
KUTIPAN – Pulau Lalang di Kabupaten Lingga diproyeksikan menjadi sentra pembibitan rumput laut guna mendukung kebutuhan komoditas tersebut di daerah. Program ini diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat pesisir sekaligus memaksimalkan potensi laut yang selama ini belum tergarap optimal.
Direktur Kebula, Sinta, mengungkapkan pihaknya tengah fokus mengembangkan budidaya rumput laut di wilayah tersebut.
“Kita ingin jadikan Pulau Lalang ini sentra pembibitan rumput laut, jadi nanti Kabupaten Lingga membutuhkan rumput laut bisa membelinya di Pulau Lalang,” ujar Sinta saat diwawancarai, Sabtu (14/3/2026).
Sinta mengungkapkan, Kebula merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan budidaya rumput laut. Kehadiran perusahaan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan, target produksi budidaya cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan ditargetkan rumput laut yang dihasilkan bisa mencapai puluhan ton.
“Target kami satu hektare budidaya rumput laut menghasilkan 40 ton rumput laut basah atau 4 ton rumput laut kering,” jelasnya.
Tak hanya itu, dari sisi ekonomi, budidaya rumput laut dinilai memiliki potensi keuntungan yang stabil bagi masyarakat.

“Target penghasilan dari 1 hektare bisa Rp 5 sampai Rp 10 juta per bulan,” tambah Sinta.
Ia juga menilai Kabupaten Lingga memiliki potensi laut yang sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Lingga diberkahi laut yang sangat luas tapi belum termanfaatkan dengan baik, jadi ayo kita manfaatkan laut Lingga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Sutarman, berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola budidaya rumput laut.
Ia mendorong kelompok masyarakat untuk tekun dan konsisten dalam menjalankan usaha tersebut agar hasil panen dapat sesuai target.
“Harapan kelompok masyarakat untuk lebih mandiri, tekun dan rajin dalam mengelola rumput laut agar dapat mencapai target pasca panen,” ujar Sutarman.
Pemerintah Kabupaten Lingga, lanjutnya, terus memberikan dukungan dalam pengembangan potensi perikanan daerah. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat ikut berperan aktif sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Tujuannya masyarakat ikut andil dalam pengembangan dan menjadikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Sutarman, program budidaya rumput laut juga dapat menjadi bentuk tabungan bagi nelayan tanpa mengubah kebiasaan mereka.
“Budidaya ini bisa jadi tabungan untuk masyarakat nelayan. Berkebun di laut tidak merubah kebiasaan mereka yang selalu melaut,” tuturnya.




