
KUTIPAN – Batam terus menunjukkan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan logistik strategis di kawasan barat Indonesia. Memasuki Triwulan I tahun 2026, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat kinerja positif di berbagai sektor, mulai dari arus peti kemas, bongkar muat barang, kunjungan kapal, hingga layanan penumpang domestik dan internasional.
- Volume Peti Kemas Naik 12 Persen
- Batu Ampar Jadi Penggerak Utama
- Aktivitas Ekspor dan Impor Mendominasi
- General Cargo Ikut Tumbuh Positif
- Kunjungan Kapal dan Ukuran Armada Meningkat
- Batam Semakin Dipercaya Sebagai Hub Regional
- Penumpang Ferry Tumbuh Signifikan
- Layanan Terus Ditingkatkan
- Fokus pada Digitalisasi Pelabuhan
- Optimisme Batam ke Depan
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin dipercaya sebagai simpul distribusi perdagangan regional, sekaligus mempertegas daya saing kawasan perdagangan bebas yang terus berkembang.
Volume Peti Kemas Naik 12 Persen
Sepanjang Triwulan I 2026, volume bongkar muat peti kemas di pelabuhan yang dikelola BP Batam mencapai 187 ribu TEUs. Angka ini meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka 166 ribu TEUs.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang melalui Batam. Kenaikan ini juga menunjukkan bahwa pelabuhan di Batam semakin kompetitif dan dipercaya oleh pelaku usaha sebagai jalur logistik utama.
Dengan tren yang terus positif di awal tahun, BP Batam optimistis capaian ini dapat terus berlanjut hingga akhir 2026.
Batu Ampar Jadi Penggerak Utama
Kontributor terbesar pertumbuhan arus peti kemas berasal dari Terminal Peti Kemas Pelabuhan Batu Ampar. Pada Triwulan I 2026, terminal ini mencatat throughput sebesar 128.556 TEUs.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian tersebut meningkat 22 persen. Ini menandakan bahwa revitalisasi dan peningkatan pelayanan di Batu Ampar mulai memberikan dampak nyata terhadap efisiensi logistik Batam.
Pelabuhan Batu Ampar memang menjadi salah satu gerbang utama perdagangan di Batam. Lokasinya yang strategis dan konektivitasnya yang baik menjadikan terminal ini sebagai pusat distribusi barang ke berbagai daerah dan negara tetangga.
Aktivitas Ekspor dan Impor Mendominasi
Dari keseluruhan arus peti kemas di Batam, aktivitas ekspor dan impor masih menjadi tulang punggung utama dengan porsi mencapai 74 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa Batam tetap memiliki posisi penting dalam rantai pasok global, terutama karena kedekatannya dengan jalur pelayaran internasional serta akses langsung ke Singapura dan Malaysia.
Bagi investor maupun pelaku industri, kondisi ini menjadi nilai tambah karena distribusi barang dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

General Cargo Ikut Tumbuh Positif
Selain peti kemas, aktivitas bongkar muat general cargo juga menunjukkan pertumbuhan menggembirakan. Pada Triwulan I 2026, total volume general cargo mencapai 2,9 juta ton.
Jumlah ini meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,6 juta ton.
Terminal Curah Cair Kabil menjadi penyumbang terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan signifikan sebesar 21 persen. Hal ini menandakan meningkatnya kebutuhan distribusi komoditas cair dan bahan baku industri di wilayah Batam dan sekitarnya.
Kunjungan Kapal dan Ukuran Armada Meningkat
Kinerja positif juga tercermin dari kunjungan kapal yang terus bertambah. Selama Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 27.170 call kapal, naik 4 persen dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 26.138 call.
Tidak hanya jumlah kapal, ukuran kapal yang bersandar pun meningkat. Total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 16,9 juta GT.
Artinya, Batam kini semakin banyak melayani kapal berkapasitas besar. Kondisi ini tentu berdampak positif terhadap efisiensi distribusi barang dan kapasitas logistik kawasan.
Batam Semakin Dipercaya Sebagai Hub Regional
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan bukti semakin kuatnya posisi Batam sebagai simpul logistik strategis.
Menurutnya, sektor logistik yang terus tumbuh menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai pusat konektivitas regional.
BP Batam juga akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi agar arus logistik, investasi, dan mobilitas masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.
Komitmen ini menjadi penting mengingat Batam memiliki peran besar sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi yang terus berkembang.
“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar, Kamis (16/4/2026).

Penumpang Ferry Tumbuh Signifikan
Tidak hanya sektor logistik barang, layanan penumpang juga mencatat pertumbuhan yang mengesankan.
Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam mencapai 2.507.630 orang. Angka tersebut naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rute internasional masih mendominasi dengan total 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11 persen. Jalur menuju Singapura dan Malaysia tetap menjadi favorit masyarakat dan wisatawan.
Sementara itu, penumpang domestik tumbuh lebih tinggi sebesar 20 persen menjadi 1.191.135 orang.
Dua terminal tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut adalah Terminal Ferry Batam Centre dan Terminal Ferry Telaga Punggur.
Layanan Terus Ditingkatkan
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa peningkatan kinerja harus diiringi kualitas layanan yang semakin baik.
Hal ini sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.
Dengan regulasi baru tersebut, BP Batam optimistis layanan kepelabuhanan akan semakin adaptif, responsif, dan terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.
Fokus pada Digitalisasi Pelabuhan
Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano, menyampaikan bahwa koordinasi antar-stakeholder akan terus diperkuat.
Selain itu, BP Batam juga mendorong digitalisasi layanan melalui pembenahan sistem e-ticketing serta integrasi layanan antar terminal.
Langkah ini diharapkan membuat proses pelayanan semakin cepat, mudah, transparan, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa.
“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.
Optimisme Batam ke Depan
Dengan pertumbuhan arus peti kemas, kenaikan kunjungan kapal, serta lonjakan penumpang ferry, Batam memasuki tahun 2026 dengan modal yang sangat positif.
Bila tren ini terus terjaga, Batam berpotensi semakin kokoh sebagai pusat logistik modern, pintu perdagangan internasional, dan kawasan investasi unggulan Indonesia.
Bagi dunia usaha, ini menjadi momentum tepat untuk melihat Batam sebagai wilayah strategis dengan infrastruktur yang terus berkembang dan pelayanan yang semakin profesional.
Laporan: Yuyun Editor: Fikri




