Connect with us

Digital

Kominfo Gelar Literasi Digital Dengan Tema “Bijak Beretika di Internet”

Published

on

Kominfo Gelar Literasi Digital

KUTIPAN.CO – Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam, pada Rabu (21/7/2021).

Kegiatan tersebut menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota /Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Walikota Batam yaitu H. Muhammad Rudi memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Hesty Maureen (Founder dan Principal Paris Dela Mode Fashion School), pada sesi Kecakapan Ditigal memaparkan tema “POSITIF, KREATIF, DAN AMAN DI INTERNET”.

Dalam pemaparannya, Hesty menjabarkan sikap positif dan aman dalam menggunakan internet antara lain, berpikir sebelum mengunggah, mampu menahan emosi, sebagai wadah silaturahmi, batasi menggunakan media sosial, beretika dalam komunikasi, kenali teman, dan jaga informasi pribadi.

Berpikir sebelum mengunggah dengan cara tidak menyinggung atau menghina pihak manapun yang akan berujung menjadi masalah. Mampu menahan emosi dengan cara hindari menggunakan media sosial saat sedang emosi karena dapat membuat menyesal akibat dampak buruk yang ditimbulkan.

Sebagai wadah silaturahmi, dengan memanfaatkan media sosial untuk menjalin komunikasi dengan teman, keluarga, dan saudara yang jarang ditemui.

Batasi menggunakan media sosial dengan cara luangkan waktu untuk bersosialisasi di dunia nyata. Beretika dalam berkomunikasi dengan cara mengendalikan diri dalam berkomentar dan lebih baik membagikan hal positif dan menginspirasi.

Kenali teman dengan mengikuti akun orang-orang di lingkungan sekitar yang dekat dan sering berkomunikasi. Serta, jaga informasi pribadi dengan cara tidak mudah membagikan informasi yang bersifat pribadi di media sosial.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh Rizky M. Ikhsan, S.H., M.H (Partner RKK Law Firm). Rizky mengangkat tema “LEGALITAS DAN KEAMANAN TANDA TANGAN DIGITAL”.

Rizky menjelaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memudahkan jangkauan, efisiensi, dan efektifitas menjadi landasan hukum untuk menggunakan fitur-fitur teknologi, termasuk tanda tangan elektronik.

Penggunaan inovasi teknologi menjadi fitur penting terjalinnya hubungan hukum antarpihak. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan meliputi, aspek teoritis atau konsep, aspek implementasi, serta aspek perlindungan dan keamanan.

Aspek teoritis atau konsep membahas pengertian tanda tangan elektronik, merupakan tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terikat dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi atau autentikasi.

Aspek implementasi meliputi, fungsi tanda tangan elektronik sebagai identitas penanda tangan serta keutuhan dan keautentikan informasi elektronik.

Aspek implentasi lainnya sahnya tanda tangan elektronik, selama memenuhi persyaratan salah satunya data pembuatan tanda tangan elektronik terkait hanya kepada penanda tangan dan terdapat cara tertentu untuk menunjukan bahwa penanda tangan telah memberikan persetujuan terhadap informasi elektronik yang terkait.

Aspek perlindungan dan keamanan mencakup, harus dilakukan mekanisme untuk memastikan data verifikasi tanda tangan elektronik terkait dengan data pembuatan tanda tangan elektronik masih berlaku atau tidak dicabut.

Baca :  Andi Kusuma Bantah Isu Pemutusan Kabel TV Kabel, Kami Sebagai Pendamping Bukan Eksekutor

Sesi Budaya Digital oleh, Dewi Pratidina, A.MD., S.PD (Partership Management of a Micro, Small Medium Enterprise (UMKM) of Molecule Coffe Batam) memberikan materi dengan tema “PERAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENGUBAH MINDSET KONSUMTIF MENJADI LEBIH PRODUKTIF”.

Dewi menjelaskan perilaku konsumtif seperti, belanja online berlebihan, memakai layanan jasa online dengan alasan lebih praktis, rutin berpergian dengan alasan wisata murah, dan menggunakan aplikasi kredit online.

