Connect with us

Opini

Kelebihan dan Kelemahan Belajar Daring

Published

on

Kelebihan dan Kelemahan Belajar Daring

KUTIPAN.CO – Daring atau online learning, sebuah sistem pembelajaran berbasis digital teknologi online. Atau  dengan kata lain cara belajar mengajarinya memanfaatkan internet dan media digital yang diterapkan selama pandemi covid 19. Hal ini dilakukan guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

Daring dalam prakteknya memanfaatkan akses internet sebagai media pembelajaran. Media ini  biasanya sebagai tempat  interaksi antara murid dengan guru atau mahasiswa dengan dengan dosen.

Jenis Komunikasi Daring

Online learning sekarang menjadi trend di era digital dan alternatif pembelajaran di masa Covid-19. Komunikasi daring dapat berbentuk komunikasi Sinkron dan komunikasi Asinkron. Komunikasi Sinkron, yaitu komunikasi menggunakan komputer, smartphone atau alat bantu lainnya.

Jenis komunikasi Sinkron meliputi video call, chat call, video formal, non formal hingga komunikasi jaringan kerja. Sementara itu, komunikasi Asinkron atau tidak serempak.

Namun, perbedaan antara keduanya terletak pada waktu yang dilakukan untuk komunikasi. Daring dipandang sebagai metode pembelajaran alternatif terbaik selama masa pandemi Covid-19.

Sistem belajar daring memiliki kelebihan dan kekurangannya. Lantas, apa kekurangan dan kelebihannya dari sistem belajar daring tersebut. Berikut ulasan selengkapnya :

Kelebihan Belajar Daring

Pertama, hemat biaya dan waktu, proses belajar daring dilakukan di rumah tidak datang langsung ke sekolah atau kampus. Tentu saja hal ini  dapat menghemat ongkos transportasi atau bensin

Kedua, belajar mandiri, selama proses pembelajaran online siswa tidak tergantung pada pelajaran yang diberikan oleh guru. Namun siswa dapat belajar mencari sendiri informasi secara mandiri dengan melakukan riset melalui internet.

Ketiga, menguasai teknologi, belajar daring yang dilakukan di rumah mendorong siswa menguasai teknologi yang terus berkembang, dengan cara ini siswa lebih maju dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Keempat, alternatif selama sosial distancing, pandemi membuat jarak dan interaksi sosial terbatas sebagai cara memutuskan rantai penyebaran virus corona.

Baca :  Peristiwa Tragedi Karbala, Pembantaian  Husein Bin Ali, Cucu Nabi Muhammad SAW

Belajar daring bisa dilakukan sebagai alternatif selama sosial distancing dengan kegiatan positif, belajar daring merupakan  langkah tepat supaya pendidikan tetap berlanjut dengan memanfaatkan sistem online learning.

Kelemahan Belajar Daring, Pembelajaran Online yang  tidak efektif

Pembelajaran daring ada sebagian yang menganggap tidak efektif Pertama, wajib akses internet. Model belajar daring sudah pasti membutuhkan akses internet. Mediator dalam proses belajar mengajar selama pandemi, yaitu laptop, smartphone dan lainnya.

Kedua, sulit mendapatkan akses internet yang bagus. Salah satu kendala yang terjadi dalam proses belajar mengajar online berbasis teknologi digital.

Sisi lain mereka juga tidak sedikit mengeluarkan biaya cukup banyak untuk membeli kuota internet. Ketiga, kurang adanya interaksi secara langsung antara murid dengan guru. Keadaan ini bila berlangsung terus-menerus tentu memunculkan masalah baru dalam proses belajar mengajar online.

Bagaimana Belajar Daring yang Efektif itu?

Smartphone salah satu elemen kelancaran Pembelajaran daring yang efektif. Keterbatasan jarak dan teknologi bisa memicu kurang efektifitas proses pembelajaran daring. Namun,hanya dengan semangat saling membantu mengatasi masalah ini semuanya akan berjalan lancar.

Ruang belajar yang nyaman bisa menjadi penunjang belajar daring menyenangkan, oleh karenanya, sebagai orangtua wajib untuk menyediakan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anaknya.

Selain itu, penting adanya grup belajar dibentuk supaya terjadi tukar pikiran dan interaksi di antara mereka.

Cara lain belajar efektif di rumah adanya pendampingan orang tua selama proses belajar mengajar berlangsung. Keterlibatan orangtua juga bisa berperan sebagai guru yang nantinya membantu dan mencari solusi dihadapi anak dalam belajar daring.

Orangtua juga bisa berperan sebagai guru yang mampu memecahkan masalah dan mencari solusi, tekad kuat dan motivasi tinggi dari pelajar menjadi kunci sukses di masa depan.

