
KUTIPAN — Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Kabupaten Lingga memastikan komitmen pelayanan dan pendampingan terhadap Sugih, remaja asal Pulau Senayang yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Dabo Singkep.
Hal tersebut disampaikan oleh Maya Purnawi selaku perwakilan Bimas Agama Buddha Kemenag Lingga saat menjenguk Sugih di rumah sakit, Rabu (7/1/2026).
Maya menegaskan, pihaknya menilai tindak lanjut perawatan jauh lebih penting dibandingkan hanya melihat kondisi yang telah berlalu.
“Kami dari Bimas Buddha Kementerian Agama Kabupaten Lingga memiliki kewajiban pelayanan kepada warga, termasuk Sugih. Dalam hal ini, tindak lanjutnya lebih penting daripada yang sudah berlalu,” ujar Maya.
Menurutnya, pihak Bimas Buddha akan berupaya mencari solusi bersama dengan pihak-pihak terkait agar perawatan Sugih dapat terus berlanjut secara optimal.
“Nanti kami akan mencoba mencari solusi dengan bertemu pihak-pihak terkait, bagaimana tindak lanjut perawatan Sugih ke depan,” katanya.
Maya menambahkan, penanganan Sugih tidak bisa berhenti hanya sampai tahap perawatan saat ini, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Karena ini berkelanjutan, tidak hanya sampai di sini saja. Mudah-mudahan sinergi dari pihak-pihak terkait bisa membantu Sugih,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Maya datang bersama dua rekannya. Ketiganya tampak mengajak Sugih berbincang santai dan bercanda ringan. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sugih yang terlihat beberapa kali tersenyum dan tertawa kecil.
Sugih pun tampak lebih bersemangat dan merasa diperhatikan, dengan suasana ruang perawatan yang terasa lebih hangat dan penuh empati.
Diberitakan sebelumnya, Sugih diketahui dibawa ke RSUD Dabo Singkep pada Rabu malam (31/12/2025) setelah dievakuasi dari Pulau Senayang menggunakan transportasi laut.
Saat tiba di rumah sakit, kondisi Sugih dilaporkan dalam keadaan lemas. Ia diketahui mengalami kekurangan hemoglobin (Hb) sehingga sempat membutuhkan transfusi darah.
Namun, perkembangan positif mulai terlihat. Pada Selasa (6/1/2026), kondisi Sugih dilaporkan sudah mengalami kemajuan signifikan.
Salah seorang warga Senayang, Iwan, yang sejak awal membantu membawa Sugih ke rumah sakit, menyebut kondisi remaja tersebut kini jauh lebih baik.
“Kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali dibawa. Sekarang sudah bisa jalan dan turun dari ranjang tidur,” ujar Iwan.
Iwan juga mengungkapkan bahwa Sugih merupakan remaja asli Pulau Senayang dengan kondisi keluarga yang memprihatinkan.
“Asli Senayang. Ibunya sudah meninggal dunia. Bapaknya enggak tahu di mana,” katanya.





