Connect with us

Batam

Mahasiswa Polibatam Raih Juara 2 & 3 South East Asian Sales Competition 2021

Published

on

South East Asian Sales Competition 2021

KUTIPAN.CO – Mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polibatam) kembali membanggakan nama Polibatam dalam ajang bertaraf Internasional dan berhasil meraih juara 2 & 3 di South East Asian Sales Competition (SEASAC) 2021.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung yang digelar pada tanggal 3-5 Maret 2021 melalui platform konferensi video.

Ini merupakan kali kedua Polibatam mengikuti ajang tersebut, yang sebelumnya telah meraih juara pada SEASAC 2020 yang diselenggarakan oleh Mahasarakham University di Thailand.

SEASAC merupakan kompetisi yang diadakan sejak tahun 2020. Melalui SEASAC, peserta diharapkan dapat menunjukkan kinerja Business to Business (B2B) sales yang profesional.

Ini adalah bagian dari program Erasmus+ Capacity Building of Higher Education (CBHE) yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan Perguruan Tinggi di Asia Tenggara untuk mencetak B2B Sales yang profesional dan terampil untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Lebih dari 80 siswa dari 9 negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Kamboja, Brunei, Malaysia, Laos, Thailand, Singapura, Filipina dan Vietnam berpartisipasi dalam SEASAC 2021. Ada juga beberapa peserta dari Finlandia dan Austria yang diundang sebagai peserta undangan untuk babak kualifikasi.

Wakil Ketua DPR RI Resmikan Kampus Politeknik Lingga

Tim Polibatam terdiri dari Noel Steven Limbong (Logistik Perdagangan Internasional, Angkatan 2020), Aprilia Pristiana Putri (Manajemen Bisnis, Angkatan 2019), Assyfa Naysila (Manajemen Bisnis, Angkatan 2019), dan Gabriella Stephanie Siregar (Manajemen Bisnis, Angkatan 2019).

Dua diantaranya adalah Juara 1 (Gabriella) dan Juara 4 (Noel) pada Indonesia Sales Competition (ISAC) 2020 yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2020 dengan tuan rumah Universitas Putera Indonesia (UPI) YPTK Padang, Sumatera Barat.

Guna menunjukkan prestasi terbaik di SEASAC 2021, sekitar dua minggu sebelum penyelenggaraan, tim Polibatam fokus pada persiapan intensif di bawah bimbingan Hajan Hidayat, dosen Manajemen Bisnis yang dalam acara ini bertindak sebagai Koordinator Lomba.

Baca :  Rusun Tanjunguncang Batam Dijadikan Lokasi Karantina Pasien Covid-19

Mahasiswa tersebut juga dilatih oleh tim dosen Polibatam dan beberapa mitra praktisi industri. Persiapan tersebut dilakukan melalui pertemuan daring dan luring dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Keseluruhan jalannya SEASAC 2021 ditempuh dalam 4 babak mulai dari babak kualifikasi pertama, babak kualifikasi kedua, babak semifinal dan babak final. Ada 4 siswa yang mendapat kesempatan untuk berlaga di final. Gabriella dan Noel berhasil lolos ke babak final bersaing dengan 2 mahasiswa lainnya dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, kampus peringkat 2 se-Asia dan peringkat 13 se-dunia.

Pemenang kompetisi adalah:

Juara Ke-1 : Sean Tan Zong Yue, Nanyang Technological University (NTU), Singapura
Juara Ke-2 : Gabriella Stephanie Siregar, Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Indonesia
Juara Ke-3 : Noel Steven Limbong, Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Indonesia
Juara Ke-4 : Ivan Sim Ding Hao, Nanyang Technological University (NTU), Singapura

Harri Lappalainen selaku Head of SEASAC project dalam sambutannya pada acara penutupan mengatakan, pihaknya berharap 33 universitas yang telah mengikuti kompetisi ini (sebagai peserta, judge, buyer, dll) dapat terinspirasi untuk mengimplementasikan program B2B Sales di kampus masing-masing.

“Saya mengucapkan terima kasih khusus kepada para pihak dan orang-orang yang bekerja keras untuk mendukung acara ini terselenggara dengan baik,” ucap Harri, Rabu (10/3/2021).

Harapannya European Sales Competition (ESC) yang akan diadakan pada 17-19 November 2021 dimana Turku University menjadi tuan rumah dan berharap universitas Asia Tenggara di SEASAC 2021 dapat berpartisipasi dalam acara tersebut.


Penulis : Yuyun
Editor : Fikri

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Batam

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

Published

on

Panti Asuhan di Bengkong

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial Kota Batam.

Dari pantauan awak media di lokasi, terlihat beberapa petugas dari tim terpadu Pemerintah Kota Batam melakukan penjemputan terhadap puluhan anak-anak tersebut, serta sejumlah personel Polsek Bengkong hadir untuk melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Diketahui sebelumnya, yayasan tersebut tersandung kasus pencabulan yang mana anak pemilik yayasan diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya sebatas pengamanan.