Perilaku produktif seperti menyisihkan dana untuk menabung, cerdas dalam menggunakan kartu kredit, hemat dalam pengeluaran, dan berinvestasi. Seseorang yang memiliki pola pikir tetap akan cepat puas dengan suatu hal yang dilakukan.

Sedangkan, seseorang yang memiliki pola pikir berkembang akan selalu bertanya apakah sudah melakukan yang terbaik atau belum.

Ketahui ciri perubahan pola pikir pada seseorang antara lain, pola pikir descontruction merupakan pola pikir seseorang yang selalu berubah, pola pikir relearn merupakan pola pikir seseorang untuk memperbaiki yang salah, menambahkan, meningkatkan yang kurang dan meluruskan yang keliru, serta pola pikir entrepreneurship merupakan pola pikir yang bisa diterapkan di berbagai setting yaitu menghasilkan produkitivitas tinggi.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital oleh, DRA. HJ. Dwi Sulistiyani, MM (Kepala SMAN 4 Batam) mengangkat tema “BAHAYA PORNPGRAFI BAGI PERKEMBANGAN OTAK ANAK”.

Dwi menjelaskan dampak buruk dari paparan pornografi meliputi, kecanduan, merusak otak, keinginan meniru kegiatan seksual, dan mulai melakukan tindakan seksual.

Kecanduan diawali dengan munculnya iklan, media sosial, film atau video klip yang pada awalnya akan membangkitkan rasa penasaran pada anak, rasa penasaran ini yang akan menjadi dorongan anak untuk melihat lebih banyak konten pornografi lainnya dan berujung menjadi kecanduan.

Pornografi dapat merusak otak anak, tepatnya pada salah satu bagian otak depan yang disebut pre forntal contex (PFC), karena bagian PFC pada otak anak belum matang dengan sempurna, efeknya akan mengakibatkan konsentrasi menurun dan sulit berpikir kritis.

Keinginan meniru kegiatan seksual, berkaitan dengan terpengaruhnya mirror neuron, yaitu sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditontonnya, termasuk pornografi.

Mulai melakukan tindakan seksual, jika tidak diawasi anak bisa saja mencoba melakukan tindakan seksual untuk mengatasi rasa penasarannya.

Ketika anak mengenal pornografi, orang tua harus memberikan pengertian bahaya pornografi, pemahaman terkait organ seksual, dan pendidikan seks.

Webinar diakhiri oleh, Theresia Jenifer Sheren (Musisi dan Influencer dengan Followers 14,7 Ribu). Theresia menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber berupa, batasi menggunakan media sosial dengan cara luangkan waktu untuk bersosialisasi di dunia nyata.

Beretika dalam berkomunikasi dengan cara mengendalikan diri dalam berkomentar dan lebih baik membagikan hal positif dan menginspirasi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memudahkan jangkauan, efisiensi, dan efektifitas menjadi landasan hukum untuk menggunakan fitur-fitur teknologi, termasuk tanda tangan elektronik.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan meliputi, aspek teoritis atau konsep, aspek implementasi, serta aspek perlindungan dan keamanan.

Ciri perubahan pola pikir pada seseorang antara lain, pola pikir descontruction merupakan pola pikir seseorang yang selalu berubah, pola pikir relearn merupakan pola pikir seseorang untuk memperbaiki yang salah, menambahkan, meningkatkan yang kurang dan meluruskan yang keliru, dan pola pikir entrepreneurship merupakan pola pikir yang bisa diterapkan di berbagai setting yaitu menghasilkan produkitivitas tinggi.

Serta, dampak buruk dari paparan pornografi meliputi, kecanduan, merusak otak, keinginan meniru kegiatan seksual, dan mulai melakukan tindakan seksual.