Kutipan Warganet

Peristiwa Tragedi Karbala, Pembantaian  Husein Bin Ali, Cucu Nabi Muhammad SAW

Published

on

Pembantaian  Husein Bin Ali, Cucu Nabi Muhammad SAW

KUTIPAN.CO – Peristiwa tragedi Karbala, adalah perang antara Husein bin Ali bersama sahabat-sahabatnya melawan pasukan dari Kufah yang dipimpin oleh Umar bin Sa’ad. Tragedi Karbala terjadi  tanggal 10 Muharam 61 H/680 M di Karbala, yang  bermula dari pengangkatan Hasan bin Ali, yang juga putra  Ali bin Abi Thalib, sebagai khalifah melalui pembaiatan, oleh:  penduduk Kufah, Hasan bin Ali dibaiat oleh penduduk Kufah sebagai khalifah.

Hal ini terjadi menurut Al-Hamid Al-Husaini dalam bukunya, Al-Husein bin Ali, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam Pada Zamannya, tahun 1978, beberapa saat sebelum Ali bin Abi Thalib meninggal dunua. Ketika itu, terungkap setelah salah seorang sahabatnya bertanya, Apakah para pengikutnya harus membaiat salah satu putranya, Husein bin Ali?.Ali bin Abi Thalib menjawab, “Aku tidak menyuruh dan tidak melarang.”

Pasca pembaiatan Hasan bin Ali justru menolaknya, dengan alasan ancaman dari Muawiyah bin Abu Sufyan di Syam hendak mencaplok dunia Islam bila khalifah jatuh pada Hasan bin Ali. Ia terus didesak penduduk Kufah, sehingga akhirnya menerimanya. Melihat sikap Muawiyah yang demikian itu mendorongnya untuk mengirim surat  kepada Muawiyah. Isi surat tersebut mengatakan ingin mengajak Muawiyah bergabung bersama-sama orang-orang telah membaiatnya sebagai khalifah.

Ajakan Hasan bin Ali dijawab sinis oleh Muawiyah dan membalas surat dari Hasan dengan menyebut dirinya lebih pantas sebagai khalifah daripada Hasan.  Muawiyah juga menyebut dirinya lebih tua usianya dan berpengalaman. Ia bahkan menyuruh Hasan bin Ali untuk mendukungnya sebagai khalifah. Semenjak itulah, pertikaian antara Hasan dengan Muawiyah dimulai, kemudian Ia mengajak pasukan dari Syam menuju Kufah menggulingkan Hasan.

Mendengar pergerakan pasukan  Muawiyah  yang berjumlah besar menuju Kufah. Hasan bin Ali, dengan semangatnya tinggi mengumpulkan penduduk Kufah yang terpilih, terlatih  bersiap melawan pasukan Muawiyah. Apa yang terjadi justru penduduk Kufah lemah mentalnya, dan hanya sebagian yang bersiap maju ke medan pertempuran. Pasukan Hasan  yang dipimpin Ubaidilah bin Abbas  ternyata berkhianat dan berbalik mendukung Muawiyah, lebih tragis lagi penduduk Kufah hendak menjatuhkannya dari  kekahalifahan di Dinasti Umayyah.

Penolakan Imam Husain As Untuk Berbaiat Dengan Yazid

Di tengah situasi tersebut akhirnya Hasan bin Ali melakukan perdamaian dengan Muawiyah, yang salah satu poin adalah menyerahkan kekhalifahan kepada Muawiyah atau  dikenal dengan istilah  Aamul Jamaah atau bersatu kembali. Namun, apa yang terjadi Pasca Muawiyah meninggal dunia tahun 15 Rajab 60 Hijrah  Yazid bin Muawiyah bersikeras dan bertekad menjadi khalifah dengan mengambil baiat dari masyarakat untuk Yazid. Padahal dalam surat perjanjian damai Imam Hasan bin Ali dengan Muawiyah tidak menyebutkan menunjuk siapa pengganti setelah dirinya. Namun, apa yang terjadi  Yazid bin Muawiyah justru  bersikeras dan tetap bertekad mengambil biat dari beberapa orang pembesar kaum muslimin yang menolak ajakan Muawiyah untuk berbaiat kepada Yazid.   pemikiran Ia berbaiat sebagai khalifah, yaitu:  Ia menulis surat kepada gubernur  Madinah  Walid bin Atabah, dan memberi kabar kematian Muawiyah.

Yazid kepada Walid menulis,” Ambillah baiat secara paksa  Hasan bin  Ali, Abdullah bin Umar, Abdurrahman bin  Abi Bakar dan Abdullah bim Zubair, serta siapa saja yang menolaknya penggallah lehernya” . Setelah itu, datang lagi surat Yazid yang menekankan,” Tulislah untukku nama orang-orang yang menerima dan menolak, dan kirimlah kepala Hasan bin Ali bersama jawaban surat kepadaku,”. Membaca surat dari  Yazid selanjutnya Walid kemudian bermusyawarah dengan Marwah bin Hakam dan mengutus Abdullah bin Amr untuk mengintai Hasan bin  Ali, Abdullah bin Umar, Abdurrahman bin  Abi Bakar dan Abdullah bin Zubair.

Saat itu Imam Hasan ke Darul Imarah di Madinah, Walid sang gubernur Madinah menemui Imam Hasan  memberi kabar kematian Muawiyah dan membacakan surat dari Yazid, yang menyebutkan Walid diperintahkan mengambil baiat dari Hasan bin Ali untuk Yazid. Mendengar isi surat dari Yazid selanjutnya Imam Hasan berkata,tidakkah engkau rela aku berbaiat dengan Yazid secara sembunyi:
aku kira tujuanmu adalah supaya aku berbaiat dengan Yazid di depan khalayak.

Mendengar jawaban Imam Hasaan, Walid menjawab ,”Pendapatku juga demikian”. Imam melanjutkan berbicara yang mengatakan,” Kalau begitu, berikan aku waktu sampai besok  untuk menyatakan pendapatku. Ketika utusan gubernur Madinah datang sore hari berikutnya ke rumah Imam Hasan menemuinya mengambil jawaban. Imam Hasan menunda lagi dengan mengatakan meminta waktu lagi di malam itu, dan disepakati oleh Walid.

Imam Hasan tidak pernah  memberi jawaban satu pun dan memutuskan meninggalkan Madinah daripada menghadiri pembaiatan Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah di Kufah. Ia  pergi ke Madinah setelah menyerahkan kekhalifahan pada Muawiyah. Tidak lama kemudian Muawiyah meninggal dunia tahun 60 Hijriyah setelah sebelumnya menobatkan Yazid bin Muawiyah sebagai putra mahkota yang akan meneruskan kepemimpinannya.

Naiknya Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah

Sepeninggal Hasan bin Ali dan Muawiyah, sejarah mencatat kebencian Muawiyah terhadap Ali bin Abi Thalib terus berlanjut.  Ketika Yazid bin Muawiyah berkuasa menggantikan ayahnya Muawiyah membenci Husein adiknya Hasan bin Ali. Sikap kebencian Yazid kepada Husein bin Ali disebut menjadi pemicu lain dari perang, atau peristiwa  pembantaian Husein dan pengikutnya di Karbala

Dalam catatan Al-Hamid Al-Husaini dalam bukunya,” Al-Husein bin Ali, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam Pada Zamannya,” tahun 1978, menyebut kebencian Muawiyah terhadap Ali bin Abi Thalib setidaknya dilatarbelakangi 3, Pertama: Fanatisme kekabilahan turun temurun, Kedua: Muawiyah mengetahui peperangan antara Quraish dengan Kaum Muslimin mengakibatkan tewas keluarga dan kerabat diujung pedang Ali bin Abi Thalib, Ketiga Muawiyah mengenal tabiat Ali bin Abi Thalib yang keras membela kebenaran dan bertindak  tegas terhadap kezaliman.

Sementara itu, Yazid bin Muawiyah naik tahta sebagai penguasa baru berkedudukan di Damaskus. Sejak Yazid menggantikan ayahnya Muawiyah sebagai khalifah Dinasti Muawiyah  mulai mengintai keselamatan Husein yang tinggal di Madinah. Yazid dengan cerdiknya menyebar mata-mata mengawasi gerak-gerik Husein bin Ali. Ia merasa tidak nyaman tinggal di Madinah, akhirnya Ia beserta keluarga pergi ke Mekah.

Sejak Yazid berkuasa membuat penduduk Kufah kecewa, dan tetap  mengharapkan Husein menjadi khalifah dengan meminta Husein ke Kufah untuk mereka baiat. Kurang lebih 100.000 penduduk Kufah mendukung Husein dibaiat dan menerima kedatangannya. Ia tidak percaya begitu saja dan mengutus Muslim bin Aqil pergi ke Kufah menyelidiki  keadaan yang sebenarnya. Tidak lama kemudian Muslimin kembali yang mengatakan penduduk Kufah telah bulat membaiat Husein sebagai khalifah.

Rencana pembaiatan Husein sampai juga didengar oleh Yazid bin Muawiyah. Yazid memang  licik dengan cerdiknya menggangkat  kepala daerah  Kufah baru dari Nu’man ke Ubaidillah bin Ziyad setelah mendengar rencana Husein akan dibaiat penduduk Kufah. Pergantian kepala daerah membuat penduduk Kufah ketakutan, dan Muslimin justru ditangkap dan dibunuh oleh Ubaidillah bin Ziyad

Tragedi Peristiwa Pembantaian di Karbala

Pasca Muslimin bin Aqil  meninggal dunia kota    Kufah berubah dratis, dan menariknya kematian Muslimin ternyata tidak segera diketahui oleh Husein. Justru keadaan seperti ini dimanfaatkan oleh Husein berangkat ke Kufah. Ia hanya lewat surat elektronik mengetahui situasi Kufah yang terima dari Muslim. Tidak diketahui secara pasti mengapa berita  kematian Nu’man kepala daerah Kufah yang dibunuh Ubaidillah tidak sampai ke Husein. Namun, Husein tetap sikeras  bertekad pergi ke Kufah, meski sudah diingatkan para sahabat mulai dari Abdullah bin Abbas hingga keluarganya Abdullah bin Ja’far, Ipar Husein untuk tidak pergi ke Kufah.

