Kuasa Hukum Pertanyakan Kelanjutan Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Oknum RT di Sagulung

  • Bagikan

KUTIPAN.CO – Natalis Zega kuasa hukum Irwan Gea pertanyakan kepada pihak kepolisian terkait kelanjutan kasus yang dialami oleh klainnya atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh segerombolan orang bersama oknum RT di Perumahan Buana Impian I Blok H No.19 Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, pada Minggu (4/7/2021) lalu.

Dijelaskan Natalis Zega, kronologi berawal pada hari Minggu (4/7/2021) sekira pukul 01.30 Wib korban pulang kerja dan bertamu ke rumah adiknya, sebelum memasuki perumahan tersebut korban sempat melapor ke pos security dan meninggalkan KTP.

Sesampai dirumah adiknya, korban bersama istrinya beristirahat. Tak lama kemudian datang Pak RT bersama rombongan dan langsung masuk ke dalam rumah dan mempertanyakan “Mana Kartu Keluarga mu”.

“Belum sempat korban mengambil KK, segerombolan orang yang datang bersama pak RT langsung melakukan penyerangan dengan cara mencekik dan menghempas badan korban ke dinding,” ucap Natalis Zega, saat ditemui di Batam Center, pada Senin (9/8/2021).

Korban Irwan Gea merupakan warga Ruli ATB Baru RT 002 RW 008 Kelurahan Muka Kuning Kecamatan Sei Beduk. Sebelumnya korban dan oknum rt mempunyai hubungan baik dan saling mengenal.

“Maka nya pada saat segerombolan orang dan oknum rt melakukan penganiayaan, korban menanyakan “Pak rt kenapa kamu pukul saya, kan pak rt kenal saya. KTP saya kan bapak yang ngurus dan istri saya kerja disamping pak rt,” ujarnya.

Ia menambahkan, disini kita tidak tau dimana letak permasalahan dan kita menduga mereka sedang mabuk, karena saat korban lewat dan menitipkan KTP di pos security mereka lagi kumpul-kumpul dan diduga sedang minum minuman keras karena bau alkohol.

“Kita mempertanyakan kepada pihak kepolisian terkait kelanjutan kasus ini, namun belum mendapatkan titik terang. Mereka hanya menyampaikan kepada kita, meraka akan kerjakan tetapi lagi sibuk,” ucapnya.

Masa sampai berapa bulan tidak ada hasil perkembangan apa-apa, disitu terbukti bahwa ada kelalaian. Dari Surat Tanda Penerimaan Laporan tidak ada disebutkan bahwa mereka sudah melakukan pemeriksaan saksi kepada pelaku atau melakukan pemanggilan.

“Tentu harapan kita bagaimana masyarakat tidak beranggapan buruk terhadap kinerja daripada polisi supaya polisi betul-betul profesional dalam menangani kasus ini. Jangan karena orang bawah tidak ditanggapi dan karena pelakunya oknum RT, tidak bisa seperti itu,” tegasnya.

Justru oknum RT seperti ini harus dibasmi, tidak bisa dibiarkan karena nanti akan merusak suatu sistem keamanan di lingkungan, seharusnya RT melindungi, mengayomi dan menertibkan masyarakat.

Kalau seandainya ada masalah, ayo duduk bersama kita selesaikan. Namun kalau rt mengakomodir suatu kelompok untuk melakukan suatu penganiayaan terhadap warganya sangat fatal sekali.

Karena sampai saat ini tidak ada etikat baik dari oknum RT, kasus ini tentu akan tetap lanjut prosesnya. Takutnya nanti akan terulang kembali, kalau pun bukan kepada kita, boleh jadi kepada orang lain.

Untuk langkah kedepan, tentunya kita pertanyakan kenapa sampai saat ini belum ada perkembangan, kalau memang seandainya tidak ada ditanggapi maka kita akan lanjutkan proses hukum ke Propam Polda Kepri.

“Kita akan buat laporan ke Propam Polda Kepri, mungkin akan kita surati ke Kapolda Kepri juga kalau memang ini tidak ditanggapi dan diselesaikan secara baik. Namun kalau ditanggapi kita akan berterima kasih dan apresiasi teman-teman Polri bahwa mereka benar-benar profesional,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Sagulung Iptu Mohammad Darna Ardiyaniki belum dapat dikonfirmasi.


Report : Yuyun

  • Bagikan