Layangkan Gugatan, Bali Dalo Minta PT. CMI Kembalikan Sertifikat Atas Nama PT. Sintai

  • Bagikan
Direktur PT. Sintai Industri Shipyard, Bali Dalo

KUTIPAN.CO – Direktur PT Sintai Industri Shipyard, Bali Dalo akan melakukan gugatan terhadap PT. Cahaya Maritim Indonesia (CMI) untuk mengembalikan nama aset dan sertifikat serta PL kepada PT. Sintai.

Direktur PT Sintai Industri Shipyard, Bali Dalo mengatakan, sedang mengajukan gugatan kasasi di Pengadilan Negeri Batam dan Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Namun apakah sudah putus atau belum di kasasi ia belum mengikuti perkembangannya.

“Dalam gugatan tersebut kita hanya ingin sertifikat serta PL dikembalikan namanya ke PT. Sintai Industri Shipyard bukan PT. CMI,” ucap Bali Dalo pada awak media, pada Kamis (6/1/2022).

Ia juga mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan PT. CMI ke pihak kepolisian Polda Kepri karena telah menggunakan akte jual beli yang didalamnya ada keterangan palsu.

“Sabtu kami akan meeting untuk menyatukan pemikiran, tapi secara pribadi saya berkeras untuk melaporkan PT. CMI ke Polda Kepri karena mereka telah menggunakan akte jual beli PT. Sintai,” ujar Bali Dalo.

Menurut Bali Dalo, permasalahan ini berawal pada tahun 2015 dan mencuat saat dilakukan pembubaran ke Pengadilan Negeri (PN) Batam oleh orang yang mengaku sebagai komisaris.

Pembubaran itu bukan dilakukan oleh pemegang saham dan juga bukan dari Komisaris. Pembubaran itu secara hukum tidak ada dasar hukumnya, namun karena sudah diputuskan pihaknya menerima.

“Disaat itu saya juga mengajukan permohonan untuk menetapkan saya sebagai Direksi perusahaan dan dikabulkan. Permohonan kita dikabulkan, artinya saya sudah sah dan sesuai hukum,” ucap Bali Dalo.

Lanjut Bali Dalo, sesuai hukum perusahaan dilanjut atau dibubarkan harus memenuhi empat syarat yakni, pemegang saham 50 persen sama besar, perusahaan punya hutang lebih besar dari aset, tiga tahun tidak dilaksanakan kegiatan beturut-turut dan alamat pemegang saham tidak jelas. Jadi secara hukum memang tidak boleh bubar.

“Kita juga sudah kasasi dan diperkuat lagi saat itu artinya membatalkan pembubaran. Jadi secara hukum memang tidak boleh bubar,” tegas Bali Dalo.

Ia menambahkan, dengan adanya putusan pembubaran dibatalkan, pihaknya pidanakanlah dari tim likuidatornya dan sekarang sudah menjalani hukuman yakni Cahaya Simbolon, sementara satu orang lagi yakni Edison Saragih masih DPO.

“Kenapa kita pidanakan likuidatornya, karena disaat kita melakukan penggugatan di PN Batam mereka menjual lokasi itu dan likuidator terbukti melakukan keterangan palsu dalam AJB,” tambahnya.

“Kalau PT. CMI merasa ditipu dan mau minta dikembalikan uangnya, yang harus dicari likuidatornya. Kita tidak pernah mengambil uangnya sepeserpun, yang menjual ke mereka kan likuidator,” pungkasnya.

(Yyn)

  • Bagikan