Semua nasehat berasal dari sahabat dan keluarganya tidak didengar lagi. Husein tetap nekad pergi ke Kufah bersama rombongan 18 Dzulhijah  tahun ke-60 Hijriyah. Sebelum pergi ke Kufah, Ia mengutus Qeis bin Mashar pergi Kufah memastikan keadaan situasi di Kufah. Malang nasib Qeis tertangkap oleh Ubaidillah dan dibunuh. Keadaan Kufah telah banyak berubah tekad Husein memang sudah bulat menuju Kufah.

Kedatangan Husein ke Kufah didengar pula oleh penduduk setempat, tetapi apa yang terjadi ketika Husein beserta rombongan diperbatasan Kufah justru disambut dingin penduduk Kufah kekhawatiran keluarga dan sahabat Husein agar tidak berangkat ke Kufah benar terjadi. Diketahui, penduduk Kufah awalnya berjanji setia pada Husein, tetapi kini berubah pikiran menolaknya. Kedatangan Husein juga telah diketahui oleh Ubaidillah sehingga Husein saat itu yang tiba di Karbala 61 Hijriyah di bawah pengawasan pasukan berkuda Ubaidillah  dipimpin oleh Al-Hurr bin Yazid. Tidak hanya diawasi pasukan berkuda, Ubaidillah dengan semangatnya telah menyiapkan 4000 pasukan dipimpin Umar bin Sa’ad untuk menyerang Husein bin Ali.

Peristiwa Pagi Hari Asyura

Saat waktu pagi tiba di hari Asyura Imam Husein bin Ali beserta pengikutnya seperti biasa melaksanakan shalat subuh. Usai shalat subuh Imam Husein membagi pasukannya menjadi 2 pasukan, yaitu pasukan pejalan kaki berjumlah 32 orang dipimpin oleh: Zubair bin Qain , dan pasukan penunggang kuda terdiri 44 orang dipimpin oleh Habib bin Muzhahir, dan panji perang dibawa Abbas As.

Baca :  MotoGP 2020 : Sirkuit Redbull Ring Kans Ducati

Setelah pembentukan pasukan usai mereka membangun perkemahan, kemudian sekitar perkemahan digali dan dipenuhi semak belukar setelah itu dibakar untuk menghalangi musuh dari belakang. Jebakan berupa lubang disekitar perkemahan yang ditumbuki selak belukar dan dibakar disebut mampu memancing pasukan Kufah yang ada dibelakang perkemahan. Awalnya pasukan Syimr bin Dzil  Jausyan bersama pasukan penunggang kuda mendekat disekitar perkemahan Imam Husein dengan menabur debu dan Muslim.

Perang akhirnya terjadi antara kubu pasukan Imam Husein yang dipimpin oleh Umar bin Saad  dengan pasukan Kufah pimpinan Syimr Din Szil Jausyan. Perang tersebut dimulai setelah Umar Saad memanggil budaknya Duraid yang membawa panji perang ke arah depan. Setelah itu pelepasan anak panah ke arah pasukan Kufah dan dibalas dengan melepaskan anak panah berkelanjutan terjadilah aksi serang yang membabibuta

Peristiwa Tragedi Karbala

Dalam aksi perang tersebut Syimr din Dzil paling bersemangat memerangi Imam Husein, bahkan Ia ingin membunuh para wanita dan kemah Imam Husein di hadapannya. Dari peperangan tersebut banyak orang yang terbunuh yang memicu serangan ke segala penjuru dari pasukan Kufah. Ketika serangan penjuru berlangsung pasukan Imam Husein terbagi tiga dan empat kelompok dan mereka terus bertempur melindungi Imam Husein dan tenda dari serangan serta jarahan musuh. Mereka membunuh dan menangkis penyerang dengan pedang atau anak panah membuat serangan pasukan Umar bin Sa’ad gagal .

Dari kegagalan ini anak Umar bin Sa’ad justru provokask ke pasukan Kufah yang lain merusak tenda-tenda milik Imam Husein dari segala penjuru. Kesempatan itulah Symr  dan pengikutnya menyerang kemah dari belakang. Saat itu dengan gesitnya Zuhair bin Qain dengan 10 penolong Imam Husein menghalau serangan tersebut membuat mereka melarikan diri hingga perang berlanjut siang hari. Pertempuran tersebut banyak penolong Imam Husein mulai dari Abdullah bin Umair, Muslim bin Ausajah hingga Bukair bin Hay Tamimi. Disebutkan pula lebih dari 50 orang gugur sebagai syahid.

Perang sengit terus berlanjut sampai sore hari yang membuat Imam Husein terluka. Imam melihat sekelilingnya para sahabatnya banyak yang meninggal dunia dengan badan bercerai berai. Di sore hari perang masih berlanjut, meski sekujur tubuhnya luka parah tidak membuatnya putus asa melanjutkan perang menyerang barisan musuh dan 30 orang tersebut berhasil dikalahkan. Usai berperang Ia kembali ke kemah perempuan mengajak mereka bersabar dan menghampiri tempat pembaringan Imam Sajjad.

Ketika tengah sibuk berpamitan penghuni kemah datanglah  tiba-tiba pasukan Kufah pimpinan Umar bin Sa’ad, menyerang kemah dengan serangan anak panah bertubi-tubi menembus kain tenda membuat ketakutan yang luarbiasa penghuninya. Sejak itulah Imam Husein menyerang balik barisan musuh, lalu apa yang terjadi Imam dibawa pasukan musuh ditempat yang terpisah. Sekujur tubuh  Imam Husein  diserang anak panah oleh pasukan pimpinan Symr.

Badan Imam Husein yang dihujani anak panah membuat seluruh badannya sangat lemah. Tidak sampai disitu, dahinya dihantam sebuah batu besar dan dahinya mengalir darah segar. Tiga anak panah melesat tepat dijantung Imam dan lebih mengerikan lagi kepala Imam oleh seorang laki-laki bernama Malik bin Nusair di belah dengan pedang sampai kepala Imam Husein terbelah. Belum kering darah segar akibat pedang melukai kepala. Tiba-tiba serangan pedang bertubi-tubi menghantam tubuhnya dari pundaknya sebelah kiri dilakukan Syuraik Tamimi,  kemudian serangan anak panah pada leher oleh Sinan bin Anas. Dan  akhirnya tubuh Imam Husein jatuh tersungkur setelah  Wahab Ju’fi menusukan tombaknya ke pinggang Husein.

Saat Imam terkepung pasukan Kufah, dan melewati saat akhir kehidupannya. Datanglah seorang anak yang berada dikemah bernama Abdullah bin Hasan berusaha menolong Husein dengan menangkis pedang yang diarahkan ke Husein dengan tangan mungilnya. Apa yang terjadi tangan mungilnya terpotong sabetan pedang. Setelah kejadian itu malah datanglah  Symr  beserta sejumlah pasukan  Umar bin Sa’ad untuk  menyerang Husein habis-habisan, tetapi mereka menolaknya.

Symr tidak kehabisan akal, maka diperintahlah Khuli bin Yazid untuk memenggal kepala Husein. Apa lagi yang terjadi tangan dan tubuhnya tiba-tiba gemetar hingga jatuh tersungkur. Setelah anak buahnya gagal memenggal kepala Husein, menurut catatan sejarah Symr dengan sadisnya memenggal kepala Husein dan memberikan kepada Khuli. Dari riwayat sejarah disebutkan terdapat 33 luka tebasan pedang dan 34 luka akibat tombak.

Tragis memang tubuh Husein penuh luka tebasan pedang  dan tombak dilucuti baju dan barang-barang yang dikenakan Husein hingga Ia dibiarkan telanjang. Belum akhir jenazah Husein yang dibiarkan telanjang, jenazah itu dibiarkan diinjak-injak kuda. Tidak hanya nasib tragis menimpa Husein, 72 pemuda Bani Hasyim juga dipenggal kepalanya atas perintah Umar bin Sa’ad. Begitu mengerikan jenazah Husein, 72 pemuda Bani Hasyim. karena kepalanya terpisah dari tubuhnya, kemudian kepala-kepala suci  di kirim ke Kufah.

Pasca Tragedi Karbala

Pasca Tragedi Karbala terjadi penjarahan kemah pasukan musuh asyik melakukan penjarahan pakaian, kuda, unta, perhiasan,  hingga peralatan perang. Mereka berlomba- lomba menjarah apapun yang ada di dalam kemah Imam Husein. Sebagian yang selamat dari tragedi Karbala seperti Dhahak bin Abdullah dan Abdur Rahman melarikan diri dari tempat kejadian. Sementara Marga bin Tamamah Asadi diasingkan oleh Yazid bin Muawiyah, dan Aqabah bin Sam’an isteri Imam Husein dibebaskan, karena Ia seorang budak.

Penguburan Para Syuhada Karbala

Setelah peristiwa pembantaian berlalu akhirnya jasad para syuhada Karbala dikuburkan, tetapi dalam perjalanan sejarahnya terjadi perbedaan pendapat tentang kapan penguburan itu dilakukan. Ada yang menyebut hari ke-11 setelah Umar bin Sa’ad keluar dari Karbala. Sebagian yang lain berkeyakinan penguburan tersebut terjadi hari ke-13. Ulama dan sejarawan Ahlisunah berkeyakinan acara penguburan itu dilakukan 11 Muharam 61 Hijriyah.

