Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Kutipan Berita

LSM Melayu Kampung Kecam Aksi Ketua MR Lingga di Nilai Tak Miliki Adab

KUTIPAN.CO – Terkait aksi Ketua Korwil Melayu Raya, Zuhardi yang menjebol dinding basecamp di proyek irigasi di Bukit Baygon, Desa Bukit Langkap Kabupaten Lingga dinilai tak memiliki adab dan etika.

Hal tersebut disampaikan oleh, Ketua LSM Melayu Kampung, Muhammad Idham bahwa meski dalam koridornya HI Melayu Raya Korwil Lingga yang diketuai Zuhardi untuk membela kepentingan masyarakat namun pada kenyataannya, pembelaan tersebut tidak menunjukkan sikap baik kepada pihak pekerja yang tengah beroperasi.

Menurutnya, seharusnya dengan kapasitas sebagai ketua, Zuhardi ia bisa membicarakan hal tersebut secara baik-baik, dengan menunjukkan sikap intelektual, terkait apa yang menjadi perhatian mereka. Bukan dengan tindakan arogansi atau mengancam pihak kontraktor.

“Seharusnya dengan cara yang beradap, munculkan ketokohan itu. Sekarang siap yang tidak beradap, apalagi sampai menjebol dinding pihak perusahaan. Itukan aset negara yang tertuang dalam anggaran kontrak. Itu bukti dari video,” kata Idham.

Lalu berdasarkan pengakuan dari pihak pekerja, anggota Melayu Raya juga sempat melemparkan tanah ke dinding barak pekerja. Perlakuan ini justru melalaikan etika bertamu.

Sebagai seorang pengerak LSM, dia justru mendukung jika ada ormas atau OKP yang menyerukan kepentingan masyarakat yang membangun, yang tidak ada kepentingan kelompok, bahkan yang beretika. Bukan malah sebaliknya.

“Ada etikanya. Jika berlaku baik. Orang tidak tersinggung. Saya rasa apa yang menjadi keluhan pengguna jalan, pihak kontraktor juga tidak tinggal diam, mereka bersihkan,” kata dia.

Perwakilan Satker, SNVT. Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera IV, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Kementrian PUPR, Syaiful yang berada di tempat proyek mengatakan cukup menyayangkan perlakuan arogansi, orang yang mengataskan Melayu Raya bahkan menakut-nakuti pekerja. Hingga membuat statement dipemberitaan pihak proyek tidak beradap.

Dia menyadari, secara teknis memang banyak kendalanya untuk membuang tanah. Namun apa yang dilakukan tersebut sudah dikoordinasikan baik dengan pemerintah kabupaten, maupun desa terkait.

“Saya kira kami bekerja sudah sesuai SOP, masalah apa yang terjadi itu, kami bersihkan setiap hari selesai bekerja. Itu kadang damkar dari pemerintah juga bantu. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah,” jelas dia.

Sementara pemerintah daerah, dalam mensukseskan program irigasi sawah ini, telah menurunkan tim Damkar untuk membantu pihak perusahaan membersihkan jalan utama yang berlumpur.

“Kami dari Damkar siap bantu, jika perusahaan butuh. Memang tanggungjawab kami untuk kenyamanan bersama,” ujar Mulyadi, Kasi Damkar Satpol PP Lingga.

Kepala Desa Bukit Langkap, Sudarmin juga membenarkan, bahkan pihak desa meminta tidak seharusnya ada ketimpangan ditengah masyarakat terkait proyek ini. Sebab, berjalannya proyek irigasi ini sudah sekian lama ditunggu untuk mendukung program persawahan di desanya.

Secara teknis masalah disposal tanah yang berdampak pada pengguna jalan, sebelumnya sudah dikoordinasikan antara pihak kontraktor dan desa. Dan itu diindahkan kontraktor dengan cara dibersihkannya jalan usai lori-lori melakukan aktivitas pembuangan tanah.

“Adapun keluhan, baik itu organisasi mengenai dampak pengerjaan ini, saya harap secara pribadi dapat dikomunikasikan dengan baik. Sehingga ada solusi bersama dan berjalan kondusif. Ini agar kedepannya BWSS IV dapat melanjutkan kegiatan khusus di Kabupaten Lingga,” jelas Darmin.

Sementara OKP KNPI, mengaku berterimakasih kepada Satker yang sudah mau membangun irigasi dan lainnya di Kabupaten Lingga. Menurut Ketua KNPI Kabupaten Lingga, Safarudin pembangunan ini untuk kesekian kalinya lewat BWSS, dan kedepannya akan kembali dibangun irigasi di sawah Panggak Darat, dan Kerandin.

Untuk dia berharap, janganlah LSM, Ormas maupun OKP yang tidak sejalan lagi dengan misi pemerintahan.

“Ini anggarannya tidak kecil, kalau kita ribut. Dia orang tak mau lagi, siapa lagi yang kita harapkan. Daerah tidak mungkin terbangun. Jadi marilah kita saling rangkul, saling mendukung. Kami, insyaallah dapat memastikan di lingga kondusif,” tegas Safaruddin.

Penulis : Redaksi

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply