KUTIPAN.CO
Persidangan kasus rokok ilegal berbagai merek hasil tegahan patroli Bea Cukai Kepri dari KM tanpa nama (Foto : A.B.B)
Headline News Klik News Regional

Kejari Karimun Di Duga Hilangkan Barang Bukti Rokok Ilegal Tegahan Bea Cukai Kepri

KUTIPAN.CO – Diamankan sejak bulan Juni tahun 2019 lalu, barang bukti 123 karton rokok ilegal berbagai merek hasil tegahan Patroli Bea Cukai Kepri dari KM Tanpa Nama yang di simpan di gudang Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun di duga menghilang.

Barang bukti rokok ilegal yang di duga menghilang di gudang Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun tersebut di ketahui dalam fakta persidangan dengan agenda putusan yang di gelar di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun pada Kamis (20/2/2020) malam.

Saat sidang berjalan, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim ketua Joko Dwi Atmoko dan dua Hakim anggota yakni Yudi Rozadinata serta Antoni Trivolta mempertanyakan keberadaan barang bukti rokok ilegal serta meminta Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkannya dalam persidangan.

Dengan alasan jumlah rokok yang cukup banyak, Jaksa Penuntut Umum pun keberatan dan tidak dapat menghadirkan barang bukti tersebut.

Setelah musyawarah, Majelis Hakim kemudian memutuskan untuk melakukan kroscek ke gudang penyimpanan barang bukti Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun. Miris, barang bukti yang di maksud dalam perkara tersebut tidak dapat di tunjukan oleh Pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun.

“Majelis musyawarah karena belum yakin ada rokoknya atau tidak, kita utus perwakilan Pengadilan kesana untuk melihat di gudang penyimpanan, dan petugas barang bukti dari kejaksaan tidak bisa memperlihatkan barang bukti tersebut,”ujar ketua Majelis Hakim, Joko Dwi Atmoko, Kamis (20/2) malam.

Diketahui dalam tuntutan jaksa sebelumnya, seluruh barang bukti rokok tersebut tercatat dalam muatan dari KM Tanpa Nama yang telah diamankan petugas Bea dan Cukai Kepri pada tanggal 20 Juni tahun 2019 lalu.

“Dalam tuntutan jaksa disebutkan, bahwa barang bukti tersebut adalah muatan dari Kapal yang dijadikan barang bukti tadi. Bahkan, sampel nya pun tidak pernah ditunjukan selama persidangan,” katanya.

Joko juga mengatakan, mengingat barang bukti dalam perkara ini tidak dapat dihadirkan, maka Majelis tidak dapat mempertimbangkan pembuktian dalam perkara.

“Majelis musyawarah bahwa barang bukti dimaksud tidak bisa dipertimbangkan dalam perkara ini,” jelasnya.

Adapun barang bukti rokok ilegal yang sebelumnya diamankan dan di duga menghilang yakni merek Up Next Revolution 8 karton (153.600 batang); merek 99 sebanyak 25 karton (400.000 batang); merek Bless Bold 90 karton (900.000 batang).

Penulis : Boy
Editor : Ramadhan