Konon kabarnya, Umar bin Sa’ad hanya menguburkan jasad-jasad pasukannya yang berjumlah 88. Dan membiarkan jasad-jasad para Syuhada tetap berada di atas tanah. Usai kepergian Sa’ad berdasar beberapa pendapat menyebut sejumlah kelompok dari Bani Asad yang tempat tinggalnya berada dekat Karbala datang ke medan pertempuran. Mereka datang mendapati tubuh tanpa kepala milik Imam Husein beserta pengikutnya tergeletak di tanah.

Selanjutnya mereka menshalati dan menguburkannya ketika malam telah tiba dan setelah merasa aman dari musuh. Kuburan Imam Husein dikenal pusara Imam Husein dan Ali Asghar berada di bawah kaki kanan ayahnya Ali bin Abi Thalib. Pusara lain yang terletak di atas kepala Imam Husein yang sekarang dikenal pusara Habib bin Mazhahir.

Kisah Kepala Imam Husein Dirawat oleh Pendeta Nasrani

Dikisahkan dalam buku berjudul Jejak-jejak Keturunan Muhammad di Aleppo yang ditulis Syeikh Ibrahim Nasralla, menyebutkan setelah trategi Karbala rombongan Imam Ali Zainal yang datang dari Kufah sempat singgah,  berhenti di kota Aleppo beristirahat sejenak. Saat itu beristirahat dekat biara kemudian diceritakan para pendeta dan biara melihat cahaya terang keluar dari kepala Imam Husein yang diarak oleh tentara Yazid tahun 61 H.

Para  pendeta dan biara  mengetahui para tawanan itu keluarga Nabi kemudian salah seorang biarawan bertanya,” Kepala-kepala siapakah ini.”Pertanyaan tersebut dijawab dengan menjelaskan,”ini kepala cucu Nabi, keluarga dan pengikutnya”. Mendengar jawaban tersebut seorang biarawan mengatakan ,” Celakalah kalian karena telah memperlakukan keturunan Nabi seburuk ini”! . Seorang biarawan berkata lagi,” Aku akan pinjam kepala cucu Nabi itu biar dengan membayar tinggi sekalipun.”

Ternyata rayuan biara tersebut mampu meluluhkan hati tentara  dengan uang yang ditawarkan oleh kepala biara itu yang begiti banyak. Tak lama kemudian mereka para tentara Yazid menyerahkan kepala Imam Husein untuk bermalam di biara. Usai menerima kepala Imam Husein, seorang pendeta meletakannya di atas batu dan dicuci setelah itu disisir rambutnya diberi minyak wangi. Usai dibersihkan akhirnya dikembalikan kepada tentara Yazid. Menariknya setelah mencuci kepala Imam Husein konon kabarnys pendeta tersebut langsung memeluk Islam

Penguburan Kepala Imam Husein bin Ali

Kepala Imam Husein bin Ali  diarak berbagai kota mulai kota Kufah, Aleppo, Asqalan, Mesir  hingga kota Suriah kehadapan Yazid bin Muawiyah bersama syuhada lainnya. Ketika kepala berada ditangan Atikah, anak perempuan Yazid yang juga isteri Abdul Malik bin Mawar. Ia merawatnya dengan baik mencuci rambut kepala dan memberi mewangian. Setelah itu, kepala tersebut dikafani dan dikuburkan di samping pusara Sayidah Fatimah Zahra, pekuburan Baqi, Madinah. Tidak lama kepala Imam tersebut dibongkar dan dikuburkan di samping badan suci Imam Husein bin Ali.

Continue Reading

Kutipan Warganet

Helm Bukti Saling Menghormati dan Jaga Otak

Published

on

Foto Helm, Kutipan opini, kutipan warganet, lampu merah, traffic light

KUTIPAN.CO – Menggunakan helm saat berkendara tentunya sangat penting untuk melindungi kepala dari benturan, jangan meremehkan naas, karena sepandai-pandainya tupai melompat aja bisa jatuh, apakan lagi kita bro yang bukan tupai. Kecelakaan dapat mengintai siapa saja yang lengah dan lalai.

Jadi pakai helm helm itu selain melindungi kepala juga salah satu bukti klo ente juga merupakan manusia yang bisa memanusiawikan manusia dilingkungan kamu, tentunya dalam prinsip hidup setiap manusia pasti ingin dihormati dan disegani, tapi ente perlu tau juga sebelum ente minta dihormati ente juga harus bisa menghormati orang lain. Saling menghargai dan menghormati itu indah guys.

Kejadian meremehkan pakai helm ini sering terjadi dan ditemukan di kota-kota kecil, padahal kota kecil atau besar sama aja toh klo sudah tabrakan bisa pecah juga itu kepala paling beruntung wajah ente dicium aspal.

Tak sedikit pengguna jalan khususnya roda dua, masih banyak yang berkendara dijalan raya tidak pakai helm yang lebih dahsyat nya lagi melintas di lampu merah (traffic light) main terobos padahal di lampu merah itu dekat kantor pos tempat polisi bertugas (ingat…!!! bapak-bapak yang nongkrong disitu sedang bertugas bukan main gaplek).