“Kita berikan pengertian supaya mereka dari pihak Yayasan mengizinkan untuk dibawa anak-anak tersebut untuk dilakukan pemulihan dengan adanya permasalahan yang ada,” kata AKP Bob, Jumat (17/09/2021)

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemerintah Kota Batam sudah mengevakuasi anak-anak dari Yayasan tersebut, karena diduga ada unsur tindak pidana dugaan pelecehan seksual.

“Kita selaku pendamping adik-adik tersebut mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Batam atau tim terpadu yang tergabung telah mengamankan anak-anak dari Yayasan tersebut,” ucap Leo saat diwawancarai awak media, di Batam Center, pada Jum’at (17/9/2021).

Menurut Leo, saat evakuasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Batam sempat terjadi mis komunikasi dan pihaknya sangat menyayangkan hal itu.

“Sekali lagi kami menyayangkan sikap oknum yang terkesan menghalang halangi tindakan daripada persuasif yang dilakukan oleh tim terpadu. Dengan turunnya tim terpadu ke Yayasan CH sudah jelas bahwa ada unsur dugaan yang disalahgunakan oknum tertentu di dalam yayasan tersebut,” kata Leo.

Baca Juga : Oknum Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur

“Dengan turunnya tim terpadu dan mengevakuasi anak-anak itu, seharusnya berterimakasih kepada mereka bukan menghalang-halangi. KKP-PMP akan terus mendukung dan mengawal pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini,” ucap Leo.

Baca :  Satpol PP Batam Kembali Tegur Pelaku Usaha Langgar Prokes, Tiga Lokasi Ini Jadi Perhatiannya

“Sementara untuk kondisi keempat anak korban pencabulan saat ini sudah berada disuatu tempat yang aman dan sekarang mereka menjalani rehabilitas, kita jamin mereka sekolah seperti biasa,” pungkas Leo.

Diberitakan sebelumnya, Seorang oknum calon pendeta berinisial DS (27) sekaligus anak pemilik salah satu yayasan di Bengkong ditangkap polisi usai dilaporkan mencabuli empat orang anak dibawah umur.

Mirisnya, aksi yang dilakukan oleh pelaku DS diketahui sejak bertahun-tahun dan kali ini baru terungkap.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus akrab disapa Romo Paschal melalui Anggota KKP-PMP Leo Halawa mengatakan, bahwa korban ada 4 orang anak dibawah umur, dimana dua orang diantaranya berusia 17 tahun dan dua nya lagi berusia 15 tahun serta 12 tahun.

Dijelaskan Leo Halawa, puncak kejadian tersebut pada tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 03.00 WIB, pelaku masuk ke dalam kamar korban melalui jendela.

“Pelaku masuk ke kamar korban lewat jendela dan langsung memegang kemaluan korban hingga korban berteriak. Saat itu juga teman satu kamar terbangun langsung menghidupkan lampu, baru ketahuan bahwa pelakunya adalah oknum calon pendeta,” ucap Leo.

Tak hanya itu, menurut pengakuannya, korban sudah bertahun-tahun menerima dugaan pelecehan seksual atau pencabulan dari pelaku, namun baru terungkap,” ujar Leo Halawa saat diwawancarai awak media, Rabu (8/9/2021) malam

Setelah pihaknya mendapatkan informasi tersebut, Leo Halawa selaku pendamping diberikan mandat oleh Romo Paschal untuk mengurus kepentingan hukum para korban.

“Saat ini pelaku DS sudah diamankan. Kami sangat mengapresiasi kinerja Unit VI Satreskrim Polresta Barelang. Masa depan anak-anak ini perlu sekali dipertimbangkan,” tegas Leo.

Sementara itu, untuk ke empat korban yang masih dibawah umur saat ini sudah diamankan di salah satu tempat untuk menjalani masa pemulihan psikis.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Tentu, sangat kita sayangkan sekali pelaku merupakan pemuka agama,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Batam

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi Oknum Pengaman Menhub

Published

on

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau dicekik dan dorong pada lehernya oleh oknum pengaman Menhub | Foto : Screenshoot

KUTIPAN.CO – Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Batam mengecam aksi intimidasi yang dialami salah satu jurnalis kota Batam yakni Ajang Nurdin yang merupakan kontributor liputan6.com, yang mana Ajang Nurdin mendapat perlakuan kekerasan oleh ajudan Menteri Perhubungan (Menhub) RI.

Aksi intimidasi itu dialami Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau, saat meliput meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Kamis (16/09/2021)

Berdasarkan siaran pers AJI Batam, kronologis kejadian, saat itu Ajang hendak mewancarai atau melakukan door stop Budi Karya Sumadi usai meninjau Rusun BP Batam. Belum sempat mengajukan pertanyaan, Ajang langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan Budi Karya Sumadi.

Setelah itu, petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan Menhub RI tersebut.

“Bro, wawancara nanti di pelabuhan [Pelabuhan Ferry Batam Center],” katanya setelah melepas pitingan.

Menurut pengakuan Ajang, dia tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai saat itu. Berdasarkan jadwal kunjungan kerja Menhub RI itu di Batam pun, tidak disebutkan sama sekali bahwa door stop dilarang.

Tindakan intimidasi ini jelas merupakan bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Batam dan secara luas di Indonesia.

Baca :  Kapolda Kepri Tinjau Langsung Kedatangan Vaksin Corona

“Atas kejadian yang dialami rekan kami, Ajang Nurdin, maka AJI Batam menyatakan sikap. Mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Ajang Nurdin kontributor Liputan6.com,” tulis Ketua AJI Batam, Slamet Widodo dalam siaran persnya

Selain itu, AJI Batam juga mengimbau semua pihak untuk menghargai, memahami kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Batam, dan di seluruh Indonesia secara umum.

AJI Batam mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.” Penghalang-halangan upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi pun, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“AJI Batam menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu,” katanya

AJI Batam berharap kejadian yang menimpa Ajang Nurdin tidak terulang lagi bagi jurnalis lain di Batam dan di Indonesia di masa mendatang.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Hukum Kriminal

Polda Kepri Ringkus 5 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Bintan

Published

on

berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tanjung Uban menuju

KUTIPAN.CO – Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan lima tersangka dan menggagalkan pengiriman tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal, di Jalan Eka Bakti, Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, pada Senin (13/9/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Donny Siswoyo,S.I.K.,M.H.Li., didampingi Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, S.H., S.I.K., M.H dan Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar SH, M.H, di Mapolda Kepri, pada Rabu (15/9/2021).

“Lima pelaku berinisial A (33) berperan sebagai tekong boat, M (41) berperan sebagai ABK Kapal, S (39) berperan sebagai penjaga kapal, AM (32) dan AM (28) berperan sebagai ABK penjemputan dan penampungan,” ucap AKBP Donny.

Dijelaskan AKBP Donny, kejadian berawal pada hari Minggu (12/9/2021) sekira pukul 21.00 Wib berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tanjung Uban menuju Malaysia untuk bekerja.

Selanjutnya pada Senin dini hari sekira pukul 02.30 wib ditemukan adanya 7 orang calon PMI ilegal asal Cianjur, Purwakarta, Tegal, dan Indramayu yang telah direkrut oleh pelaku sedang dilakukan proses pengurusan keberangatannya.

“Pelaku menawarkan korban untuk bekerja di Malaysia sebagai Asisten Rumah Tangga dan pekerja kebun sawit dengan menjanjikan penghasilan paling kecil Rp. 5 juta dan paling besar Rp. 7 juta,” jelas AKBP Donny.

Baca :  Bea Cukai Batam Tegah 79 Unit iPhone Ilegal

Untuk modus operandinya pelaku perekrutan, penampungan, pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan ilegal/tikus.

“Korban diberi iming-iming mendapatkan gaji yang besar, sehingga merasa tergiur dan percaya atas apa yang telah dijanjikan oleh pelaku hingga para korban berniat melakukan proses keberangkatan untuk bekerja di Malaysia tanpa mengetahui bagaimana prosedur keberangkatan yang resmi untuk dapat bekerja di Malaysia sebagai PMI,” jelas AKBP Donny.

Para tersangka telah melakukan pemberangkatan PMI illegal sebanyak 4 kali dengan keuntungan yang berbeda-beda mulai Rp. 1,5 juta hingga Rp. 6 juta.

Adapun 7 orang korban yang berhasil diselamatkan terdiri dari 1 laki-laki dan 6 perempuan berasal dari Cianjur, Purwakarta, Tegal dan Indramayu.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 4 unit handphone, 1 bundel boarding pass korban, 1 unit kapal boat mesin tempel 200 PK 2 unit dan 1 unit mobil avanza warna putih.

Adapun pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 Miliar.


Report : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Foto Ditjen Aptika, kominfo Foto Ditjen Aptika, kominfo
Digital19 jam ago

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat...

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam20 jam ago

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga1 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 17 September : 1 Kasus Aktif 1 Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Jumat 17 September 2021, terdapat penambahan kasus aktif, 1 kematian...

Kapal Asing di Laut Natuna Utara Kapal Asing di Laut Natuna Utara
Nasional1 hari ago

Pangkoarmada I : Issue Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara Tidak Benar

KUTIPAN.CO – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P melakukan patroli udara, guna memastikan kebenaran...

Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja
Kutipan Berita1 hari ago

Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

KUTIPAN.CO – Lantaran ingin punya motor sendiri untuk dipakai balapan, YB (16) anak dibawah umur nekat mencuri motor di Jalan...

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL
Kepri2 hari ago

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P...

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Nasional2 hari ago

Kemenhub RI Minta Maaf Atas Intimidasi Wartawan di Batam

KUTIPAN.CO – Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahpahaman dalam penanganan keamanan yang terjadi pada salah...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga2 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 16 September : Nihil Penambahan Kasus Aktif dan 1 Kasus Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Kamis 16 September 2021, nihil penambahan kasus aktif, 1 kasus...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12