Connect with us

Kejari Karimun Bantah Hilangkan Barang Bukti 123 Karton Rokok Ilegal

Published

on

KUTIPAN.CO – Barang bukti 123 karton rokok ilegal yang di duga hilang dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun pada Kamis, (20/2/2020) lalu, di bantah oleh pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun.

Setelah 1 hari sidang putusan berlalu, pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun akhirnya buka suara, tentang alasan tidak ditemukannya barang bukti rokok ilegal tersebut oleh utusan Pihak Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun saat melakukan pengecekan ke gudang penyimpanan barang bukti Kejaksaan.

Kepala Seksi Intel Kejari Karimun Khairur Rahman saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, seluruh barang bukti rokok ilegal tersebut tidak hilang, melainkan dititip di gudang milik swasta di kawasan pelabuhan Roro, Parit Rampak, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Karimun.

“Barang bukti itu tidak hilang, setau saya di simpan di gudang, tapi bukan gudang milik kejaksaan. Seluruhnya dititip di tempat lain di daerah pelabuhan roro (Parit Rampak),” kata Khairur Rahman, Jumat (21/2/2020) siang.

Khairur Rahman justru menilai ada keanehan dalam sidang putusan tersebut, dia mempertanyakan alasan Majelis Hakim tetap memutuskan perkara tanpa kehadiran terdakwa dan barang bukti yang di minta.

“Sidangkan juga ada tahapannya, sedangkan saksi dan barang bukti itu terlewatkan. Kenapa pihak pengadilan tetap memutuskan, sementara barang bukti tidak dipertimbangkan, menurut saya itu lucu,” kata Khairur.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Andriansyah juga mengatakan hal serupa. Dimana seluruh barang bukti rokok ilegal tersebut telah dititipkan oleh pihak Seksi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun di gudang milik swasta di pelabuhan Roro, Parit Rempak.

“Ada disimpan di gudang swasta pelabuhan Roro,” kata Andriansyah, Jumat siang.

Rencananya, Pihak Kejaksaan juga akan mengajukan naik banding terhadap putusan yang di berikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun.

“Kita akan banding,” kata Andriansyah, jumat siang, sembari mengirim foto barang bukti rokok kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, barang bukti berupa 123 karton rokok ilegal hasil tegahan Bea Cukai Kepri pada tanggal 27 Juni tahun 2019 lalu di duga menghilang dari gudang Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun.

Hal tersebut diketahui dalam fakta persidangan dengan agenda putusan yang di pimpin oleh Hakim Ketua Joko Dwi Atmoko serta dua hakim anggota yakni Yudi Rozadinata dan Antoni Trivolta pada Kamis (20/2/2019) malam.

Usai sidang, Ketua Majelis Hakim Joko Dwi Atmoko mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke gudang penyimpanan barang bukti Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun pada kamis siang, namun tidak menemukan barang bukti yang di maksud.

“Sudah di cek, ya hasilnya petugas barang bukti Kejari Karimun tidak dapat memperlihatkannya,” kata joko.

Atas hal itu, Majelis Hakim akhirnya memutuskan untuk tidak mempertimbangkan barang bukti dalam pembuktian perkara.

Sidang pun di lanjutkan pada pukul 21.00 WIB Kamis malam, 9 orang terdakwa yang merupakan abk KM Tanpa Nama dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman masing-masing selama 1 tahun 8 bulan kurungan penjara.

Sementara 1 terdakwa lainnya yakni Asrudin alias Awang (42) yang berperan sebagai Nahkoda di jatuhi hukuman 2 tahun kurungan penjara serta denda RP.2 milyar 10 ribu, subsider 3 bulan penjara.

Penulis : Boy
Editor : Ramadhan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending