fbpx
Copyright © 2020 Kutipan.co

Hi, what are you looking for?

Lingga

Karantina Sapi Pulau Bakung Belum Terealisasi, Ini Penjelasan Wakil Bupati Lingga

Pemerintah Kabupaten Lingga DPRD Kabupaten Lingga TNI POLRI Solid dan Netral Sektor Unggulan Pemkab Lingga
Pulau Bakung
Muhammad Nizar dalam kunjungan ke Desa Cempe, Kecamatan Bakung Serumpun

KUTIPAN.CO – Berkunjung ke Desa Cempe, Wakil Bupati Lingga sampaikan kendala sektor peternakan yang hingga saat ini belum terealisasi, Pulau Bakung yang terletak di Kecamatan Bakung Serumpun diusulkan menjadi salah satu wilayah di Indonesia tempat karantina sapi masih dalam proses dan menunggu status kepengurusan pelepasan kawasan hutan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Penting untuk saya sampaikan diakhir masa kepemimpinan AWe-Nizar berkaitan dengan sektor peternakan karantina sapi yang diusulkan di Pulau Bakung ini belum juga kunjung terealisasi, disebabkan proses yang telah kita lakukan sampai hari menunggu pelepasan kawasan hutan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar pada kunjungan di Desa Cempe, Kecamatan Bakung Serumpun, Senin (31/8/2020).

Dijelaskan Nizar, Pulau Bakung yang diusulkan menjadi tempat karantina sapi tersebut juga menjadi tempat yang direkomendasikan oleh Menko Perekonomian untuk menjadi kawasan perkebunan untuk dilakukan pengembangan oleh salah satu perusahan besar di Lampung dalam pengelolaan sektor peternakan dan pertanian.

Baca Juga : Ini 10 Desa di Lingga Yang Dapat Program Sanitasi Dari Kementerian PUPR

“Salah satu perusahaan peternakan sapi, nenas dan pisang terbesar di Lampung direkomendasikan oleh Menko Perekonomian untuk melakukan pengembangannya di sini (Pulau Bakung). Jadi nantinya mereka tanam Pisang dan Nenas untuk ekspor, limbah pisang dan nenas dijadikan pakan ternak sapi sedangkan kotoran sapi dijadikan pupuk pisang dan nenas,” ungkap Nizar.

Baca Juga :   Nizar : PAD Lingga Terus Merengsek Naik, Tahun 2020 Tembus Rp49 Miliar

Lebih lanjut Nizar mengatakan, jika lokasi tersebut telah mendapat status menjadi kawasan HPL (Hak Pengelolaan) pelepasan kawasan hutan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka dalam pengelolaan kawasan tersebut akan banyak menyerap tenaga kerja.

“Untuk setiap satu hektar lahan yang diolah dibutuhkan tenaga kerja 1,5 orang, jadi kalau luas lahan pulau itu (Pulau Bakung) seluas 3400 Hekatre dan berhasil dilepaskan, maka akan ada sebanyak 5100 orang yang bisa bekerja di Pulau Bakung ini,” kata Nizar.

Program peternakan bukanlah hisapan jempol semata, hanya saja tahapan proses sedang berlanjut Pemerintah Daerah dikepemimpinan Awe-Nizar terus merealisasi 4 program unggulan tersebut dan berkomitmen menjadikan Pulau Bakung tempat karantina sapi dan perkebunan.

Baca Juga :   Syukuran Desa Persiapan Bendahara, Wakil Bupati Lingga Ajak Bersatu, Berjuang Definitif

“Komitmen kami nantinya untuk melanjutkan program yang masih tertunda harus kami tuntaskan dimasa yang akan datang, semoga niat baik ini dapat terkabulkan dari yang maha kuasa dan mendapat dukungan dari masyarakat,” kata Nizar

Seperti diketahui 4 program unggulan peternakan, pertanian, perikanan dan pariwisata merupakan visi misi program unggulan AWe-Nizar dalam kepemimpinannya, dan akan dilanjutkan oleh Muhammad Nizar dan Neko Wesha Pewelloy dengan mengikuti Pilkada 2020 mendatang di Kabupaten Lingga, sementara Alias Wello akan mengikuti kontestasi di Pilkada Bintan.

Penulis : Dainis | Editor : FIkri

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement