang beranjak dewasa. Bahasa lain yang biasa digunakan masyarakat Matbat, yakni bahasa Indonesia.

Sistem Teknologi Masyarakat Suku Matbat

Pola hidup masyarakat suku Matbat bisa dilihat dari sistem teknologi yang biasa digunakan suku Matbat dalam kehidupan sehari-hari. Pola hidup suku yang menetap di pulau Misool masih sederhana belum tersentuh budaya luar. Hal ini terbukti dan terlihat alat-alat sebagian besar terbuat dari tumbuhan dan logam.

Pertama, Aco, sebuah senjata bernama tombak yang terbuat dari kayu. Kedua, weng yaitu alat perkebunan yang terbuat dari kayu. Ketiga, uf, yaitu pancingan terbuat dari batang daun tumbuhan Nipa. Keempat, Noken, adalah tas terbuat dari anyaman bambu dan pelepah daun nipa.

Budaya Sasi

Potret kehidupa masyarakat Matbat memang unik dan menarik, yang terlihat kebiasaan suku ini melakukan kesepakatan dengan suku lain di kepulauan Raja Ampat dengan istilah Sasi atau larangan. Mereka percaya bisa hidup berkat penjaga laut, dan mereka juga percaya penjaga laut inilah yang memberi kesuburan makhluk hidup laut sehingga hasil tangkapan saat melaut melimpah

Ritual Sasi dimulai rapat adat di tempat ibadah masjid atau gereja. Selanjutnya sesaji disiapkan menandai tradisi Sasi. Ritual Samson atau Sasi digelar setiap tahun sekali dalam jarak 5-7 tahun yang dipimpin seorang yang disebut Mironyo.

Sejak sasi diterapkan selama 5-7 bulan masyarakat setempat dilarang mengambil ikan di laut. Jika ada yang melanggar, maka akan dikenakan denda dengan membayar sejumlah uang ke tetua adat. Kepercayaan tidak mengkomsumsi ikan menjadi bagian tradisi lokal. Itulah potret kehidupan masyarakat Matbat di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Digital

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

Published

on

Foto Ditjen Aptika, kominfo

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika targetkan hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat mendapatkan literasi di bidang digital.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Guna merealiasikan target itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kegiatan webinar yang berlangsung melalui zoom di Kepulauan Riau pada Rabu (18/09/2021) menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau dan narasumber lainnya, sementara Walikota Batam Muhammad Rudi sebagai Keynote Speaker.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Zulhendri, M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau pada pilar Kecakapan Digital dengan tema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet” menjabarkan tentang hal-hal positif ber-internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

“Kreatif di internet, antara lain sumber inspirasi positif, mampu menangkap peluang, serta menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan dalam pemanfaatan internet secara positif. Aman di internet, meliputi selalu hindari mengunggah data atau informasi pribadi, ingat dan simpan password dengan baik, usai online selalu log out, waspada jika berkomunikasi dengan orang yang abru dikenal, serta patuhi batasan umur,” ucapnya.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar, M.SN selaku dosen, seniman, komposer, dan editor mengangkat tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Setya menjelaskan dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

“Jejak digital merupakan sesuatu yang permanen, terdiri dari jejak digital pasif dan aktif. Jejak digital pasif merupakan data yang diciptakan tanpa sadar, data yang ditinggalkan saat menjelajahi atau mengakses sebuah situs. Jejak digital aktif merupakan data yang sengaja ditinggalkan atau secara sadar dibuat atau tinggalkan saat mengisi atau menambahkan konten pada suatu situs,” jelas Setya.

Prinsip dasar berdemokrasi di era digital, meliputi memahami apa itu demokrasi, mengikuti perkembangan iptek, mengusai atau memiliki kecakapan dalam dunia digital, serta bermedia dengan cerdas.

“Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik,” jelasnya.