Dimana hati nurani kalian bro, dengan santai gas motor tipis-tipis menerobos lampu merah padahal lampunya masih merah trus tak pake helm,?! ini jelas sebuah penghinaan dan egois. Sebab selain kelakuan ente itu bisa mencederai pengendara lain juga melukai hati dan perasaan bapak-bapak yang sedang duduk berjaga di pos tempat anda melintas.

Ditindak dibilang jahat dan ga humanis, tak ditindak ente semena-mena dan egois, padahal ente juga pasti tau klo ente jatuh atau tabrakan dan luka trus berdarah-darah yang susah keluarga juga si pengendara yang patuh lalu lintas yang ente tabrak.

Coba ente bayangkan itu, betapa egoisnya diri ente yang berkendara tak pakai helm yang asumsi saya ente takut rambut rusak atau tampang ente ga keliatan ganteng atau cantik ketutup helm.

Perlu ente tau, dikeadaan seperti itu sekecil-kecilnya ente telah melukai perasaan bapak-bapak berpakaian dinas lengkap dengan sempritan pluit dikantongnya yang duduk di pos tadi dan merebut hak dari pengguna jalan lain yang saat itu melintas dengan aba-aba lampu hijau serta pakai helm pula.

Baca :  Pendiri dan Kepala Departemen Ethical AI Dipecat Google

Jadi begini, saling menghormati dan menghargai satu sama lain itu indah lho, pakai helm juga ga berat-berat amat, yang berat itu cuma rindu Dylan ke Melia saja (ingat itu). Trus, dengan pakai helm dan mentaati rambu lalu lintas khususnya traffic light (lampu merah bahasa awamnya) juga tak susah-susah juga, tinggal berhenti bentar doang tunggu sampai lampu hijau, lain ceritanya klo ente buta warna atau ente sesak boker.

Pakai helm juga salah satu bukti ente menyayangi diri sendiri dan orang disekitar ente, selain itu pakai helm juga bukti ente merupakan pribadi yang saling menghargai dan menghormati orang lain. Bisa bayangkan nggak, posisi sebaliknya ?! ente yang jadi bapak-bapak berpakaian dinas tadi tiap pagi harus mengatur lalulintas untuk kepentingan orang banyak melihat pengendara sudah ga pakai helm, motor butut ngebut lagi,?! tentu gemes kan.

Mari kita jadi pelopor keselamatan berkendara dan saling menghargai hak pengendara lain dan menghormati profesi. Pakai helm standar SNI gunakan motor yang suaranya ga memekak kuping dan patuhi traffic light. Ingat saat ini dimana-mana sudah diterapkan belok kiri ikuti rambu, itu maksudnya biar ente mudeng atau paham klo pas ente mau belok kiri tapi lampu nya merah tunggu dulu sampe hijau (ingat dihafal).

Jangan remehkan traffic light, lampu itu dibuat tentu ada manfaatnya, sama halnya ente diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa tentu ada manfaatnya, tinggal ente aja mau jadi yang bermanfaat bagi orang banyak atau sekumpulan makhluk perusak.

Ingat pakai helm, urus surat izin mengemudi trus motornya rajin dicuci biar nggak kalah kinclong sama muka ente. Sedikit menambahkan, kejadian enggan gunakan helm ini bukan hanya didominasi oleh kaum remaja atau ababil saja tapi yang sudah umuran dan isi otak nya sudah full memori juga masih banyak ditemui dijalanan.

Salam Hangat, Salam Satu Aspal !!!

Continue Reading

Kutipan Warganet

Awalnya Enggan berpolitik, Sekarang Puan Maharani Ingin Jadi Presiden

Published

on

By

Puan Maharani ingin jadi presiden

KUTIPAN.CO – Sempat menolak terjun ke dunia politik, sekarang Puan Maharani menyatakan Politic In My Bloodsetelah terjun langsung berkecimpung di ranah politik Puan Maharani mengaku menemukan kesenangan bisa berada di dalam dunia tersebut.

Hal itu diungkapkan Puan Maharani dikutip dari channel Youtube Boy William Di Balik Pintu, pada bincang-bincang itu banyak hal yang dibicarakan host yang fasih berbahasa inggris ini, bahkan sejumlah pertanyaan dilontarkan ke anak anak Megawati ini menggunakan bahasa inggris.

“Why do you love politic?” tanya Boy pada Puan Maharani.

Menjawab pertanyaan berbahasa inggris itu Puan Maharani menjawabnya dengan bahasa Inggris bercampur bahasa Indonesia, ia mengaku politik ada didalam darahnya sebab semua keluarganya berpolitik.

“In my blood. Kakek saya, ibu saya, bapak saya, keluarga saya semua di politik,” ujar Puan Maharani.

Meski demikian, Puan mengaku awalnya sempat enggan untuk terjun berkecimpung di dunia politik sebab dari kacamata wanita yang masih cantik walaupun umurnya sudah tak muda lagi ini, dunia politik merupakan dunia yang paling super sibuk, hal itu dilihatnya dari keseharian lingkungan keluarganya.