Laporan : Yuyun

Digital

Indonesia Cakap Digital Bijak Beretika di Internet

Published

on

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika targetkan hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kegiatan webinar Indonesia Makin Cakap Digital ini di Kota Batam di laksanakan pada Senin (23/08/2021) dengan Keynote Speaker Walikota Batam H. Muhammad Rudi., dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Sementara untuk narasumber terdiri dari beberapa kalangan diantaranya, Kurniawan Gilang W,SE., MM., MBA sebagai Dosen dan Peneliti Prodi Pariwisata Institut STIAMI pada pilar Kecakapan Digital memaparkan tema “Digital skill and online learning”.

Dalam pemaparannya, ia menjabarkan tantangan pembelajaran secara online di Indonesia diantaranya, ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, serta keterbatasan sumber daya untuk pemanfaatan teknologi seperti internet dan kuota.

Digital skill dalam pembelajaran online antara lain, adaptasi proses pembelajaran dengan cepat, penguasaan platform online media pembelajaran seperti google meet, guru membuat modul pembelajaran online dengan lebih menarik dan kreatif, optimalisasikan situs-situs pendidikan atau mesin pencari google dengan lebih optimal, serta orang tua dan guru berkolaborasi dalam proses pembelajaran.

Era digital komunikasi ini memerlukan semangat membangun kreatifitas, mengasah skill, berpikir cerdas dan peningkatan kualitas diri, adaptasi dengan perubahan sistem, serta cara pandang dan pola interaksi dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Rana Rayendra, S.IKOM selaku CEO of Bicara Project mengangkat tema “Menganalisis kasus cyberbullying dan cara menghentikannya”.

Ranna menjabarkan sifat di dunia digital, meliputi tidak tersentuh, tidak terbatas ruang dan waktu, jangkauan luas, massal, serta mudah dibagikan dan diterima.

Perilaku cyberbullying, antara lain flaming, harassment, denigration, cyber stalking, impersonation, serta outing dan trickery. Dampak cyberbullying, diantaranya menarik diri dari lingkungan sosial, perasaan dikucilkan lingkungan, depresi dan ingin bunuh diri, serta kesehatan fisik dan mental terganggu.

Jika mengalami cyberbullying, sikap yang harus dilakukan ialah tenang, abaikan, kumpulkan bukti, dan blokir akun pelaku. Hal yang harus dilakukan untuk menghindari cyberbullying, dengan cara berpikir terlebih dahulu sebelum mengetik, tingkatkan empati, toleransi antar sesama, tidak menyinggung hal pribadi, dan teguh.

Dengan adanya internet safety, masyarakat akan lebih bijaksana dalam berinternet di media sosial. Biasakan melakukan porotokol internet sehat.

Pilar Budaya Digital oleh Didin Setyawan, S.SI., M.SI selaku guru SMK Negeri 3 Batam dengan tema “Literasi digital bagi tenaga pendidikan dan anak didik di era digital”.

Baca :  Andi Kusuma Bantah Isu Pemutusan Kabel TV Kabel, Kami Sebagai Pendamping Bukan Eksekutor

Didin menjelaskan skill atau kemampuan yang harus dimiliki di abad 21 antara lain, informasi, media, dan kemampuan teknologi, berpikir kritis, komunikatif, kolaborasi, dan kreatifitas. Tidak menunggu untuk berbagi tetapi segera rekam dan bagikan.

Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital dengan cara, jangan menanti segalanya sempurna, tetapi bagikan apa adanya dengan cepat. Jangan hanya menggunakan satu media, tetapi manfaatkan sebanyak mungkin media.

Jangan mensyaratkan banyak partisipan, tetapi lakukan walaupun hanya untuk satu orang. Jangan tergantung pada banyak pihak, tetapi lakukan sesuai literasi yang dimiliki. Serta, jangan ragu-ragu untuk mengevaluasi, tetapi pelajarilah apa yang dapat diperbaiki.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh DR. H. Mustaqim Syuaib, SE., MM selaku Rektor Universitas Ibnu Sina mengangkat tema “Memahami literasi transaksi di dunia digital dan era disrupsi”.

Mustaqim membahas disrupsi menuntut pengguna untuk melakukan perubahan sejalan dengan tuntutan teknologi, dan apabila tidak segera beradaptasi maka akan tertinggal jauh. Hal tersebut juga mengakibatkan efek dari penggunaan internet baik itu efek positif maupun efek negatif.

Akan tetapi kebanyakan pengguna tidak mengetahui konsekuensinya dalam menggunakan internet. Kewirausahaan merupakan kemampuan dan keinginan untuk mengembangkan usahanya melalui aplikasi online dalam rangka memperoleh keuntungan misalnya UMKM online, marketplace online, dan start up digital.

Alasan perlu aturan transaksi digital, antara lain agar transaksi E-Commerce terekam dengan baik, terdapat resiko, keseimbangan E-commerce dan konvensional, serta menghindari kerugian Negara.

Mengetahui dan memahami literasi digital, mengetahui mana yang perlu disebarluaskan dan mana yang harus disimpan sendiri, mengetahui hak–hak pengguna internet lainnya, mengetahui batasan dalam penggunaan internet sehingga dapat menciptakan kehidupan dunia maya aman dan nyaman serta mampu memberikan edukasi maupun informasi yang dibutuhkan.

Literasi digital tidak semata–mata penguasaan teknologi komputer dan ketrampilan penggunaan internet belaka melainkan lebih luas yakni memadu padankan literasi dan digital.

Webinar diakhiri, oleh Dwi Yanti selaku Influencer dengan Followers 27,7 Ribu, menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa era digital komunikasi ini memerlukan semangat membangun kreatifitas, mengasah skill, berpikir cerdas dan peningkatan kualitas diri, adaptasi dengan perubahan sistem, serta cara pandang dan pola interaksi dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal yang harus dilakukan untuk menghindari cyberbullying, dengan cara berpikir terlebih dahulu sebelum mengetik, tingkatkan empati, toleransi antar sesama, tidak menyinggung hal pribadi, dan teguh.

Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital dengan cara, jangan menanti segalanya sempurna, tetapi bagikan apa adanya dengan cepat, jangan hanya menggunakan satu media, tetapi manfaatkan sebanyak mungkin media, serta jangan ragu-ragu untuk mengevaluasi, tetapi pelajarilah apa yang dapat diperbaiki.

“Alasan perlu aturan transaksi digital, antara lain agar transaksi E-Commerce terekam dengan baik, terdapat resiko, keseimbangan E-commerce dan konvensional, serta menghindari kerugian Negara,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun

Continue Reading

Digital

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

Published

on

Foto Ditjen Aptika, kominfo

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika targetkan hingga tahun 2024 menjangkau 50 juta masyarakat mendapatkan literasi di bidang digital.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Guna merealiasikan target itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kegiatan webinar yang berlangsung melalui zoom di Kepulauan Riau pada Rabu (18/09/2021) menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau dan narasumber lainnya, sementara Walikota Batam Muhammad Rudi sebagai Keynote Speaker.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Zulhendri, M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau pada pilar Kecakapan Digital dengan tema “Positif, Kreatif dan Aman di Internet” menjabarkan tentang hal-hal positif ber-internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

“Kreatif di internet, antara lain sumber inspirasi positif, mampu menangkap peluang, serta menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan dalam pemanfaatan internet secara positif. Aman di internet, meliputi selalu hindari mengunggah data atau informasi pribadi, ingat dan simpan password dengan baik, usai online selalu log out, waspada jika berkomunikasi dengan orang yang abru dikenal, serta patuhi batasan umur,” ucapnya.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital oleh Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar, M.SN selaku dosen, seniman, komposer, dan editor mengangkat tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Setya menjelaskan dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

“Jejak digital merupakan sesuatu yang permanen, terdiri dari jejak digital pasif dan aktif. Jejak digital pasif merupakan data yang diciptakan tanpa sadar, data yang ditinggalkan saat menjelajahi atau mengakses sebuah situs. Jejak digital aktif merupakan data yang sengaja ditinggalkan atau secara sadar dibuat atau tinggalkan saat mengisi atau menambahkan konten pada suatu situs,” jelas Setya.