Dilanjutkan pilar Budaya Digital oleh Adimaja, S.T., M.M., MMG selaku Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mengangkat tema “Literasi Digital Dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme dan Separatisme”.

Baca :  Sosialisasi Aplikasi Rumah Belajar Dari Laboratorium Maya Hingga Wahana Angkasa

Adimaja menjelaskan kenali doktrin radikal di internet melalui, beriman, berjihad, dan hijrah. Proses radikalisme dengan cara melakukan pendekatan kemudian membuat grup whatsapp, perekrutan jadi anggota, pembantaian atau pengambilan sumpah, dan pembinaan.

Identifikasi korban, melalui perubahan signifikan pada sikap mental yang mendua, meninggalkan keluarga dan sekolah karena kegiatan yang intens, cenderung menjadi pribadi yang tertutup dan tertekan jiwanya, manipulatif serta minim empati.

“Tips untuk mengantispasi radikalisme antara lain, teliti keabsahan organisasi, teliti susunan pengurus dan alamat resmi, pelajari agama dengan paripurna pada ahlinya, kenali modus perekrutan gerakan radikal, tolak dengan tegas bila diajak kajian-kajian yang sembunyi-sembunyi, kritis, serta berdialog dengan orang lain bila mendapatkan materi yang sulit dimengerti,” ucap Adimaja.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh Harmen, M.KOM selaku Kepala SMAN 28 Batam mengangkat tema “Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax”.

Harmen membahas hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar adanya dan diverifikasi kebenarannya. Dengan kata lain, sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

Ciri-ciri berita hoax, antara lain didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar, berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca, dan diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas.

Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax.

Sementara itu, jenis hoax yang patut dicurigai meliputi hoax virus, hoax kirim pesan berantai, hoax urban legend, hoax dapat hadiah gratis, hoax tentang kisah menyedihkan, serta hoax pencemaran nama.

Webinar diakhiri, oleh Grace Amalianty selaku Influencer dengan Followers 65,3 Ribu. Grace menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narsumber, berupa positif di internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

“Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Batam

Member ASR, Menginap 2 Malam Bayar 1 Malam di Tiga HARRIS Hotels Batam

Published

on

Foto aplikasi harris hotel, HARRIS Hotels Batam

KUTIPAN.CO – Sudahkah anda mendaftar menjadi anggota Ascott Star Rewards (ASR) ? Ini waktu yang tepat, jika belum menjadi anggota ASR (gratis untuk mendaftar).

Anda harus memanfaatkan promo di bulan September 2021 ini yakni menginap 2 malam hanya bayar 1 malam di ketiga HARRIS Hotels di Batam (HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center & HARRIS Resort Barelang Batam).

Promo ini berlaku untuk pemesanan sampai tanggal 15 September 2021 melalui website atau aplikasi Discover ASR. Untuk melakukan pemesanan bisa melalui 3 HARRIS Hotels Batam yakni :

HARRIS Resort Waterfront Batam : https://bit.ly/FAMILYHOLIDAY
HARRIS Hotel Batam Center : https://bit.ly/HARRISBTMCTR
HARRIS Resort Barelang Batam : https://bit.ly/HARRISBARELANGSTAYCATION

Anda dapat memilih tanggal menginap di ketiga hotel ini sampai dengan tanggal 31 Desember
2021.

Melalui promo ASR, Anda dapat menginap selama dua malam berturut – turut di HARRIS Resort Waterfront Batam dengan harga Rp.415.000 per malam, HARRIS Hotel Batam Center dengan harga Rp. 480.000 per malam dan di HARRIS Resort Barelang Batam dengan harga Rp. 564.000 per malam.

Baca :  Kaget Terpapar Covid, Begini Kondisi Pevita Pearce

Dila Bachmid selaku Marketing & Branding Manager Shared Service HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam menjelaskan, semua tamu dapat menikmati promo menginap 2 malam dan bayar 1 malam di semua hotel-hotel jaringan TAUZIA Hotels Management yang merupakan bagian dari The Ascott Limited.

