Selamat Tahun Baru Kutipan Berita

Kata-kata Unik Dalam Puisi Air Mancur karya Ramon Damora

  • Bagikan
kata-kata-unik-dalam-puisi-air-mancur-karya-ramon-damora
Sitti Nurhafiza

Oleh : Sitti Nurhafizah

Foto air mancur, puisi, ramon damora

Air Mancur

Air mancur depan masjid, tempat berkumur kanak-kanak ikan yang pipinya belum sempat ditempeleng bulan.

Binatu bagi binatang dan bintang-bintang, yang piatu. di sinilah, dahulu ibu mencuci kecundang cintanya dengan tangan parau jeritkan Engkau, sebelum semua jenis air mata meneteskan ia kembali ke kelambu lebuh, setitik setitik, sampai maut bosan menjentikkan jari, sampai hari itu, saat terakhir kalinya ibu menatapku dengan senyum dan kaki telanjang, lalu menghilang di kelok selokan. padahal belum lama aku ia lahirkan dengan leher sepanas lahar, kehausan oleh sepasang susu malaikatnya yang terperangkap dalam tubuh seorang pelacur senja sejak itu air mancur di halaman masjid setia mengasuhku kadang ditariknya benang-benang azan dari kain langit coba menjahit mimpinya menjadi hujan, agar aku tak kekeringan sesekali pula, terhadap burung-burung gereja yang singgah di tebing kubah, ia mengenalkan aku, sebagai semacam awan yang kelak mungkin akan memandu mereka memandang mendung di masa tua. selebihnya adalah apa yang kalian dengar: di bawah air mancur depan masjid, antara hantu ibu dan Tuhan itu aku mati berselekeh darah, tertangkap basah mencuri sandal

(2013)

Puisi yang berjudul “Air Mancur” merupakan salah satu karya terbaik dari Ramon Damora. Dalam bait perbait puisi itu banyak terkandung bait kata yang unik yang membuat pembaca atau pendengarnya harus berulang kali mendengar atau membacanya.

Ramon Damora merupakan kelahiran Muara Mahat, 2 April 1978, sosoknya terbilang fenomenal di Provinsi Kepulauan Riau, selain dikenal lewat karya puisinya, Ramon Damora yang merupakan Alumni Fakultas Syariah IAIN Sultan Syarif Qasim, Pekanbaru pada jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum juga pernah memimpin organiasi wartawan yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepuluan Riau selama 2 periode.

Dari sekian banyak puisi karya Ramon Damora, puisi berjudul Air Mancur banyak terkandung kata-kata yang didalam setiap baitnya terbilang sulit dipahami oleh orang awam, banyak pesan tersirat didalamnya. Jika kita tidak benar-benar memahami akan sulit dinikmati, puisi tersebut memiliki kata-kata yang unik dan makna yang mendalam.

Seperti kata, Binatu, Kecundang, Parau, Lebuh, Kelok dan Berselekeh. Mari kita simak secara penuh bait perbait dari puisi tersebut.

Menilik dari judulnya “Air Mancur” tentunya dalam gambaran kita ialah air yang keluar dari sumber air alami maupun buatan, mungkin saja karena air mancurnya disebut di depan masjid dapat kita artikan air yang muncrat keluar permukaan secara buatan.

Lalu, mari kita telusuri kata-kata unik yang terkandung didalam puisi karya Ramon Damora berikut ini,

Air mancur depan masjid, tempat berkumur kanak-kanak ikan yang pipinya belum sempat ditempeleng bulan. binatu bagi binatang dan bintang-bintang, yang piatu. di sinilah, dahulu ibu mencuci kecundang cintanya dengan tangan parau jeritkan Engkau, sebelum semua jenis air mata meneteskan ia kembali ke kelambu lebuh, setitik setitik, sampai maut bosan menjentikkan jari, sampai hari itu, saat terakhir kalinya ibu menatapku dengan senyum dan kaki telanjang, lalu menghilang di kelok selokan. padahal belum lama aku ia lahirkan dengan leher sepanas lahar, kehausan oleh sepasang susu malaikatnya yang terperangkap dalam tubuh seorang pelacur senja sejak itu air mancur di halaman masjid setia mengasuhku kadang ditariknya benang-benang azan dari kain langit coba menjahit mimpinya menjadi hujan, agar aku tak kekeringan sesekali pula, terhadap burung-burung gereja yang singgah di tebing kubah, ia mengenalkan aku, sebagai semacam awan yang kelak mungkin akan memandu mereka memandang mendung di masa tua. selebihnya adalah apa yang kalian dengar: di bawah air mancur depan masjid, antara hantu ibu dan Tuhan itu aku mati berselekeh darah, tertangkap basah mencuri sandal.

Binatu bermakna pelayan

Kecundang bermakna rasa sakit hati/kecewa

Parau bermakna suara yang serak

Lebuh bermakna membaur/menyatu

Kelokan bermakna belokan

Berselekeh bermakna berlumuri kotoran

  • Bagikan