Foto : Ist

KUTIPAN.co – Selain hari Sabtu dan Minggu Pegawai Negeri Sipil (PNS) berkemungkinan akan memiliki tambahan hari libur, tambahan libur ini merupakan salah satu konsep penerapan Flexible Working Arrangement (FWA). Untuk itu hal tersebut tengah dilakukan pengkajian oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Namun demikian Komisioner KASN Waluyo Martowiyoto mengatakan, tambahan libur ini nantinya dapat diberikan pada PNS namun dengan syarat memenuhi ketentuan waktu kerja di hari biasa.

“Konsep kerja biasanya dari 10 hari kerja 80 jam kerja bisa jadi 9 hari kerja tapi tetap 80 jam kerja. Jadi tiap dua minggu sekali ada libur, waktunya lebih banyak untuk keluarga, bisa setiap Jumat ganjil atau genap libur,” kata Waluyo di kantor Kemenpan-RB, Jakarta, Selasa (3/12).

Dilansir dari CNN Indonesia, Waluyo mengatakan, pemberian tambahan libur ini merupakan bagian dari reward atau penghargaan pada PNS yang memiliki kinerja baik. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya.

Sementara untuk PNS yang tak memenuhi standar penilaian akan mendapat semacam punishment. Namun Waluyo mengaku tengah menggodok lebih lanjut pemberian reward- punishment tersebut.

“Ya itu nanti masih dipikirkan,” katanya.

Selain penambahan waktu libur, Komisioner KASN juga juga tengah mengkaji konsep
flexi working time atau waktu kerja fleksibel dan flexible working space atau pemilihan tempat kerja bagi PNS.

Untuk flexi working time, PNS dapat menyesuaikan jam masuk dan jam pulangnya. Selama ini, PNS cenderung memiliki jam masuk dan jam pulang yang seragam. Namun dengan aturan ini, PNS dapat menyesuaikan dari jam masuknya.

“Jadi kalau biasanya masuk kerja ada yang jam 07.00 ada yang jam 08.30, sekarang dibuat kemungkinan jam masuk dan jam pulang beda,” ungkapnya.

Editor : Kri
Source : CNN Indonesia