Jakarta – Banyaknya kasus remaja meninggal dunia diduga akibat keseringan bermain game online seperti Mobile Legend dan PUBG.

Bermain sambil menggunakan headset disebut-sebut menjadi pemicu pecahnya pembuluh darah di otak. Sehingga dari kejadian tersebut banyak yang mengkaitkan antara pengguna headset sehingga berakibat pecahnya pembuluh darah.

“Nggak ada penelitiannya. Dulu kan dibilang pakai headset bisa kanker otak segala macam, itu belum ada studinya meski dicurigai tapi tidak ada hubungan langsung,” ucap spesialis saraf dari RS Pondok Indah, dr Rubiana Nurhayati, Selasa (24/9/2019)

dr. Rubi pun menjelaskan bahwa penyakit yang disebabkan karena main game terlalu lama bukan stroke melainkan epilepsi. Main game memang terbukti bisa mentrigger kekambuhan epilepsi pada orang yang memang punya riwayat sebelumnya.

“Kalau misal game picu stroke sih nggak ada. karena dalam faktor risiko stroke kita nggak pernah sebut game. Kamu ke dokter manapun nggak ada tuh faktor risiko stroke karena main game. yang ada merokok, hipertensi, alkohol,” paparnya.

Meski demikian, ia menegaskan bermain game terlalu lama pun tidak baik untuk tubuh secara keseluruhan. Dirinya pun berharap agar tiap orang bisa lebih bijak dalam bermain game.

“Kurangi main game. Dampaknya bisa ke tubuh yang lain, nggak cuma otak tetapi mata, leher, kadang lupa makan jadi daya tahan tubuh menurun, nggak istirahat,” tutupnya.

Sumber : detikcom
Editor : Agedas