“Awalnya memang nggak suka banget. Sampai nikah, ditanya mau masuk politik nggak? ‘nggak mau’. Kenapa? Ya karena saya lihat bapak ibu saya sibuk banget ngurusin politik,” kenang Puan.

Ia akhirnya bersedia ikut serta ambil bagian dalam politik dari sosok sang ayah. Dan usai dijalani, Puan menemukan kesenangan bisa berkecimpung di dalamnya.

Baca :  Satgas Waspada Investasi Minta Snack Video Hentikan Aktivitas

“Ternyata i love it, it’s fun. I’m enjoying it,” ungkap Puan sembari menggunakan bahasa Inggris

Mendengar ucapan Puan, Boy pun berseloroh dirinya bisa mengikuti jejak Puan Maharani.

“Oh ya? Should i masuk (juga ke politik)?” tanya Boy.

“Ayo,” jawab Puan.

Boy menambahi candaannya bila suatu saat dirinya mencalonkan diri sebagai presiden.

“Kalau aku jadi presiden coblos aku, ya,” kata Boy yang ucapannya disambut tawa Puan Maharani.

Mendengar hal itu, Puan Maharani pun balik berseloroh. Ia mengajak Boy untuk ambil bagian memberi dukungan padanya bila ia mencalonkan diri menjadi presiden.

“Sebelumnya kampanye buat aku dulu ya,” canda Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan Maharani juga menyampaikan impiannya tentang Indonesia di masa depan. Satu yang ia inginkan yakni melihat impian para tokoh bangsa termasuk Bung Karno terhadap Indonesia yang sejahtera.

“Impian Ibu buat Indonesia apa sih?” tanya Boy lagi.

“Impian saya buat Indonesia, Indonesia yang bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya, bagi rakyatnya. Indonesia yang aman, tenteram, adil makmur. Ya, Indonesia seperti yang diimpikan Founding Father Bung Karno bahwa Indonesia yang bisa maju dan rakyatnya cinta Indonesia,” tukas Puan.

Source : hot.detik.com
Editor : Fikri

Continue Reading

Web Stories

Berita Lainnya

Foto Ditjen Aptika, kominfo Foto Ditjen Aptika, kominfo
Digital20 jam ago

Ditjen Aptika Indonesia Cakap Digital Positif Berinternet

KUTIPAN.CO – Menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang pentingnya sumber daya manusia yang bertalenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat...

Panti Asuhan di Bengkong Panti Asuhan di Bengkong
Batam21 jam ago

Puluhan Anak Panti Asuhan di Bengkong Dievakuasi Dinsos

KUTIPAN.CO – Puluhan anak yang berada di yayasan panti asuhan CH di Bengkong, Kota Batam di evakuasi oleh Dinas Sosial...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga1 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 17 September : 1 Kasus Aktif 1 Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Jumat 17 September 2021, terdapat penambahan kasus aktif, 1 kematian...

Kapal Asing di Laut Natuna Utara Kapal Asing di Laut Natuna Utara
Nasional1 hari ago

Pangkoarmada I : Issue Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna Utara Tidak Benar

KUTIPAN.CO – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P melakukan patroli udara, guna memastikan kebenaran...

Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja Foto Curanmor, headline, polsek lubuk baja
Kutipan Berita1 hari ago

Ingin Punya Motor Untuk Balapan, Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

KUTIPAN.CO – Lantaran ingin punya motor sendiri untuk dipakai balapan, YB (16) anak dibawah umur nekat mencuri motor di Jalan...

Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL Foto Laut natuna, pangkoarmada, TNI AL
Kepri2 hari ago

Operasi “Siaga Segara 21” Pangkoarmada I Pastikan 4 Kapal Perang RI di Laut Natuna Utara

KUTIPAN.CO – Guna mengamankan perairan Laut Natuna Utara, Panglima Komando Armada (pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P...

AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi AJI Batam Kecam Aksi Intimidasi
Nasional2 hari ago

Kemenhub RI Minta Maaf Atas Intimidasi Wartawan di Batam

KUTIPAN.CO – Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas insiden kesalahpahaman dalam penanganan keamanan yang terjadi pada salah...

UPDATE Covid-19 Lingga UPDATE Covid-19 Lingga
Lingga2 hari ago

UPDATE Covid-19 Lingga 16 September : Nihil Penambahan Kasus Aktif dan 1 Kasus Kematian

KUTIPAN.CO – Perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Lingga pada Kamis 16 September 2021, nihil penambahan kasus aktif, 1 kasus...

Populer Sepekan

Calon Pendeta Yayasan di Bengkong Cabuli 4 Anak Dibawah Umur Bupati Lingga Minta Kabag di Setda Lingga Segera Beradaptasi Polsek Nongsa Tangkap Pelaku Pencurian Rokok Milik PT. Sinar Mitra Usaha Komunitas Sastra Dilaut dan RD Paschal Gelar Lomba Video Kreatif Gurindam 12