Kasus Dugaan Korupsi di SMKN 1 Batam Masuk Tahap Penyidikan

WhatsApp Image at
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi

Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menaikkan status penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi SMKN 1 Batam periode 2017 sampai 2019 menjadi penyidikan umum, pada Kamis (17/2/2022).

Harris Resort Batam

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi mengatakan, penyidik Kejari Batam telah menemukan calon alat bukti yang cukup membuktikan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.

“Penyidik Kejari Batam bergegas menaikkan status perkara ini dengan alasan telah ditemukan kerugian negara ratusan juta rupiah,” ucap Wahyu.

Untuk modus yang dilakukan dalam tindak pidana ini hampir mirip dengan tipikor SMAN 1 Batam dimana terjadi markup tehadap realisasi penggunaan dana bos dan dana komite.

“Bahwa pertanggungjawaban keuangan SMKN 1 Batam dibuat untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu dengan dalih kebutuhan siswa SMKN 1 Batam,” ujar Wahyu.

Wahyu juga menegaskan, bahwa pihaknya tidak membenarkan jika ada oknum yang mengatasnamakan Kejari Batam atau personel Kejari Batam untuk meminta uang guna mengurus atau mengamankan perkara ini.

“Hal tersebut tidak pernah ada. Berikut juga terhadap SMA dan SMK lainnya, jangan percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan Kejari Batam,” pungkasnya.

(Yyn)

Pemkab Karimun