
KUTIPAN – Aktivitas penebusan barang gadai di wilayah Dabo Singkep pada momen Lebaran 2026 terpantau mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini berbeda dengan tren yang biasanya terjadi setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana masyarakat cenderung ramai melakukan pelunasan atau penebusan barang yang sebelumnya digadaikan.
Kepala Pegadaian Dabo Singkep, Amran, mengungkapkan bahwa fenomena ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi harga emas.
“Untuk di lebaran tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya,” ujar Amran, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya aktivitas gadai dan penebusan biasanya berjalan seimbang, tergantung pada kondisi ekonomi dan penghasilan masyarakat.

“Karena menurut saya pengaruh kemungkinan dari harga emas yang turun, biasanya tahun-tahun sebelumnya yang gadai ramai yang tebus juga ramai tergantung dari penghasilan mereka,” jelasnya.
Selain faktor harga emas, Amran juga menyoroti kondisi pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum sepenuhnya terealisasi sebagai penyebab menurunnya aktivitas penebusan.
“Dengar-dengarkan kemarin ada yang belum cair THR yang biasanya proses tebus ramai sebelum lebaran, tahun ini sedikit berkurang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada jumlah nasabah yang melakukan pelunasan gadai.
“Untuk yang pelunasan berkurang mungkin karena THR belum cair, kalau yang gadai masih aja sama dengan hari-hari biasanya,” tutup Amran.
Meski demikian, aktivitas gadai sendiri masih berjalan normal seperti hari-hari biasa, tanpa mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran tahun ini.(Dito/Ino)




