
KUTIPAN – Sejumlah pelanggan layanan internet IndiHome di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, mengeluhkan gangguan jaringan yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat layanan internet tidak dapat digunakan sama sekali dan memicu protes dari warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan serta keterangan sejumlah pelanggan, gangguan mulai dirasakan sejak beberapa hari lalu. Meski perangkat modem dalam kondisi menyala normal, koneksi internet tetap tidak bisa diakses.
“Sudah beberapa hari ini WiFi mati total. Lampu modem hidup, tapi internet tidak bisa dipakai. Kami sangat dirugikan,” ujar salah satu pelanggan IndiHome di Pancur, Sabtu (10/1/2026).
Gangguan jaringan tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengaku kesulitan menjalankan pekerjaan harian yang bergantung pada koneksi internet, termasuk pelaku usaha kecil yang mengandalkan transaksi digital.
Tak hanya itu, aktivitas belajar siswa juga ikut terganggu. Proses pembelajaran daring maupun pengiriman tugas sekolah menjadi terhambat akibat koneksi yang tidak tersedia.
Para pelanggan menyebut telah melaporkan gangguan tersebut melalui layanan pengaduan resmi IndiHome, baik melalui aplikasi maupun call center. Namun hingga berita ini diturunkan, jaringan belum juga pulih dan belum ada kepastian waktu perbaikan dari pihak penyedia layanan.
“Kami sudah lapor lewat aplikasi dan call center, tapi belum ada kejelasan kapan diperbaiki. Internet masih mati sampai sekarang,” kata warga lainnya.
Kondisi ini memaksa sebagian pelanggan mencari alternatif dengan membeli paket data seluler untuk tetap bisa beraktivitas. Akibatnya, pengeluaran bulanan justru bertambah.
“Dengan layanan yang tidak bisa digunakan, kami terpaksa beli paket data Telkomsel. Niatnya mau berhemat pakai WiFi, tapi malah jadi lebih boros,” keluh seorang warga.
Warga berharap pihak IndiHome segera melakukan perbaikan jaringan secara menyeluruh serta memberikan penjelasan resmi terkait penyebab gangguan yang berlangsung cukup lama tersebut. Selain itu, pelanggan juga meminta adanya kebijakan keringanan biaya berlangganan sebagai bentuk tanggung jawab atas layanan yang tidak dapat digunakan.