Sementara itu, Viki Wahyudi sebagai Marketing & Branding Manager HARRIS Resort Barelang Batam juga menambahkan, sayang sekali promo ini untuk dilewatkan karena untuk tamu-tamu bisa merencanakan liburan hingga 31 Desember 2021.

“Tunggu apa lagi ayo daftar jadi member Ascott Star Rewards (ASR) dan nikmati semua benefit yang ditawarkan,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Digital

Dapat Pendanaan 585 Miliar Zipmex Rilis Tiga Produk Baru

Published

on

Tentang ZMT Zipmex

KUTIPAN.CO – Usai mendapatkan pendanaan sebesar Rp 585 Miliar, broker aset kripto Zipmex menggunakan dana tersebut untuk pengembangan pada lini bisnis dengan merilis sejumlah prduk baru.

CEO Zipmex, Marcus Lim membeberkan adapun produk baru itu yakni, ZipCard, ZipWorld dan ZipLauch, yang awal Agustus 2021 kemarin Zipmex telah memperkenalkan satu produk dari 3 produk barunya yakni Zipmex Card (ZipCard) dan akan diluncurkan pada akhir tahun 2021.

Zip Card kata Marcus Lim merupakan kartu pembayaran yang didukung oleh Visa, yang tujuannya nanti, pemilik kartu tersebut dapat meggunakan Zipmex Card yang berisi aset digital untuk berbelanja di lebih dari 70 juta merchat dari jaringan global visa.

Lalu produk lainnya yakni ZipWorld, meski belum diluncurkan secara global, produk ini telah lebih dahulu menyapa publik di Thailand dalam versi beta. Kegunaan dari ZipWorld ini akan memberikan ruang bagi penggunanya dalam menikmati produk lifestyle eksklusif.

Baca :  Perjalanan Rombongan Penghuni  Surga dalam Al-Quran

Sedangkan satu produk lagi yakni Z Launch, produk ini adalah platform akses eksklusif pengguna Zipmex untuk bisa berinvestasi pada aneka token baru. Jadi para investor ZMT nantinya dapat berinvestasi token baru dengan menggunakan token ZMT di produk Z Launch tersebut.

Marcus Lim mengaku, produknya telah mendapat ijin sesuai dengan regulasi disejumlah negara yang saat ini beroperasi, seperti di Indonesia, Thailand, Singapura dan Australia. DIketahui pengguna Zipmex di Indonesia mencapai angka 35 – 40 persen dari total pengguna Zipmex.


Penulis : Kiky
Editor : Fikri
Source : Kontan

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Foto Ditjen Aptika, kominfo Foto Ditjen Aptika, kominfo
Digital19 jam ago

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat...

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam20 jam ago

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga1 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 17 September : 1 Kasus Aktif 1 Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Jumat 17 September 2021, terdapat penambahan kasus aktif, 1 kematian...

Kapal Asing di Laut Natuna Utara Kapal Asing di Laut Natuna Utara
Nasional1 hari ago

Pangkoarmada I : Issue Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara Tidak Benar

KUTIPAN.CO – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P melakukan patroli udara, guna memastikan kebenaran...

Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja
Kutipan Berita1 hari ago

Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

KUTIPAN.CO – Lantaran ingin punya motor sendiri untuk dipakai balapan, YB (16) anak dibawah umur nekat mencuri motor di Jalan...

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL
Kepri2 hari ago

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P...

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Nasional2 hari ago

Kemenhub RI Minta Maaf Atas Intimidasi Wartawan di Batam

KUTIPAN.CO – Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahpahaman dalam penanganan keamanan yang terjadi pada salah...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga2 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 16 September : Nihil Penambahan Kasus Aktif dan 1 Kasus Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Kamis 16 September 2021, nihil penambahan kasus aktif, 1 kasus...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12