Prinsip dasar berdemokrasi di era digital, meliputi memahami apa itu demokrasi, mengikuti perkembangan iptek, mengusai atau memiliki kecakapan dalam dunia digital, serta bermedia dengan cerdas.

“Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik,” jelasnya.

Dilanjutkan pilar Budaya Digital oleh Adimaja, S.T., M.M., MMG selaku Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mengangkat tema “Literasi Digital Dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme dan Separatisme”.

Baca :  Wartawan, Kominfo, dan Humas Lingga Ikuti Penyuluhan Bahasa

Adimaja menjelaskan kenali doktrin radikal di internet melalui, beriman, berjihad, dan hijrah. Proses radikalisme dengan cara melakukan pendekatan kemudian membuat grup whatsapp, perekrutan jadi anggota, pembantaian atau pengambilan sumpah, dan pembinaan.

Identifikasi korban, melalui perubahan signifikan pada sikap mental yang mendua, meninggalkan keluarga dan sekolah karena kegiatan yang intens, cenderung menjadi pribadi yang tertutup dan tertekan jiwanya, manipulatif serta minim empati.

“Tips untuk mengantispasi radikalisme antara lain, teliti keabsahan organisasi, teliti susunan pengurus dan alamat resmi, pelajari agama dengan paripurna pada ahlinya, kenali modus perekrutan gerakan radikal, tolak dengan tegas bila diajak kajian-kajian yang sembunyi-sembunyi, kritis, serta berdialog dengan orang lain bila mendapatkan materi yang sulit dimengerti,” ucap Adimaja.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital oleh Harmen, M.KOM selaku Kepala SMAN 28 Batam mengangkat tema “Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax”.

Harmen membahas hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar adanya dan diverifikasi kebenarannya. Dengan kata lain, sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

Ciri-ciri berita hoax, antara lain didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar, berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca, dan diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas.

Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax.

Sementara itu, jenis hoax yang patut dicurigai meliputi hoax virus, hoax kirim pesan berantai, hoax urban legend, hoax dapat hadiah gratis, hoax tentang kisah menyedihkan, serta hoax pencemaran nama.

Webinar diakhiri, oleh Grace Amalianty selaku Influencer dengan Followers 65,3 Ribu. Grace menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narsumber, berupa positif di internet, dengan cara menambah wawasan dan pengetahuan, sebagai media komunikasi dan interaksi, sarana untuk mencari keuntungan material, serta memudahkan aktivitas manusia.

Kelola jejak digital di media sosial, dengan cara rutin mengganti password, menghapus akun yang sudah tidak digunakan, serta hapus unggahan yang tidak layak menjadi konsumsi publik.

Tanamkan sikap nasionalisme sebagai wadah untuk anak muda, berdayakan komunitas, pendekatan kearifan lokal, perbanyak kompetisi bakat, dan hidup berkualitas.

“Cara mengidentifikasi berita hoax, antara lain waspada dengan judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut serta dalam grup diskusi anti hoax,” pungkasnya.


Laporan : Yuyun
Editor : Fikri

Continue Reading

Digital

Dapat Pendanaan 585 Miliar Zipmex Rilis Tiga Produk Baru

Published

on

Tentang ZMT Zipmex

KUTIPAN.CO – Usai mendapatkan pendanaan sebesar Rp 585 Miliar, broker aset kripto Zipmex menggunakan dana tersebut untuk pengembangan pada lini bisnis dengan merilis sejumlah prduk baru.

CEO Zipmex, Marcus Lim membeberkan adapun produk baru itu yakni, ZipCard, ZipWorld dan ZipLauch, yang awal Agustus 2021 kemarin Zipmex telah memperkenalkan satu produk dari 3 produk barunya yakni Zipmex Card (ZipCard) dan akan diluncurkan pada akhir tahun 2021.

Zip Card kata Marcus Lim merupakan kartu pembayaran yang didukung oleh Visa, yang tujuannya nanti, pemilik kartu tersebut dapat meggunakan Zipmex Card yang berisi aset digital untuk berbelanja di lebih dari 70 juta merchat dari jaringan global visa.

Lalu produk lainnya yakni ZipWorld, meski belum diluncurkan secara global, produk ini telah lebih dahulu menyapa publik di Thailand dalam versi beta. Kegunaan dari ZipWorld ini akan memberikan ruang bagi penggunanya dalam menikmati produk lifestyle eksklusif.

Baca :  Pemerintah Matikan Sinyal Internet Viral di Whatsapp, Ini Kata Kominfo

Sedangkan satu produk lagi yakni Z Launch, produk ini adalah platform akses eksklusif pengguna Zipmex untuk bisa berinvestasi pada aneka token baru. Jadi para investor ZMT nantinya dapat berinvestasi token baru dengan menggunakan token ZMT di produk Z Launch tersebut.

Marcus Lim mengaku, produknya telah mendapat ijin sesuai dengan regulasi disejumlah negara yang saat ini beroperasi, seperti di Indonesia, Thailand, Singapura dan Australia. DIketahui pengguna Zipmex di Indonesia mencapai angka 35 – 40 persen dari total pengguna Zipmex.


Penulis : Kiky
Editor : Fikri
Source : Kontan

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Vaksinasi Mobil Gurindam Vaksinasi Mobil Gurindam
Karimun13 menit ago

Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP Serbu Desa Binaan di Karimun

KUTIPAN.CO – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksinasi di daerah, Tim Vaksinasi Mobil Gurindam 12 Korem 033/WP, Babinsa...

KONI Lingga KONI Lingga
Lingga21 menit ago

Jelang Porkab, KONI Lingga Gelar Pertemuan Pengurus Cabor

KUTIPAN.CO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga, gelar pertemun dengan seluruh pengurus Cabang Olahraga (Cabor) berkaitan dengan pembahasan...

UPN Veteran Yogyakarta UPN Veteran Yogyakarta
Kepri5 jam ago

Rektor UPN Veteran Yogyakarta Buka Pelatihan Wartawan Maritim Zona-2 Karimun Lingga

KUTIPAN.CO – Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta, Dr M Irhas Effendi, M.SI membuka secara resmi ‘In House Training...

Bakamla RI Ikuti Test SKD di Batam Bakamla RI Ikuti Test SKD di Batam
Batam5 jam ago

Ratusan CASN Bakamla RI Ikuti Test SKD di Batam

KUTIPAN.CO – Ratusan peserta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Bakamla RI yang dinyatakan lolos administrasi melaksanakan tes seleksi kompetensi dasar...

Pedoman Pembelajaran Tatap Muka Pedoman Pembelajaran Tatap Muka
Batam5 jam ago

Walikota Batam Teken Edaran Pedoman Pembelajaran Tatap Muka, Berikut Syaratnya

KUTIPAN.CO – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 52/419.1/DISDIK/IX/2021 tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga12 jam ago

UPDATE Covid-19 Lingga 21 September : Nihil Kasus Aktif

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Selasa 21 September 2021, nihil penambahan kasus aktif sementara kesembuhan...

Foto batam, Danrem 003/wirapratama, tmmd Foto batam, Danrem 003/wirapratama, tmmd
Batam1 hari ago

Danrem 033/WP Tinjau TMMD ke-112 di Bulang Batam

KUTIPAN.CO – Pelaksanaan kegiatan fisik TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Ke – 112 di Kampung Teluk Air Kelurahan Setokok Kecamatan...

Korem 033/WP Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Korem 033/WP Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi
Batam1 hari ago

Kodim 0316/Batam Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Salurkan 50 Ton Beras

KUTIPAN.CO – Kodim 0316/Batam bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali serahkan bantuan beras sebanyak 50 ton untuk masyarakat terdampak...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12